Profesor Cuma 4,1%, Menteri Brian Minta Dosen Dipaksa Naik Pangkat!

Mendikti Saintek, Prof.Brian Yuliarto. (Ist.)
Mendiktisaintek, Prof.Brian Yuliarto. (Ist.)
Sharing for Empowerment

Hanya 4,1% profesor di Indonesia. Menteri Brian Yuliarto minta rektor permudah dan paksa dosen jadi guru besar sebelum umur 50.

JAKARTA, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mencatat fakta mengejutkan mengenai peta jalan pendidikan tinggi nasional. Hingga tahun 2025, jumlah dosen di Indonesia mencapai 328 ribu orang.

Namun, dari angka fantastis tersebut, baru ada sekitar 4,1% atau sebanyak 13.519 dosen yang berhasil memegang jabatan akademik tertinggi, yakni profesor atau guru besar.

BACA JUGA:

Kondisi ini langsung menuai sorotan tajam dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. Dalam arahannya, ia menyoroti mentalitas birokrasi dan hambatan kultural yang membuat proses kenaikan pangkat dosen kerap dipersulit.

Sentilan Menteri Brian: “Dulu Susah, Jangan Bikin Susah!”

Berbicara dalam pembukaan Konvensi Pendidikan Indonesia XII Tahun 2026 di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Bali, pada Jumat (2/10/2026) lalu, Brian dengan tegas meminta agar birokrasi kenaikan jabatan akademik dipangkas dan dipermudah seiring perkembangan zaman.

Ia bahkan menyentil kebiasaan sebagian dosen senior yang sudah bergelar guru besar, yang kerap bernostalgia dengan kesulitan masa lalu dan mewariskan hambatan tersebut kepada juniornya.

“Saya suka lihat, suka dengar dari para dosen senior yang sudah guru besar. ‘Dulu saya susah, sekarang harus susah juga’. Jangan begitu ya, kita permudah,” pesan Brian dikutip dari tayangan ulang YouTube Undiksha, Senin (5/10/2026).

Rektor Diminta “Paksa” Dosen Jadi Profesor Sebelum Usia 50 Tahun

Tidak hanya meminta kemudahan administrasi, Brian juga menyoroti masalah usia profesor di Indonesia yang rata-rata sudah terlalu senior saat pertama kali dikukuhkan. Menurutnya, proses pengajuan guru besar seharusnya sudah digenjot sejak usia matang yang lebih produktif.

“Jangan umur 64 baru diproses (jadi profesor). Tolong umur 50 paling lambat sudah dimasukkan,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Mendiktisaintek menginstruksikan para rektor perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk turun tangan secara aktif. Rektor diminta menyisir data dosen yang mandek atau belum mengajukan kenaikan pangkat. Jika diperlukan, rektor bahkan dipersilakan untuk “memaksa” para dosen tersebut agar segera memproses jabatan profesornya.

“Dicek, Bapak-Ibu sekalian, mana dosen-dosen yang belum guru besar, mana yang tidak naik pangkat. Panggil aja, disuruh, dipaksa. Kan kita memaksa kebaikan ya, dipaksa untuk menjadi profesor kan baik. Jadi ini PR kita bersama,” jelas Brian.

Data Distribusi Jabatan Akademik Dosen di Indonesia (PDDikti 2025)

Berdasarkan data olahan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) 2025 yang dibeberkan oleh Mendiktisaintek, komposisi jabatan akademik dosen di Indonesia saat ini tersebar ke dalam beberapa kategori:

  • Profesor / Guru Besar: Jumlah: 13.519 orang (4,1%))
  • Lektor Kepala: Jumlah: 35.409 orang (10,8%))
  • Lektor: Jumlah: 131.240 orang (40%)
  • Asisten Ahli: Jumlah: 80.460 orang (24,5%))
  • Belum Memiliki Jabatan (Jumlah: 67.613 orang (20,6%)

Mayoritas dosen di tanah air saat ini masih menumpuk di jenjang lektor dan asisten ahli, yang menunjukkan adanya sumbatan struktural yang perlu segera diurai oleh perguruan tinggi masing-masing.

Sebaran Bidang Studi Terbanyak

Selain data jabatan akademik, Kemdiktisaintek juga memetakan bidang-bidang studi utama dengan jumlah tenaga pendidik terbanyak di Indonesia, yang meliputi:

  • Teknik: 59.569 orang
  • Sosial: 49.393 orang
  • Pendidikan: 49.392 orang
  • Kesehatan: 48.185 orang
  • Ekonomi: 46.568 orang

Dengan dorongan kebijakan dan reformasi birokrasi dari Kemdiktisaintek ini, diharapkan lonjakan jumlah profesor muda dapat segera tercapai demi mendongkrak kualitas riset dan mutu pendidikan tinggi di Indonesia ke kancah global.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


30 views