Foto siswa SD makan MBG di depan kelas roboh viral. Mendikdasmen Abdul Mu’ti merespons persoalan ini. Simak selengkapnya di sini!
JAKARTA, KalderaNews.com– Viralnya foto siswa SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, yang menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan ruang kelas dengan atap roboh mendapat perhatian pemerintah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan sekolah tersebut akan direvitalisasi dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan.
Menurut Mu’ti, proses pembangunan akan dilakukan menggunakan sistem swakelola. Ia juga menjelaskan bahwa revitalisasi akan mencakup perbaikan tiga ruang kelas, dua toilet, satu ruang administrasi, serta satu ruang perpustakaan.

BACA JUGA:
- Skandal Konferensi Abal-abal UINFas, Makalah AI Lolos Tanpa Kurasi!
- Siswi SD di Padang Meninggal Diduga Korban Bullying, Keluarga Tuntut Keadilan
- Ganti Rugi Jalan Tol Sleman: ‘Kaya Mendadak’ dan Pergeseran Tatanan Sosial
Siapkan anggaran hingga Rp 1,3 miliar
Selain itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 miliar untuk mendukung perbaikan fasilitas di SDN Tanggirejo.
Mu’ti mengatakan hasil verifikasi lapangan menunjukkan sekolah tersebut berhak menerima bantuan senilai Rp1,3 miliar dan pihak sekolah dijadwalkan mengikuti bimbingan teknis di Jakarta pada pekan berikutnya.
Mu’ti turut menjelaskan alasan SDN Tanggirejo sebelumnya tidak masuk dalam daftar prioritas revitalisasi. Ia menyebut berdasarkan data dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sekolah tersebut dilaporkan tidak mengalami kerusakan sehingga tidak tercantum sebagai prioritas perbaikan.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah juga telah merespons viralnya kondisi sekolah tersebut dengan menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, untuk meninjau langsung lokasi.
Dari hasil peninjauan, Sadimin menyampaikan dugaan awal kerusakan bangunan disebabkan rangka atap berbahan kayu yang telah dimakan rayap sehingga tidak lagi mampu menopang beban genteng.
“Tugas kami mengkomunikasikan usulan itu ke tingkat kementerian. Insya Allah Agustus 2026 sudah bisa dilakukan perjanjian kerja sama (PKS),” ujar Sadimin.
Ia menambahkan, apabila seluruh tahapan administrasi berjalan sesuai rencana, anggaran dari pemerintah pusat dapat segera dicairkan sehingga revitalisasi lima ruang yang mengalami kerusakan bisa segera dimulai.
Selain mengawal proses pengajuan revitalisasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan bantuan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebesar Rp50 juta. Dana tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan mendesak sekolah, seperti perbaikan ringan serta pengadaan meja dan kursi.
Kepala sekolah: sudah rusak sejak satu tahun terakhir
Di sisi lain, Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan yang rusak sebenarnya telah menjadi perhatian sejak sekitar satu tahun terakhir.
Pihak sekolah bahkan telah mengusulkan revitalisasi sebagai program prioritas, namun bangunan lebih dulu mengalami kerusakan sebelum perbaikan dapat direalisasikan.
Atap ruang kelas VI dilaporkan roboh pada Januari 2026, kemudian disusul kerusakan pada ruang guru beberapa bulan setelahnya. Sekolah menduga kerusakan dipicu oleh rangka kayu yang telah lapuk akibat serangan rayap.
Untuk menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik, ruang-ruang yang mengalami kerusakan ditutup sementara. Proses kegiatan belajar mengajar pun diatur ulang agar tetap dapat berlangsung dengan aman sambil menunggu proses revitalisasi dimulai.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply