
Mengulas latar belakang pendidikan tinggi Putri Thailand Bajrakitiyabha Mahidol serta kontribusinya dalam hukum internasional.
JAKARTA, KalderaNews.com – Di balik statusnya sebagai putri sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, Putri Bajrakitiyabha Mahidol dikenal luas sebagai sosok intelektual yang sangat dihormati.
Di tengah kabar penurunan kondisi kesehatannya setelah tiga tahun menjalani perawatan intensif, publik global kerap mengenang kembali dedikasi luar biasanya di bidang pendidikan dan reformasi hukum.
Perempuan yang akrab disapa “Putri Bha” ini merupakan contoh nyata bagaimana seorang anggota kerajaan mampu memanfaatkan pendidikan tinggi untuk membawa perubahan sosial yang nyata, khususnya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di sistem peradilan pidana.
BACA JUGA:
- Profil Pendidikan Cynthia Chaerunnisa, Fondasi Sukses Co-Founder Kopi Kenangan
- Ocha, Siswi Berprestasi yang Dicurangi di LCC MPR Kalbar
- Keren! Pratama Arhan Jadi Lulusan Pertama Udinus Berijazah Blockchain
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai latar belakang akademis dan kontribusi emas Putri Bajrakitiyabha di dunia hukum internasional.
Pendidikan Internasional dan Gelar Doktor dari Universitas Cornell
Sejak usia muda, Putri Bajrakitiyabha telah mendapatkan akses pendidikan terbaik di dalam dan luar negeri. Komitmennya terhadap dunia akademis terlihat dari keputusannya untuk mendalami ilmu hukum secara serius.
- Pendidikan Menengah: Ia menempuh pendidikan di Heathfield School, sebuah sekolah asrama khusus perempuan yang sangat bergengsi di Inggris. Di sinilah fondasi disiplin dan wawasan globalnya mulai terbentuk.
- Pendidikan Sarjana: Kembali ke tanah air, ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Thammasat, salah satu institusi pendidikan hukum tertua dan paling dihormati di Thailand. Tidak hanya itu, ia juga meraih gelar sarjana di bidang Ilmu Politik dari Universitas Terbuka Sukhothai Thammathirat.
- Pendidikan Pascasarjana & Doktoral: Dedikasinya pada ilmu hukum membawa sang Putri ke Amerika Serikat. Ia berhasil meraih gelar Master of Laws (LL.M.) dan kemudian menuntaskan gelar Doktor Ilmu Hukum (J.S.D.) dari Universitas Cornell pada tahun 2005.
Gelar doktor dari salah satu kampus Ivy League ini menegaskan kapasitasnya sebagai seorang pakar hukum yang kompeten, bukan sekadar menyandang gelar kehormatan.
Diplomasi Global: Menjadi Duta Besar untuk Austria
Berbekal latar belakang hukum internasional yang kuat, Putri Bajrakitiyabha dipercaya oleh Pemerintah Thailand untuk memegang berbagai posisi diplomatik penting.
Salah satu puncak karier diplomatiknya terjadi pada periode 2012–2014, ketika ia ditunjuk sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Thailand untuk Austria.
Selama masa jabatannya di Wina, ia juga aktif terlibat dalam Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC), memperkuat kerja sama hukum internasional dalam mengatasi kejahatan lintas negara.
“The Bangkok Rules”: Mengubah Wajah Hukum Penjara bagi Perempuan
Kontribusi paling monumental dari Putri Bajrakitiyabha adalah komitmennya terhadap reformasi hukum peradilan, khususnya bagi narapidana perempuan. Melalui program kemanusiaan Kamlangjai (Inspire) yang diinisiasinya, ia menyoroti kesejahteraan narapidana perempuan dan anak-anak mereka di dalam institusi lapas.
Pemikiran akademis dan advokasi gigihnya berhasil melahirkan “The Bangkok Rules” (Aturan Bangkok), sebuah pedoman internasional yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2010.
Apa itu Aturan Bangkok? Ini adalah standar global pertama yang mengatur perlakuan humanis terhadap narapidana perempuan, termasuk perawatan kesehatan khusus, fasilitas bagi ibu menyusui, serta pemulihan psikologis pasca-trauma di dalam penjara.
Berkat pencapaian ini, ia sempat diangkat sebagai Ibu Asuh (Goodwill Ambassador) untuk UN Women guna menyuarakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
Inspirasi Intelektual bagi Generasi Muda
Sebelum jatuh sakit pada Desember 2022 akibat komplikasi jantung dan infeksi usus besar, Putri Bha adalah role model utama bagi pelajar di Thailand.
Di negara di mana keluarga kerajaan sangat dihormati, keputusannya untuk mengejar pendidikan hingga tingkat doktoral dan bekerja secara profesional di PBB memberikan pesan kuat: bahwa kontribusi nyata kepada masyarakat diukur dari kapasitas ilmu dan dedikasi tindakan.
Meskipun saat ini sang Putri masih berjuang melawan masa kritisnya di rumah sakit dengan bantuan alat medis, warisan intelektualnya di bidang hukum dan kemanusiaan akan terus hidup dan dipelajari oleh para akademisi hukum di seluruh dunia.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply