
Kualitas pekerja RI naik! BPS catat porsi pekerja lulusan S1 & SMK meningkat di Feb 2026, sementara lulusan SD mulai berkurang.
JAKARTA, KalderaNews.com – Selain mencatat angka pengangguran, laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026 juga memberikan gambaran optimis mengenai peningkatan kualitas tenaga kerja di Indonesia.
Meskipun struktur pasar kerja masih didominasi oleh lulusan pendidikan dasar, terdapat tren positif pada penyerapan tenaga kerja terdidik.
Dominasi Lulusan SD Masih Terasa, Namun Berkurang
Hingga Februari 2026, mayoritas penduduk bekerja di Indonesia masih berpendidikan SD ke bawah, yakni sebesar 35,49 persen.
BACA JUGA:
- Sarjana Pengangguran Sebuah Normal Baru, Pendaftaran Universitas Merosot Tajam
- Benarkah Magang Kampus Merdeka Terbukti Efektif Menurunkan Angka Pengangguran?
- Kemendikbudristek: 13,33 Persen Lulusan Universitas Berstatus Pengangguran
Namun, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,39 persen poin dibandingkan Februari 2025 yang berada di angka 35,89 persen.
Penurunan ini merupakan sinyal positif bahwa struktur tenaga kerja kita perlahan mulai bergeser ke arah pendidikan yang lebih tinggi.
Tren Peningkatan Pekerja Terdidik
Data BPS menunjukkan bahwa kelompok pekerja dengan latar belakang pendidikan tinggi terus menunjukkan tren kenaikan. Berikut adalah rincian porsi penduduk bekerja per Februari 2026 dan peningkatannya dibandingkan tahun sebelumnya:
Pendidikan Tinggi (D4, S1, S2, S3): Kini mencapai 10,72%, naik 0,28 persen poin.
SMK: Mencapai 13,07%, naik signifikan sebesar 0,23 persen poin.
SMA: Sebesar 20,67%, naik tipis 0,04 persen poin.
Diploma I/II/III: Berada di angka 2,41%, naik 0,02 persen poin.
Sebaliknya, penduduk bekerja lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengalami penurunan sebesar 0,17 persen poin, menjadi 17,64 persen pada Februari 2026.
Apa Artinya bagi Ekonomi Indonesia?
Peningkatan persentase penduduk bekerja pada jenjang Diploma hingga S3 mencerminkan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja nasional secara bertahap.
Hal ini sangat penting untuk mendukung visi Indonesia dalam meningkatkan daya saing di sektor formal dan industri bernilai tambah tinggi.
Meskipun lulusan SMK masih menghadapi angka pengangguran yang menantang, pertumbuhan porsi mereka yang bekerja (naik 0,23 persen poin) menunjukkan bahwa serapan pasar terhadap lulusan vokasi tetap kuat dan terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply