BEI awasi ketat Telkom (TLKM) terkait investigasi SEC dan DOJ AS soal dugaan fraud laporan keuangan dan proyek BAKTI Kominfo.
The Path To Financial Freedom, EduFulus – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menyatakan terus melakukan monitoring ketat terhadap emiten telekomunikasi pelat merah, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).
Langkah pengawasan ini diambil menyusul adanya investigasi yang dilakukan oleh regulator bursa Amerika Serikat terkait isu dugaan fraud laporan keuangan senilai Rp5 triliun periode 2014-2021.
Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa otoritas bursa telah melakukan serangkaian tindakan pengawasan, termasuk menggelar dengar pendapat (hearing) dengan manajemen Telkom pada 8 April 2026.
SIMAK JUGA: Jam Berapa Pengumuman MSCI? Asing Kabur dan IHSG Bakal Ambruk?
Selain itu, BEI terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memantau perkembangan kasus ini.
Kronologi Investigasi SEC dan DOJ di Amerika Serikat
Sebagai perusahaan yang melantai di New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode saham TLK, Telkom wajib tunduk pada regulasi pasar modal Amerika Serikat. Berikut adalah garis besar investigasi yang sedang berjalan:
Oktober 2023: Securities and Exchange Commission (SEC) memulai investigasi awal terkait proyek BTS dan infrastruktur digital BAKTI Kominfo.
Perluasan Kasus: Investigasi SEC kemudian berkembang hingga mencakup isu akuntansi dan pengungkapan laporan keuangan perusahaan.
Mei 2024: Department of Justice (DOJ) Amerika Serikat turut meminta informasi terkait kepatuhan terhadap Foreign Corrupt Practices Act (FCPA), yakni aturan antikorupsi bagi perusahaan yang tercatat di AS.
Langkah Strategis Telkom: Perkuat Tata Kelola
Menanggapi pengawasan dari BEI dan investigasi global tersebut, manajemen Telkom telah melakukan sejumlah langkah penguatan tata kelola (corporate governance):
Direktorat Baru: Per 5 Mei 2026, Telkom membentuk Direktorat Legal & Compliance serta menunjuk Chief Integrity Officer (CIO) guna memperkuat fungsi kepatuhan.
Kebijakan Clawback: Telkom telah memberlakukan kebijakan clawback (penarikan kembali kompensasi eksekutif) yang efektif sejak 30 Mei 2023.
Evaluasi Aset: Perusahaan telah menyelesaikan evaluasi atas aset drop cable dan last mile yang menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi pada laporan tahun buku 2025.
Keterlambatan Laporan: Telkom mengajukan Notification of Late Filing kepada SEC pada 30 April 2026 karena memerlukan waktu tambahan untuk menyusun laporan tahunan Form 20-F.
Kinerja Keuangan Anjlok
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melaporkan penurunan kinerja keuangan yang cukup signifikan sepanjang tahun buku 2025.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Mei 2026, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp145,74 triliun, mengalami penurunan sekitar 2,15% secara tahunan (Year on Year) dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp149,96 triliun.
Penurunan ini berdampak lebih dalam pada laba usaha yang anjlok hingga 16,42% menjadi Rp3,46 triliun akibat membengkaknya sejumlah pos pengeluaran.
Kenaikan beban tersebut dipicu oleh biaya penyusutan dan amortisasi yang naik menjadi Rp7,01 triliun, beban umum dan administrasi yang meningkat 6,04%, serta adanya kerugian yang belum terealisasi dari perubahan nilai wajar investasi sebesar Rp242 miliar.
Kondisi tersebut mengakibatkan laba bersih Telkom yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot tajam sebesar 20,48% menjadi Rp17,81 triliun di tahun 2025.
Meski demikian, dari sisi posisi keuangan, emiten pelat merah ini masih mencatatkan jumlah aset sebesar Rp287,75 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp150,53 triliun per akhir Desember 2025.
Imbauan BEI bagi Investor
Hingga saat ini, BEI masih menunggu penjelasan lanjutan dari pihak TLKM atas beberapa klarifikasi tambahan yang diminta bursa.
Otoritas bursa menegaskan belum ada pernyataan resmi yang membuktikan terjadinya fraud; saat ini proses masih dalam tahap investigasi dan pengawasan.
BEI mengharapkan publik dan investor untuk selalu memperhatikan setiap Keterbukaan Informasi yang disampaikan oleh Perseroan guna memantau perkembangan kasus ini secara akurat
SIMAK JUGA: HSG Terlanjur Babak-Belur Karena MSCI? Reformasi OJK Diramal Telat Panas?
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply