9 Bulan Berlalu, Misteri Kematian Mahasiswa UB di Batu Belum Terungkap

Universitas Brawijaya (Kalderanews.com/Ist)
Sharing for Empowerment

BEM Malang Raya mendesak polisi mengungkap kematian mahasiswa S3 UB di Batu yang telah berlangsung 9 bulan. Polisi kini periksa 49 saksi

MALANG, KalderaNews.com– BEM Malang Raya mendesak kepolisian segera mengungkap penyebab kematian mahasiswa S3 Universitas Brawijaya (UB) berinisial KHK di Kota Batu.

Kasus tersebut hingga kini belum menemukan titik terang meski sudah lebih dari sembilan bulan sejak korban ditemukan meninggal dunia.

Koordinator BEM Malang Raya, Muhamad Fauzi, menilai proses pengungkapan kasus kematian KHK berjalan terlalu lama dan terkesan tidak menunjukkan perkembangan berarti. Menurutnya, hingga kini belum ada kejelasan mengenai penyebab mahasiswa tersebut meninggal.

BACA JUGA:

KHK Ditemukan Meninggal pada 20 November 2025

KHK sebelumnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada 20 November 2025. Berdasarkan hasil identifikasi, korban diketahui merupakan mahasiswa aktif program S3 Fakultas Biologi UB.

Kasus tersebut dinilai memiliki sejumlah kejanggalan. Salah satunya karena beberapa barang berharga milik korban tidak ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Fauzi mengatakan kasus kematian KHK perlu mendapat perhatian lebih serius karena proses penanganannya telah berlangsung selama berbulan-bulan.

BEM Malang Raya bahkan mendorong agar kasus tersebut mendapat atensi dari tingkat Polda Jawa Timur hingga Mabes Polri.

“Dari sudut pandang kami di BEM Malang Raya, memang ada beberapa alasan kuat mengapa kematian almarhum KHK ini tidak bisa dilihat sebagai kasus biasa. Kasus ini butuh atensi hingga ke tingkat Polda Jatim maupun Mabes Polri, syukur-syukur tuntutan kita yang paling diatensi,” ujar Fauzi.

Tuntut Evaluasi Kapolda

Menurut Fauzi, lamanya proses penanganan perkara juga menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa mengenai keseriusan aparat dalam mengungkap kasus tersebut.

“Kami menilai kasus terlalu berlarut-larut sehingga muncul kejanggalan dari kita untuk kasus ini. Kami berharap kasus ini bisa dilihat ataupun diambil oleh pihak Polda ataupun Mabes karena ketidakpercayaan kami terhadap Polres Batu,” tegasnya.

Selain meminta pengungkapan kasus dipercepat, BEM Malang Raya juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kapolda Jawa Timur.

Salah satunya adalah evaluasi terhadap kepemimpinan dan pencopotan Kapolres Batu sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penanganan perkara yang dinilai belum efektif.

BEM Malang Raya turut meminta Polda Jatim membentuk tim penyidikan atau supervisi gabungan dengan melibatkan ahli forensik yang kompeten.

Mereka juga mendorong Kompolnas dan Ombudsman melakukan pengawasan serta meminta kepolisian memberikan pembaruan perkembangan kasus secara berkala kepada keluarga korban dan masyarakat.

Polisi Periksa 49 Saksi

Di sisi lain, Satreskrim Polres Batu memastikan penyidikan kasus kematian mahasiswa S3 UB berinisial KHK masih terus berjalan. Polisi telah memeriksa 49 saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin mengatakan jumlah saksi yang diperiksa bertambah dari sebelumnya 46 orang. Penyidik juga masih melakukan pendalaman terhadap keterangan sejumlah saksi.

“Langkah-langkah penyidikan yang kami lakukan adalah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 49 orang. Jadi berkembang, dari dulu 46 sekarang sudah 49, tiga orang saksi baru kami temukan,” ujar Zaenal

Penyidik juga kembali meminta keterangan dari dua saksi yang sebelumnya telah diperiksa. Pemeriksaan tambahan dilakukan untuk menggali informasi lebih mendalam terkait perkara tersebut.

Selain memeriksa saksi, polisi masih berupaya menemukan barang bukti di sekitar lokasi kejadian. Pada 2-3 September 2026, tim penyidik melakukan pengurasan di area sekitar lokasi ditemukannya sepeda motor milik korban.

Lokasi tersebut berada sekitar 700 meter dari tempat jasad KHK pertama kali ditemukan. Pencarian dilakukan untuk menemukan sejumlah barang pribadi korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Upaya pencarian barang bukti itu kami lakukan dengan tujuan untuk mencari barang-barang milik korban yang masih belum ditemukan. Dan juga barangkali ada temuan bukti petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa ini,” terang Zaenal.

Proses Pencarian Masih Terus Diupayakan Polisi

Dalam proses pencarian tersebut, polisi menemukan beberapa benda. Namun, Zaenal mengatakan pihaknya masih harus memastikan terlebih dahulu apakah benda-benda tersebut berkaitan dengan korban dengan melakukan klarifikasi kepada keluarga maupun orang terdekat KHK.

Sejumlah barang yang masih dicari di antaranya perangkat elektronik milik korban. Polisi hingga kini masih mendalami keberadaan barang-barang tersebut.

Zaenal juga membantah anggapan bahwa penyidikan kasus kematian KHK tidak mengalami perkembangan. Ia memastikan Polres Batu masih melakukan berbagai langkah penyidikan untuk mengungkap peristiwa tersebut.

“Bahwa penyidikan ini masih terus berlanjut dan kami juga sudah melakukan upaya-upaya penyidikan sampai nanti peristiwa ini jadi terang. Nanti perkembangan terkait penyidikan peristiwa ini akan kami beritahukan kepada rekan media lebih lanjut,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


41 views