
Akun diduga menawarkan jasa aborsi dan obat keras hingga Rp3 juta. Simak fakta tentang misoprostol dan risiko penggunaannya.
JAKARTA, KalderaNews.com – Media sosial tengah diramaikan dengan keberadaan akun yang diduga menawarkan jasa aborsi sekaligus obat-obatan untuk menggugurkan kandungan.
Akun Instagram yang terhubung dengan Threads tersebut diketahui menggunakan nama @dontpanic.co.id.
Salah satu unggahan akun tersebut kemudian dibagikan ulang oleh pemilik akun Threads @pov.monalisa dan mendapat banyak sorotan warganet.
BACA JUGA:
- Heboh! Drama dan Stress Emak-Emak Saat Anaknya PJJ Viral di Threads
- Viral di Threads Curhat Dibohongi Adik Sepupu yang Kena DO UAD Sejak Lama
- Viral Keluhan Orangtua di Threads, Anak Belum Masuk PAUD Sudah Tercatat Dapodik
Dalam unggahan itu, terdapat promosi yang menyasar perempuan yang mengalami kehamilan dengan menyebut istilah “garis dua”. Adapun caption yang diunggah dalam akun tersebut adalah:
“Gen Z Solution. Atasi garis 2 mu bersama kami. Order now!”
Tawarkan Paket Obat Keras Penggugur Kandungan
Berdasarkan informasi yang beredar, akun itu juga menawarkan sejumlah paket obat keras yang diduga ditujukan untuk mengakhiri kehamilan. Harga paket yang ditawarkan disebut berkisar antara Rp1 juta hingga Rp3 juta.
Namun, akun @dontpanic.co.id kini disebut sudah tidak dapat ditemukan setelah keberadaannya ramai diperbincangkan di media sosial.
Kemunculan akun tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial meminta pihak berwenang menelusuri dan menindak pihak yang berada di balik akun tersebut.
Salah satu warganet mempertanyakan jenis obat yang ditawarkan dan menduga obat tersebut mengandung misoprostol.
“Yang main ginian dengan sadar dan sengaja, semoga selamanya Tuhan gak kasih lagi janin terbentuk di rahimmu. Meskipun kamu meminta dan meraung di kemudian hari. Demi Allah sesuatu yang diperbuat di dunia, janin yang engkau gugurkan itu, akan meminta pertanggung jawabkan kelak di hari akhir!” tulis @rat***.
Sementara itu, warganet lain menyoroti kemungkinan kandungan obat yang ditawarkan akun tersebut.
“Ini mereka jual obat maksudnya? Yang mengandung misopostrol? Kalo iya laporin! Karena ga boleh dijual bebas” tulis @eg***.
Apa Itu Misoprostol?
Misoprostol merupakan obat yang memiliki berbagai penggunaan medis. Obat ini antara lain digunakan dalam penanganan tukak lambung, sementara dalam layanan kesehatan reproduksi, misoprostol juga digunakan untuk sejumlah kondisi terkait kehamilan, termasuk penanganan keguguran dan aborsi medis sesuai pedoman medis.
WHO memasukkan misoprostol dalam daftar obat esensial. Dalam praktik medis, misoprostol dapat digunakan sendiri atau bersama mifepristone untuk aborsi medis.
WHO menyatakan bahwa penggunaan obat tersebut perlu disesuaikan dengan usia kehamilan, metode yang direkomendasikan, serta dukungan informasi dan layanan kesehatan yang memadai.
Maka dari itu, misoprostol tidak tepat disebut hanya sebagai “obat penggugur kandungan”. Obat tersebut mempunyai sejumlah indikasi medis dan penggunaannya harus mempertimbangkan kondisi pasien serta aturan dan pedoman kesehatan yang berlaku.
Apa Bahaya Menggunakan Obat dari Sumber Tidak Jelas?
Persoalan yang perlu diperhatikan dalam kasus penawaran obat melalui media sosial adalah asal-usul, keaslian, kualitas, dan kandungan obat. Pembeli belum tentu mendapatkan produk yang sesuai dengan informasi yang diberikan penjual.
WHO bahkan pernah mengeluarkan peringatan mengenai peredaran misoprostol palsu. Pada 2021, WHO melaporkan temuan produk palsu yang mengatasnamakan Cytotec, salah satu produk yang mengandung misoprostol.
Produk tersebut diketahui gagal dalam pemeriksaan laboratorium atau memiliki informasi produk yang dipalsukan. Kualitas obat juga menjadi perhatian karena misoprostol relatif sensitif terhadap panas dan kelembapan.
WHO pada 2026 menyebut stabilitas kimia misoprostol dapat terganggu ketika terpapar panas dan kelembapan, sehingga pengujian kualitas menjadi salah satu perhatian kesehatan masyarakat.
Artinya, obat yang diperoleh melalui akun media sosial dengan identitas penjual dan sumber produk yang tidak jelas memiliki risiko tersendiri.
Kandungan obat belum tentu sesuai dengan klaim penjual dan kualitasnya juga tidak dapat dipastikan hanya dari kemasan atau keterangan di media sosial.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply