
JAKARTA, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dalam sebuah wawancara menyebut bahwa kuliah bersifat tersier. Apa makna kata terseier?
Pernyataan Kemendikbudrister tersebut menuai polemik di masyarakat. Pernyataan tersebut terlontar dari mulut Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek, Tjitjik Tjahjandarie.
Saat itu, Tjitjik merespons tentang mahalnya uang kuliah tunggal (UKT) di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN).
BACA JUGA:
- 9,9 Juta Gen Z Indonesia Kagak Kerja, Kagak Sekolah, Terus Ngapain Aja?
- 7 AI Terbaik untuk Desain Grafis, Bisa Buat Desain yang Menarik dengan Mudah
- Menparekraf Sandiaga Uno Tidak Setuju Pelarangan Study Tour!
Tjitjik menyampaikan, pendidikan tinggi hanya ditujukan untuk lulusan SMA, SMK, dan madrasah aliyah yang berkeinginan mendalami suatu ilmu secara lebih lanjut.
Namun, ia menilai bahwa tidak semua lulusan SMA, SMK, dan madrasah aliyah harus melanjutkan studinya ke perguruan tinggi karena hal ini bersifat pilihan.
“Tetapi dari sisi yang lain kita bisa melihat bahwa pendidikan ini adalah tersiery education. Jadi bukan wajib belajar,” ujarnya.
Kalimat tersebut pun disebut blunder dan menyakiti hati masyarakat Indonesia. Lalu apa arti dari kata edukasi tersier itu sendiri?
Arti kata tersier
“Tersier” dalam konteks ekonomi dan kebutuhan manusia merujuk pada tingkat ketiga dari hierarki kebutuhan, yang mencakup barang dan jasa yang dianggap tidak esensial untuk kelangsungan hidup, tetapi penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan individu.
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan tambahan setelah kebutuhan primer (dasar) dan kebutuhan sekunder terpenuhi. Ada 3 macam kebutuhan, yaitu:
- Kebutuhan Primer: Kebutuhan dasar yang mutlak harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup, seperti makanan, air, tempat tinggal, dan pakaian.
- Kebutuhan Sekunder: Kebutuhan yang meningkatkan kenyamanan dan keamanan hidup, seperti pendidikan dasar, layanan kesehatan, dan transportasi.
- Kebutuhan Tersier: Kebutuhan yang meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan, mencakup barang dan jasa seperti hiburan, rekreasi, dan pendidikan tinggi.
Walau pendidikan di perguruan tinggi merupakan kategori tersiar, sejumlah pengamat pendidikan menyatakan bahwa hal itu adalah sebuah blunder besar dari Kemendikbudristek.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply