Arti Kata Kepo, Singkatan Bahasa Inggris, dan Asal-Usulnya

Kamu Lulus SMA/SMK Sederajat? Deadline Beasiswa S1 WMI 1 April 2019
Siswa SMA sedang berdiskusi (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Sering dipakai sehari-hari, ini arti kata kepo di KBBI, kepanjangannya dalam bahasa Inggris, dan asal-usul bahasanya.

JAKARTA, KalderaNews.com – Kata “kepo” tentu sudah tidak asing lagi dalam percakapan sehari-hari. Bahasa gaul ini kerap digunakan untuk merespons seseorang yang menunjukkan rasa penasaran tinggi atau ingin tahu urusan orang lain.

Populer di kalangan masyarakat, kata ini telah diakui secara resmi dalam bahasa Indonesia dan tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Berdasarkan KBBI, kepo diartikan sebagai rasa ingin tahu yang berlebihan tentang kepentingan atau urusan orang lain.

BACA JUGA:

Di balik penggunaannya yang masif, terdapat fakta sejarah bahasa dan etimologi menarik terkait asal-usul kata kepo.

Mitos dan Singkatan Bahasa Inggris: “Knowing Every Particular Object”

Secara popularitas, kata kepo sering dikaitkan dengan akronim bahasa Inggris, yaitu Knowing Every Particular Object. Jika diterjemahkan, frasa ini berarti “mengetahui setiap objek atau detail tertentu.”

Penafsiran ini menggambarkan karakter seseorang yang selalu ingin menggali informasi hingga ke detail terkecil mengenai suatu hal atau urusan orang lain.

Etimologi dan Asal-Usul Bahasa Hokkien (Kaypoh)

Meski memiliki kaitan singkatan dalam bahasa Inggris, penelusuran etimologi mencatat bahwa akar kata kepo berasal dari bahasa Hokkien (salah satu cabang bahasa Tionghoa dari wilayah Minnan/Min Selatan).

Perjalanan istilah ini dapat ditelusuri melalui beberapa fakta berikut:

  • Bentuk Asli: Dalam bahasa Hokkien, kata ini ditulis sebagai “kaypoh” (kek-po).
  • Makna Awal: Istilah kaypoh merujuk pada sifat suka ikut campur, usil, atau terlalu ingin tahu urusan orang lain.
  • Penyebaran Regional: Kata ini terserap ke dalam Singlish (Singaporean-English) serta digunakan luas oleh masyarakat Singapura dan Malaysia.
  • Adaptasi di Indonesia: Seiring tingginya interaksi budaya di Asia Tenggara, kata tersebut diserap ke dalam bahasa gaul Indonesia dengan penyesuaian ejaan menjadi “kepo” tanpa mengubah makna dasarnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


23 views