Viral Dugaan Pelecehan Maba Unair, Pelaku Ancam Korban Tak Bisa Isi KRS

Heboh Modus Pelecehan Maba Unair, Berkedok Tes Kesehatan dan Minta Foto (Kalderanews/@unermenfess)
Sharing for Empowerment

Percakapan dugaan pelecehan maba Unair beredar di media sosial. Pelaku diduga meminta korban mengirim foto tanpa baju.

SURABAYA, KalderaNews.com – Media sosial diramaikan oleh dugaan penipuan yang berujung pada pelecehan terhadap mahasiswa baru (maba) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Pelaku diduga menyamar sebagai staf kampus dan menggunakan alasan kewajiban pemeriksaan kesehatan untuk mendekati korban hingga meminta foto tanpa mengenakan baju.

Kasus tersebut menjadi viral setelah diunggah akun Instagram menfess perguruan tinggi @unermenfess pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Korban Diancam Tidak Bisa Mengisi KRS

Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang beredar, sasaran pelaku diduga merupakan mahasiswa baru angkatan 2026 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair.

Pelaku disebut menggunakan akun Telegram bernama ‘Nurist Surayya Ulfa’ dan mengaku berasal dari bagian Kemahasiswaan FEB. Ia menghubungi korban untuk menanyakan apakah formulir pemeriksaan awal kesehatan atau pre-check telah diisi.

Untuk membuat korban percaya, pelaku diduga menyampaikan bahwa pengisian data kesehatan merupakan kewajiban mahasiswa.

Korban juga mendapat ancaman bahwa ketidaklengkapan data tersebut akan berdampak pada urusan akademik, termasuk pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) semester berikutnya.

“Datamu tidak ada. Jika tidak lengkap maka tidak bisa mengisi KRS semester berikutnya. Menghubungi untuk menjalankan prosedurnya,” demikian isi pesan pelaku kepada korban.

Setelah itu, pelaku memberikan kontak Telegram seseorang yang disebut sebagai tenaga medis bernama ‘Dokter Ardi’, dengan nama akun @ardipurwanto1988.

Pelaku Diduga Meminta Foto Tanpa Baju

Ketika berkomunikasi dengan akun yang mengaku sebagai dokter tersebut, korban diminta menjalani pemeriksaan di rumah dengan alasan agar prosesnya berlangsung kondusif. Awalnya, percakapan membahas riwayat kesehatan secara umum.

Namun, percakapan itu kemudian diduga mengarah pada permintaan yang tidak pantas. Korban diminta mengirim foto setengah badan tanpa mengenakan baju sambil memperlihatkan otot bisep, dengan batas waktu pengiriman yang sangat singkat.

Berdasarkan keterangan pengirim informasi di media sosial, korban mulai merasa curiga dan sempat menolak permintaan tersebut. Akan tetapi, pelaku disebut terus mendesak sebelum akhirnya pesan percakapan dihapus oleh pihak pelaku.

Pihak Unair Belum Menerima Laporan Resmi

Menanggapi informasi yang beredar, pihak Humas Unair menyampaikan bahwa mereka belum menerima laporan resmi mengenai dugaan penipuan maupun pelecehan tersebut.

“Kami belum menerima laporan resmi terkait kejadian itu Mba. Jadi untuk komentar belum bisa, Mba,” kata Humas Unair.

Dengan belum adanya laporan resmi yang diterima pihak kampus, dugaan kasus tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut.

Identitas pelaku dan kebenaran informasi dalam tangkapan layar yang beredar juga belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


80 views