Siaga Satu! 1.300 Personel Dikerahkan Halau Mobilisasi Pelajar ke Jakarta

Bus dan massa pendemo , demo mahasiswa, Demo,
Bus dan massa pendemo (KalderaNews/Malena)
Sharing for Empowerment

Polres Metro Bekasi Kota siagakan 1.300 personel dan helat TFG jelang unjuk rasa 20 Oktober 2026. Pelajar diimbau tak terprovokasi!

BEKASI, KalderaNews.com – Polres Metro Bekasi Kota menggelar simulasi Tactical Floor Game (TFG) guna mematangkan kesiapan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam menghadapi rencana aksi unjuk rasa besar-besaran yang akan berlangsung di Jakarta pada Selasa (20/10/2026).

Langkah pengamanan intensif ini disiapkan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah penyangga ibu kota, sekaligus membendung potensi kerawanan sosial.

Pengerahan 1.300 Personel dan Uji Enam Skenario Pengamanan

Dalam kegiatan yang berlangsung di Markas Polres Metro Bekasi Kota pada Minggu (18/10/2026) tersebut, sebanyak 1.300 personel gabungan, baik berseragam maupun berpakaian dinas non-seragam resmi disiagakan di lapangan.

BACA JUGA:

Simulasi TFG digelar untuk menguji ketangguhan serta respons kepolisian melalui enam skenario pengamanan, meliputi:

  • Pola koordinasi dan komunikasi antarsatuan fungsi.
  • Mekanisme pengambilan keputusan secara cepat saat menghadapi pergeseran dinamika massa.
  • Pemetaan titik kumpul (assembling point) serta jalur-jalur utama keberangkatan massa menuju Jakarta.
  • Pemantauan (cyber patrol) terhadap konten media sosial yang berisi ajakan atau provokasi mobilisasi massa sejak dini.

Ketegasan Kepolisian: Tindak Pihak yang Menghasut Pelajar

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, menegaskan bahwa kepolisian pada dasarnya sangat menghormati hak konstitusional setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum secara damai.

Namun, ia menegaskan batas toleransi bagi siapa pun yang mencoba memanfaatkan, menggerakkan, atau menghasut anak di bawah umur dan pelajar untuk terlibat dalam aksi destruktif atau melawan hukum.

“Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat secara damai. Namun, kami tidak akan segan mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang dengan sengaja menghasut, menggerakkan, atau memanfaatkan pelajar untuk melakukan tindakan melawan hukum,” tegas Putu Kholis.

Pendekatan Persuasif dan Peran Penting Orang Tua serta Sekolah

Guna mengantisipasi keterlibatan siswa sekolah menengah dalam unjuk rasa berisiko, Polres Metro Bekasi Kota mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis yang berlandaskan prinsip perlindungan anak:

  1. Koordinasi Lintas Sektor: Membuka ruang komunikasi intensif bersama jajaran pihak sekolah dan dinas pendidikan setempat.
  2. Pengawasan Keluarga: Mengimbau para orang tua dan wali murid untuk meningkatkan pengawasan harian serta memastikan anak-anak tetap berada dalam lingkungan yang aman.
  3. Penanganan Sesuai Aturan: Memastikan penanganan terhadap anak di bawah umur tetap berorientasi pada perlindungan anak sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Prioritas kami adalah memastikan para pelajar tetap aman dan tidak terjerumus dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kami mengajak orang tua dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak,” tutup Putu Kholis.

Melalui kombinasi kesiapsiagaan personel di titik-titik penyekatan dan pendekatan persuasif ke pihak sekolah, kepolisian berharap situasi keamanan di Bekasi dan Jakarta tetap kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


69 views