
Simak kronologi lengkap dan isi pesan teror bom di SDN 15 Srengseng Sawah Jaksel saat MPLS yang membuat siswa dievakuasi.
JAKARTA, KalderaNews.com – Hari pertama masuk sekolah sekaligus dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 15 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin, 13 Juli 2026, diwarnai ketakutan.
Lembaga pendidikan dasar tersebut dikejutkan oleh ancaman teror bom yang dikirimkan oleh orang tidak dikenal. Insiden menegangkan ini terjadi justru saat ratusan murid dan guru tengah khidmat melaksanakan upacara bendera di lapangan sekolah setelah libur panjang.
Kronologi peristiwa bermula sekitar pukul 06.30 WIB ketika salah satu guru kelas satu dan staf tata usaha (TU) menerima pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp dari nomor misterius.
BACA JUGA:
- Terungkap! Ternyata Peneror Bom 10 Sekolah Depok Mahasiswa Jurusan IT, Kampus Mana Nih?
- Lagi, Sekolah Internasional di Jakarta Utara NJIS Diteror Bom dan Diminta Tebusan Kripto
- Waduh! 2 Sekolah Internasional di Tangsel Kena Teror Bom, Sudah Ditangani Polisi!
Tidak hanya mengirimkan pesan tertulis, peneror tersebut sempat mencoba melakukan panggilan telepon, namun tidak direspons oleh pihak guru.
Upacara bendera sengaja tetap dilanjutkan hingga selesai oleh pihak sekolah demi menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah timbulnya kepanikan massal di antara para murid yang masih anak-anak.
Setelah upacara selesai dan pesan tersebut dibaca secara saksama, Subekti, salah seorang guru di SDN 15 Srengseng Sawah, segera berkoordinasi untuk melaporkan kejadian darurat ini kepada pengurus RT setempat serta Polsek Jagakarsa sekitar pukul 07.30 WIB.
Laporan tersebut langsung direspons secara cepat oleh jajaran kepolisian yang datang ke lokasi bersama Camat dan Lurah setempat untuk mengamankan area sekolah.
Isi Pesan Ancaman Bom yang Meresahkan
Pesan yang dikirimkan oleh pelaku mengandung narasi intimidatif yang menuntut perhatian cepat dan mengklaim telah memasang bahan peledak di belasan titik.
Isi lengkap pesan ancaman bom di SDN 15 Srengseng Sawah tersebut tertulis: “Selamat pagi dan salam sejahtera diharap bersiap siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik. Kami pantau dari wilayah TKP, bersiap-siap hitung 10 menit dari belakang akan rata semuanya. Jangan coba anda lapor polisi. Saya tahu di sana ada Pak RT untuk apa.”
Mendapati ancaman yang sangat spesifik dan berbahaya tersebut, Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi langsung mengambil langkah taktis untuk mengevakuasi seluruh warga sekolah. Kegiatan MPLS dan belajar mengajar hari itu pun resmi dihentikan demi keselamatan.
Para siswa dikumpulkan terlebih dahulu di lapangan untuk diberikan penjelasan secara tenang, kemudian diperkenankan mengambil barang-barang mereka di kelas sebelum akhirnya dipulangkan dan diserahkan langsung kepada orang tua yang sudah panik menunggu di depan pagar sekolah.
Evakuasi dan Hasil Penyisiran Tim Gegana
Setelah seluruh murid, guru, dan staf berhasil dievakuasi keluar dari area bangunan, area sekolah langsung disterilkan sepenuhnya. Pihak kepolisian segera menerjunkan Tim Gegana Korps Brimob dan Densus 88 Antiteror untuk menyisir setiap sudut, ruang kelas, hingga bagian belakang sekolah guna mendeteksi keberadaan material berbahaya atau benda mencurigakan.
Berdasarkan konfirmasi resmi dari Kompol Nurma Dewi beberapa saat setelah penyisiran tahap awal dilakukan, tim penjinak bom tidak menemukan adanya bahan peledak atau benda berbahaya lainnya di lokasi, dengan hasil pemeriksaan dinyatakan nihil.
Kendati hasil awal menunjukkan situasi yang aman dari bom, tim Gegana dan Densus 88 tetap disiagakan di lokasi untuk melakukan penyisiran lanjutan secara lebih seksama guna memastikan lingkungan SDN 15 Srengseng Sawah benar-benar steril dan aman sebelum aktivitas persekolahan kembali dibuka.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply