Heboh Video Siswa MTs di Bondowoso Buang Nasi Program MBG

Siswa di Bondowoso Terekam Buang Nasi MBG
Tangkapan layar siswa di Bondowoso Membuang nasi MBG (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Video siswa MTs di Bondowoso diduga membuang nasi program MBG viral di media sosial. Pihak sekolah buka suara dan klarifikasi.

BONDOWOSO, KalderaNews.com– Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa membuang nasi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke tempat sampah menjadi viral di media sosial.

Dalam rekaman berdurasi sekitar 39 detik, terlihat beberapa siswa secara bergantian mengosongkan nasi dari ompreng MBG  ke dalam sebuah gerobak. Nasi yang dibuang tampak masih utuh dan belum disantap.

“Itu nasi MBG. Kalau enak pasti habis. Tutup saja MBG-nya,” terdengar suara dalam video tersebut.

BACA JUGA:

Warganet soroti aksi siswa buang MBG

Diketahui video viral itu berasal dari siswa MTsN 4 Bondowoso. Dalam video itu memperlihatkan sejumlah siswa membuang nasi MBG ke tempat sampah itu pun memicu beragam tanggapan dari warganet.

Sebagian besar mempertanyakan alasan di balik tindakan para siswa, sementara lainnya menyoroti efektivitas pelaksanaan program MBG di sejumlah sekolah.

Beberapa pengguna media sosial menduga siswa enggan menghabiskan makanan karena menu yang disajikan dinilai kurang sesuai dengan selera. Ada pula yang beranggapan fenomena serupa tidak hanya terjadi di satu sekolah.

“Ah dimana mana sama ga di situ doang cek tempat lain bocah pada kaga doyan😂,” tulis akun @zeeruuauto.

Senada, akun @ntaankintan25 mengaku kerap melihat makanan MBG lebih banyak berakhir di tempat sampah daripada dikonsumsi.

“Jujurly emang kebanyakan yg di buang dr pada yg ke makan😭,” komentarnya.

Sementara itu, akun @firman.imanulhaq juga menyampaikan pendapat serupa.

“Faktanya MBG mayoritas tidak dimakan siswa,” tulisnya.

Ada pula warganet yang menduga persoalannya terletak pada menu makanan. Menurut akun @rovikagustiana, sebagian siswa hanya mengambil buah atau susu, sedangkan makanan utamanya tidak dihabiskan.

“Alasannya adalah kebanyakan siswa tidak suka dg menunya, paling hanya diambil buah/susunya saja😢,” tulisnya.

Di sisi lain, sejumlah warganet menyayangkan makanan yang masih layak konsumsi justru dibuang. Mereka menilai makanan tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan oleh orang yang membutuhkan.

“Astaghfirullah, buang-buang makanan… padahal anak saya pingin banget ada MBG di sekolahnya, tapi sampai sekarang belum dapat. Masih banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang akan menerima MBG dengan rasa syukur,” tulis akun @derinzanas.

Pihak sekolah buka suara

Setelah video siswa membuang MBG viral, pihak MTsN 4 Bondowoso memberikan klarifikasi. Video tersebut sebelumnya memicu anggapan di media sosial bahwa para siswa sengaja membuang makanan yang disediakan melalui program pemerintah tersebut.

Kepala MTsN 4 Bondowoso, Dra. Qurniatul Fathiyah, menegaskan bahwa video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan rangkaian peristiwa.

Menurutnya, potongan rekaman tersebut kehilangan konteks sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, video diduga direkam saat sebuah kendaraan dinas Pemerintah Kabupaten Bondowoso terparkir di halaman sekolah. Pada waktu yang sama, Senin (20/7), tengah berlangsung kunjungan kerja Wakil Menteri ke Gapoktan Al-Barokah di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari.

Qurniatul menerangkan bahwa situasi pada hari itu tidak berlangsung seperti biasanya. Kunjungan kerja menyebabkan arus lalu lintas di sekitar sekolah padat, bahkan halaman sekolah digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan tamu. Kondisi tersebut berdampak pada distribusi makanan MBG yang mengalami keterlambatan.

Ia mengungkapkan, pihak SPPG Tumpeng sebelumnya telah menghubungi sekolah melalui WhatsApp untuk menyampaikan bahwa pengiriman makanan terlambat akibat penutupan akses jalan dan kemacetan.

Makanan pun akhirnya belum tiba sesuai jadwal, dan sebagian siswa memilih membeli makanan lebih dahulu di koperasi sekolah.

Saat paket MBG akhirnya datang, banyak siswa sudah dalam kondisi kenyang sehingga hanya mengonsumsi sebagian makanan yang diterima dan menyisakan sisanya.

Qurniatul menjelaskan bahwa kemungkinan besar para siswa tidak menghabiskan makanan karena sudah makan sebelumnya akibat keterlambatan distribusi MBG.

Bantah anggapan siswa sengaja membuang MBG

Lebih lanjut, ia membantah anggapan bahwa para siswa sengaja membuang makanan program MBG. Menurutnya, sisa makanan yang terlihat dalam video telah dikumpulkan oleh pihak sekolah, kemudian dibawa pulang oleh beberapa guru yang memelihara ayam untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Qurniatul juga menegaskan bahwa narasi yang menyebut siswa MTsN 4 Bondowoso sengaja membuang makanan MBG tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Ia menyayangkan beredarnya video tanpa penjelasan yang utuh karena dinilai dapat membentuk persepsi negatif terhadap sekolah.

Menurutnya, masyarakat bisa saja menganggap MTsN 4 Bondowoso tidak mendukung program MBG, padahal kenyataannya justru sebaliknya.

Qurniatul menuturkan, sekolahnya termasuk salah satu yang sangat membutuhkan program tersebut. Ia mengungkapkan masih ada siswa yang datang ke sekolah tanpa sempat sarapan, bahkan beberapa di antaranya pernah mengalami lemas hingga pingsan.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa program Makan Bergizi Gratis memiliki manfaat nyata dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


114 views