Sinopsis Buku Broken Strings dan Link Bacanya: Memoar Aurelie Moeremans yang Tengah Viral

Aurelie Moeremans dan buku terbarunya. (Ist.)
Aurelie Moeremans dan buku terbarunya. (Ist.)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Aktris Aurelie Moeremans merilis sebuah buku memoar berjudul “Broken Strings” pada 10 Oktober 2025.

Buku tersebut memuat kisah hidup pribadinya dan dibagikan secara gratis dalam format PDF dengan dua pilihan bahasa. Karya ini menjadi ruang pengakuan Aurelie atas pengalaman traumatis yang pernah ia alami.

Dalam proses penulisannya, Aurelie mengungkapkan bahwa buku “Broken Strings” dikerjakan secara mandiri tanpa melibatkan editor.

BACA JUGA:

Bahkan, desain sampul hingga tata letak buku setebal 220 halaman itu juga ia kerjakan sendiri. Istri Tyler Bigenho tersebut sengaja memilih tanggal penerbitan yang memiliki makna khusus dalam hidupnya.

“Aku ingin menerbitkan buku ini pada bulan Oktober, tepat tanggal sepuluh, tanggal yang dulu begitu traumatis bagiku. Aku ingin mengubah maknanya, menjadikannya hari kemenangan. Jadi aku membuat semuanya sendiri,” tulis Aurelie dalam bukunya.

Ia juga menegaskan kemandiriannya dalam proses kreatif buku tersebut.

“Aku tidak memakai editor. Sampulnya kubuat sendiri, tata letaknya pun kuserahkan pada diriku sendiri. Aku tidak menunggu siapapun lagi,” lanjutnya.

Sinopsis Buku Broken Strings

Buku Broken Strings merupakan memoar personal yang menuturkan pengalaman Aurelie Moeremans sebagai penyintas grooming, manipulasi emosional, serta kekerasan dalam hubungan yang tidak sehat. Trauma tersebut ia alami sejak usia yang sangat muda.

Dalam kisahnya, Aurelie dengan jujur membuka cerita masa remajanya yang ia gambarkan sebagai masa yang “dirampas” oleh seorang pria dewasa yang ia samarkan dengan nama Bobby.

Sosok tersebut awalnya tampil penuh perhatian dan kasih sayang, namun perlahan menunjukkan sisi manipulatif dan abusif, baik secara emosional, fisik, maupun seksual.

Alur cerita disusun dengan pendekatan yang mencerminkan kondisi psikologis korban trauma, mulai dari ingatan yang terfragmentasi, rasa bersalah, ketakutan, hingga kebingungan yang terus menghantui.

Melalui buku ini, Aurelie memperlihatkan bagaimana relasi yang dibungkus atas nama cinta dapat berubah menjadi alat kontrol yang menghancurkan identitas, harga diri, dan masa depan perempuan, terutama ketika terdapat ketimpangan usia dan kuasa antara korban dan pelaku.

Selain menjadi ruang pengakuan, buku ini juga membantah sejumlah rumor lama mengenai kehidupan pribadinya, termasuk isu pernikahan dan anak, sekaligus meluruskan stigma yang kerap dilekatkan kepada korban kekerasan.

Lebih dari sekadar kisah penderitaan, Broken Strings juga mengangkat perjalanan penyembuhan. Aurelie menuliskan proses panjangnya dalam berdamai dengan masa lalu, memaafkan diri sendiri, dan perlahan keluar dari lingkaran trauma yang menyakitkan.

Peran keluarga digambarkan sebagai penopang penting yang membantunya bertahan dan bangkit. Menjelang akhir, buku ini menghadirkan pesan harapan bahwa bertahan hidup adalah bentuk keberanian, dan luka masa lalu dapat berubah menjadi kekuatan bagi orang lain.

“Ini kisahku, traumaku, tapi juga kesembuhanku. Dan saat tahu kisah ini bisa menolong orang lain, rasanya seperti keajaiban yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun,” tulis Aurelie di bagian penutup.

Link Baca Gratis Broken Strings

Melalui akun media sosialnya, Aurelie Moeremans menyampaikan bahwa buku ini sejak awal tidak direncanakan untuk dicetak secara fisik.

Ia memilih membagikannya secara gratis agar dapat diakses siapa pun. Buku Broken Strings tersedia dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dan dapat dibaca bebas oleh publik.

Link Baca Gratis Broken Strings Buku Aurelie Moeremans dalam Bahasa Indonesia

Link Baca Gratis Broken Strings Buku Aurelie Moeremans dalam Bahasa Inggris

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*