Kisah kocak sekaligus menegangkan pemilik Bitcoin yang lupa kata sandi dompet kripto akibat mabuk, sukses diselamatkan oleh AI Claude.
The Path To Financial Freedom, EduFulus – Pernahkah kamu melakukan hal konyol saat sedang di bawah pengaruh alkohol? Bagi seorang investor kripto, momen mabuk 11 tahun lalu nyaris menjadi penyesalan terbesar seumur hidupnya.
Akibat iseng mengubah kata sandi dompet digitalnya saat sedang mabuk, ia kehilangan akses ke aset Bitcoin (BTC) senilai USD 400.000 atau sekitar Rp 6,4 miliar.
SIMAK JUGA: Bukan Cuma Koin, OJK Ajak Anak Muda Solo Lirik Tokenisasi!
Beruntung, di tengah keputusasaan yang mendalam, kecerdasan buatan (AI) besutan Anthropic, Claude AI, hadir sebagai pahlawan yang berhasil menyelamatkan harta karun digital tersebut.
Petaka Ganti Password Saat Mabuk
Kisah unik ini dibagikan oleh seorang pengguna platform X (sebelumnya Twitter) dengan nama akun @cprkrn. Ia menceritakan bahwa lebih dari satu dekade lalu, dirinya melakukan keteledoran konyol dengan mengganti kata sandi dompet kriptonya dalam kondisi mabuk berat.
Keesokan harinya, saat kesadarannya telah pulih, ia sama sekali tidak mengingat sandi baru tersebut.
Aset berupa 5 BTC yang ia beli pada tahun 2015, saat harganya masih berada di angka USD 250 per koin, terperangkap begitu saja.
Secercah harapan sempat muncul ketika ia menemukan catatan mnemonic (frasa pemulihan) lama. Sialnya, frasa tersebut ternyata hanya berlaku untuk kata sandi yang lama, bukan kata sandi buatan malam itu.
Gagal Lewat 3,5 Triliun Kombinasi, AI Claude Turun Tangan
Sebelum meminta bantuan kecerdasan buatan, pria ini sudah melakukan berbagai cara ekstrem untuk membobol dompetnya sendiri.
Ia menggunakan btcrecover, sebuah alat pemulihan sumber terbuka (open-source), untuk melakukan metode brute-force (menebak kata sandi secara paksa).
Berdasarkan rangkuman AI Claude, pria tersebut telah menguji hingga 3,5 triliun kombinasi kata sandi, namun tidak ada satu pun yang berhasil menembus enkripsi dompetnya.
Dalam kondisi pasrah, ia akhirnya memasukkan seluruh data dari komputer lama semasa kuliah ke dalam sistem AI Claude untuk dianalisis. Dari sinilah keajaiban teknologi dimulai.
Menemukan Bug Coding yang Tersembunyi
Claude AI bekerja layaknya detektif digital. AI ini berhasil menemukan sebuah file dompet lama dari Desember 2019 yang menjadi potongan teka-teki yang hilang.
File tersebut ternyata berisi kunci privat (private keys) untuk mengakses dompet di Blockchain.com.
Tidak hanya menemukan file, Claude juga berhasil mengidentifikasi adanya bug pada konfigurasi kata sandi lama korban.
Bug tersebut menyebabkan kunci utama dan kandidat kata sandi tidak tergabung dengan benar di dalam sistem komputer lamanya.
Setelah AI Claude memperbaiki kesalahan coding tersebut, dompet berisi aset miliaran rupiah itu akhirnya berhasil didekripsi. Aset 5 BTC yang tidak tersentuh sejak April 2015 itu pun sukses dipindahkan ke tempat yang aman.
Momen Langka di Dunia Kripto
Sebagai ungkapan kebahagiaan, @cprkrn secara khusus berterima kasih kepada Anthropic dan sang CEO, Dario Amodei. Ia bahkan berkelakar akan menamai anaknya kelak dengan nama bos perusahaan AI tersebut.
Kisah “lupa sandi karena mabuk” ini menjadi pengingat sekaligus fenomena langka. Di masa-masa awal kehadiran Bitcoin, banyak orang kehilangan kekayaan secara permanen hanya karena keteledoran manusiawi, seperti:
- Merusak hard drive, membuang buku catatan frasa pemulihan, lupa kata sandi.
Nasib pria ini jauh lebih beruntung dibandingkan James Howells, pria asal Inggris yang secara tidak sengaja membuang hard drive berisi 8.000 BTC (kini bernilai sekitar USD 647 juta atau Rp 10,3 triliun) ke tempat pembuangan sampah akhir dan belum berhasil menemukannya hingga hari ini.
Setidaknya bagi pria ini, kecerobohan akibat mabuk di masa lalu berhasil ditebus dengan manis oleh kecanggihan teknologi masa kini.
SIMAK JUGA: Timothy dan Kalimasada Diperiksa Polisi, Transparansi Hukum Dinanti
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan di konten EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply