
Dugaan pelecehan seksual oleh mahasiswa USU viral di media sosial. Korban yang teridentifikasi diduga mencapai 66 orang.
MEDAN, KalderaNews.com–Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) berinisial CHS menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.
Kasus tersebut mencuat usai beredarnya sejumlah tangkapan layar percakapan yang diduga memperlihatkan tindakan pelecehan. Unggahan itu dibagikan melalui akun Instagram @chardtogi_ dan @manusiagoblokusu dengan keterangan:
“VIRALKAN!!
MAHASISWA FEB (AKUNTANSI 2025)
MELAKUKAN TINDAKAN PELECEHAN SEKSUAL KEPADA SESAMA MAHASISWA, BAHKAN KEPADA MAHASISWA BARU!!
KORBAN TAK HANYA 1 ORANG, SUDAH BANYAK KORBAN DARI PELAKU!
@bem.usu @suarausu_official @marjinaliskampus @usukecee
#JUSTICEFORMABA #sexharassment”

BACA JUGA:
- Viral di Threads Dugaan Pelecehan Oknum Dosen UMY, Kampus Buka Suara
- 2 Mahasiswi UAD Diduga Alami Pelecehan Seksual saat KKN
- Geger Video Asusila di Unair, Komisi Etik Turun Tangan!
Warganet ramai soroti kasus tersebut
Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan dan memicu banyak pengakuan dari warganet yang mengaku pernah mengalami perlakuan serupa dari terduga pelaku. Jumlah korban yang disebut-sebut terdampak bahkan diklaim telah mencapai puluhan orang.
Di kolom komentar, banyak warganet mendesak pihak kampus segera mengambil tindakan. Berikut beberapa komentar yang ramai menjadi sorotan:
“@bem.usu @suarausu_official @usukecee mana ini, harus di proses.”
“Anjir tahun lalu dia pernah bilang mau jadi ketua BEM tahun 2027 😂.”
“Upload ke Twitter sama Threads juga biar cepet naikkkk.”
“Betulan anak USU? Malu kali awak ah anak USU juga.”
“Lebih baik tarik ke auditorium!!!!!….. sumpah biar ke FH UI, malu-maluin USU, maba-maba pada trauma…..”
“Kirain dah tobatt ehhh setahun berjalan malah makin banyak korban astagaaa.”
Dugaan Modus Pelecehan
Adapun pemilik akun Instagram @chardtogi_, yang menjadi wadah pengaduan para korban, mengungkapkan hingga saat ini terdapat sekitar 66 korban yang telah teridentifikasi. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 60 perempuan dan enam laki-laki.
Menurutnya, seluruh korban yang tercatat telah menyerahkan bukti-bukti yang dinilai valid.Ia menyebut modus yang diduga dilakukan pelaku cukup beragam, mulai dari mengajak korban melakukan video call sex (VCS), menginap di hotel, hingga meminta korban mengirim foto maupun video bermuatan seksual.
Pelaku sendiri merupakan mahasiswa angkatan 2025 di Jurusan Akuntansi FEB USU. Disebutnya, pelaku sering mengajak korban untuk VCS, check in, kemudian meminta korban mengirim foto atau selfie yang memperlihatkan bagian intim.
Tak hanya perempuan, dugaan pelecehan juga disebut dialami oleh korban laki-laki dengan pola yang hampir sama. Selain melalui pesan pribadi, beberapa korban mengaku mengalami tindakan lain yang membuat mereka merasa takut.
Awal Mula Kasus Terungkap ke Publik
Ia menjelaskan bahwa kasus tersebut pertama kali terungkap setelah seorang temannya menghubunginya dan mengaku merasa terganggu oleh pesan-pesan yang dikirim terduga pelaku.
Temannya kemudian memperlihatkan tangkapan layar percakapan yang berisi ajakan seperti pelukan, ciuman, hingga hal-hal lain yang membuat korban merasa tidak nyaman.
Berangkat dari laporan tersebut, ia kemudian berupaya menghubungi terduga pelaku sekaligus menelusuri informasi lebih lanjut.
Saat unggahan mengenai dugaan kasus itu dipublikasikan di media sosial, semakin banyak korban lain yang menghubunginya untuk menyampaikan pengalaman serupa disertai bukti percakapan.
Menurutnya, pada awalnya hanya terdapat dua hingga tiga korban yang memiliki bukti kuat. Namun, setelah unggahan tersebut viral, jumlah laporan terus bertambah hingga puluhan orang.
Ia juga menyebut terduga pelaku telah mengakui kesalahannya, menyampaikan permintaan maaf kepada para korban, dan saat ini disebut sedang menjalani konseling. Meski demikian, para korban tetap berharap terduga pelaku mempertanggungjawabkan dugaan perbuatannya.
USU buka suara
Menanggapi viralnya dugaan kasus tersebut, Manajer Humas dan Promosi Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Irsan Mulyadi, mengatakan pihak kampus langsung mengambil langkah awal.
Ia menjelaskan bahwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU segera berkoordinasi dengan BEM FEB USU yang turut mendampingi para korban dalam proses pengaduan.
Pada Kamis, 9 Juli 2026, para korban datang ke fakultas untuk menyampaikan laporan secara langsung dengan didampingi BEM USU, BEM FEB USU, serta perwakilan Himpunan Mahasiswa Akuntansi.
Menurut Irsan, pihak fakultas telah menerima laporan, mendengarkan keterangan para korban, serta menghimpun informasi awal sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
FEB USU juga telah berkoordinasi dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) USU agar dugaan kasus tersebut diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia mengimbau siapa pun yang merasa menjadi korban atau memiliki informasi terkait agar segera melapor kepada Satgas PPKS USU maupun melalui pihak fakultas.
Irsan menegaskan setiap laporan akan ditindaklanjuti secara serius dan profesional dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pelapor.
Lebih lanjut, ia menyatakan USU berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.
Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, serta memberikan kepercayaan kepada proses penanganan resmi yang sedang berlangsung.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply