Profil Nana Kencanawati, DPRD yang Viral Usai Komentari Pengkritik MBG

Profil Nana Kencanawati, Wakil Ketua DPRD Cirebon yang Viral Usai Komentari Emak-emak Penolak MBG.
Sharing for Empowerment

Profil Nana Kencanawati, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon kini menjadi sorotan usai komentari emak-emak penolak MBG.

CIREBON, KalderaNews.com– Nama Nana Kencanawati tengah menjadi perhatian publik setelah komentarnya di media sosial memicu kontroversi dan mendapat kecaman dari berbagai kalangan.

Politisi Partai Gerindra tersebut saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Sorotan terhadap Nana bermula setelah sebuah tangkapan layar komentar dari akun media sosial yang diduga miliknya beredar luas di internet.

BACA JUGA:

Viral karena komentar di Media Sosial

Kontroversi ini bermula dari beredarnya video aksi Aliansi Mahasiswa Cirebon yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kota Cirebon pada Senin (15/6/2026).

Dalam video tersebut, seorang ibu menyampaikan kritik terhadap program MBG dan menyatakan dirinya tidak membutuhkan program tersebut.

Video itu kemudian ramai dibahas di media sosial dan memunculkan berbagai tanggapan. Salah satu komentar yang menjadi sorotan berasal dari akun Instagram @nanakencanawati yang menuliskan:

“Lagian siapa yang mau ngasih lo makan ???? Udah GEMBROT !!!!”

Komentar tersebut kemudian menuai reaksi keras dari warganet. Banyak pihak menilai pernyataan tersebut mengandung unsur body shaming dan tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat publik yang memiliki tanggung jawab sebagai wakil rakyat.

Kritik tidak hanya datang dari masyarakat umum, tetapi juga sejumlah tokoh publik yang turut menyoroti unggahan tersebut di media sosial.

Profil Nana Kencanawati

Hj. Nana Kencanawati, S.Pd. merupakan politikus Partai Gerindra yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Cirebon periode 2024-2029.

Pada Pemilu Legislatif 2024, ia terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Cirebon 6 dengan nomor urut 1 dan berhasil meraih 13.331 suara.

Karier politik Nana di DPRD Kabupaten Cirebon bukanlah yang pertama. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Cirebon periode 2019-2024 dari Partai Gerindra. Pada periode 2024-2029, Nana dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon.

Klaim Ditulis oleh Tim Media Sosial

Menanggapi polemik yang berkembang, Nana menjelaskan bahwa saat komentar itu diunggah, akun Instagram pribadinya sedang digunakan oleh anggota tim media yang biasa membantu mengelola aktivitas media sosialnya.

“Ketua dan Wakil Ketua DPRD memiliki tim media masing-masing. Kebetulan saat membuka Instagram, tim media ibu menggunakan akun ibu dan saat itu komentar tersebut ditulis secara spontan,” ujar Nana.

Ia juga mengaku baru mengetahui komentar tersebut menjadi viral setelah menerima banyak telepon pada malam hari.

Menurutnya, keterbatasan dalam menggunakan teknologi membuat dirinya tidak langsung menyadari reaksi publik yang muncul.

“Ibu tahunya setelah malam banyak yang telepon. Karena ibu gaptek [gagap teknologi], sementara tim media tinggal di Kota Cirebon, jadi baru bisa melihat postingan dan komentar-komentarnya pada malam hari,” jelasnya.

Setelah mengetahui komentar tersebut memicu kontroversi, Nana mengaku segera menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

“Begitu tahu, ibu langsung meminta maaf,” katanya.

Pasca mencuatnya polemik tersebut, akun Instagram pribadi Nana Kencanawati diketahui telah diubah ke mode privat sehingga tidak dapat diakses secara bebas oleh pengguna lain.

Minta maaf usai menuai kritik dari masyarakat

Setelah polemik berkembang dan menuai kritik dari masyarakat, Nana akhirnya menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial pribadinya.

Dalam pernyataan tersebut, ia mengakui bahwa komentar yang ditulisnya tidak pantas dan telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi banyak pihak.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada ibu yang bersangkutan, keluarga, serta seluruh masyarakat atas komentar yang saya tuliskan di media sosial,” tulis Nana dalam unggahannya.

Ia juga menegaskan bahwa komentar tersebut tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang pejabat publik.

“Komentar tersebut tidak tepat, tidak mencerminkan sikap yang seharusnya saya tunjukkan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta ketersinggungan bagi banyak pihak,” lanjutnya.

Dalam klarifikasinya, Nana menyebut dirinya tidak memiliki maksud untuk merendahkan ataupun menghina siapa pun.

Namun, ia mengakui bahwa peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting agar lebih berhati-hati dalam berkomunikasi, terutama di ruang digital.

“Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih bijak, berhati-hati, dan menghormati setiap warga dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial,” tulisnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


245 views