
Gubernur Gavin Newsom sahkan RUU AB 2017. Idulfitri dan Iduladha kini resmi jadi hari libur di negara bagian California!
CALIFORNIA, KalderaNews.com – Negara bagian California, Amerika Serikat, secara resmi mengakui dua hari besar umat Islam, yakni Idulfitri dan Iduladha, sebagai hari libur resmi negara bagian.
Langkah bersejarah ini ditandai dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang Majelis Nomor 2017 (AB 2017) menjadi undang-undang oleh Gubernur California, Gavin Newsom.
California menjadi negara bagian kedua di Amerika Serikat yang secara resmi mengakui kedua festival Islam tersebut di tingkat negara bagian, menyusul langkah serupa yang diambil oleh Negara Bagian Washington pada tahun 2025 lalu.
BACA JUGA:
- Menjaga Keteguhan Iman Muslim di Tengah Ketidakpastian Hidup
- Viral! Siswa Muslim Sekolah di Penabur Raih Nilai Agama Kristen 100
- Profil Zohran Mamdani, Jadi Wali Kota Termuda dan Muslim Pertama di New York
RUU yang diprakarsai oleh anggota Majelis San Francisco dari Partai Demokrat, Matt Haney, ini memberi kelonggaran bagi pegawai negeri maupun pekerja di lingkungan sekolah untuk merayakan Idulfitri dan Iduladha dengan memanfaatkan kredit libur pribadi atau hak cuti yang ada.
Selain itu, sekolah negeri (K-12) dan perguruan tinggi komunitas diizinkan meliburkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan kesepakatan atau prosedur lokal yang berlaku.
“California adalah rumah bagi salah satu komunitas Muslim terbesar dan paling hidup di negara ini, dan tradisi mereka layak mendapatkan pengakuan serta rasa hormat,” ujar Matt Haney dalam keterangan resminya.
“Tidak boleh ada siswa yang harus memilih antara merayakan hari suci agamanya atau menghadiri sekolah, dan tidak ada pekerja yang merasa harus mengorbankan ibadahnya.”
Angin Segar bagi 1 Juta Lebih Warga Muslim California
Dewan Hubungan Islam-Amerika cabang California (CAIR-CA) menyambut hangat pengesahan UU ini. Regulasi baru tersebut dinilai menyelesaikan tantangan menahun yang dihadapi oleh lebih dari satu juta penduduk Muslim di California.
Selama ini, mereka sering berada di posisi dilematis antara menjalankan ibadah agama atau memenuhi kewajiban akademis dan pekerjaan.
CEO CAIR California, Hussam Ayloush, menegaskan bahwa pengesahan AB 2017 mengirimkan pesan inklusivitas yang sangat kuat di tengah meningkatnya sentimen Islamofobia di AS.
“Secara resmi mengakui hari raya ini mengirimkan pesan penting dan kuat bahwa California menghargai serta melindungi komunitas Muslimnya di tengah meningkatnya permusuhan,” ungkap Ayloush.
Di Tengah Lonjakan Serangan Islamofobia di AS
Pengesahan UU ini terjadi di saat gelombang kebencian terhadap komunitas Muslim dilaporkan meningkat tajam di Amerika Serikat.
Data CAIR mencatat adanya kenaikan hingga 183% pada insiden yang menargetkan masjid dan pusat kegiatan Islam selama periode Mei hingga Juli dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bahkan pada 18 Mei lalu, insiden penembakan brutal sempat memuat duka di Islamic Center San Diego, di mana tiga orang gugur saat melindungi jamaah dan anak-anak.
Dengan sahnya AB 2017, Pemerintah California menegaskan komitmennya untuk menghapus hambatan struktural serta memperkuat nilai-nilai kesetaraan, inklusivitas, dan penghormatan terhadap keberagaman budaya bagi seluruh warganya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply