
LABUHANBATU,KalderaNews.com– Usai video Intan Mutiara, siswi MTs Darul Muhsinin viral karena malu punya utang di sekolah, pihak sekolah memberikan klarifikasi.
Setelah kabar ini ramai diberitakan, pihak MTs Darul Muhsinin buka suara. Mereka menyebut kabar Intan berhenti sekolah karena biaya rekreasi adalah hoaks.
Dalam video klarifikasinya, Intan menjelaskan bahwa keputusannya berhenti sekolah bukan karena iuran piknik, melainkan karena ingin membantu ibunya bekerja.
BACA JUGA:
- Viral! Tak Ikut Piknik tapi Wajib Bayar, Siswi di Labuhanbatu Berhenti Sekolah karena Malu Ditagih
- Heboh, Siswa SMA Negeri 6 Garut Diduga Bunuh Diri Akibat Perundungan, Pihak Sekolah Berkelit!
- Viral! Ibu-Ibu Adu Mulut Berebut Kursi Paling Depan untuk Anaknya di Hari Pertama Sekolah
“Saya ingin meminta maaf atas berita kemarin. Berita yang tersebar itu hoaks. Hari Kamis ada Bapak-bapak bertanya kenapa saya tidak sekolah. Saya bilang karena ingin bekerja dan meringankan beban ibuku, bukan karena rekreasi. Saya memang sudah tidak ingin sekolah lagi,” ujar Intan dalam video tersebut.
Pihak sekolah rilis surat pernyataan
Selain video, pihak sekolah juga merilis surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani Intan. Surat itu menyatakan bahwa Intan telah berhenti sekolah sejak kelas VII semester II atas keinginannya sendiri, bukan karena tunggakan biaya rekreasi.
Namun klarifikasi tersebut justru memicu sorotan warganet. Banyak yang mempertanyakan tanggal surat pernyataan, yakni 21 Juli 2025, karena dibuat setelah video Intan viral. Akibatnya, pihak sekolah menghapus unggahan surat dan video klarifikasi dari akun resmi mereka.
Menariknya, sebelumnya pihak sekolah sempat mengakui adanya tagihan tersebut. Pada Kamis (17/7/2025), Abdul Siregar menyatakan,
“Memang utang itu ada, karena merupakan hasil musyawarah bersama wali murid untuk biaya sewa bus kegiatan rekreasi. Semua siswa-siswi yang terdata. Baik ikut atau tidak, tetap dibebani agar biaya sewa bus terpenuhi,” ungkapnya.
Kronologi video Intan viral
Sebelumnya diberitakan bahwa, Intan Mutiara (14), siswi kelas VII MTs Darul Muhsinin di Desa Hajoran, Kecamatan Sungai Kanan, Labuhanbatu Selatan, memilih berhenti sekolah karena merasa malu ditagih biaya piknik.
Ia mengaku terbebani utang kepada sekolah, hingga akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya. Video Intan yang menangis karena tak mampu membayar iuran piknik tersebut pun viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Intan tampak sedih saat menjelaskan alasan berhenti sekolah. Ia diketahui tinggal bersama ibu angkatnya, Ira (53), yang telah merawatnya sejak kecil.
“Saya malu terhadap teman-teman sekolah pak, karena saat ditagih utang sebesar Rp350.000 oleh pihak sekolah saya tidak mampu membayar,” tutur Intan.
Ira membenarkan bahwa Intan memiliki utang kepada sekolah.
“Benar pak, anak saya Intan punya utang kepada pihak sekolah dan tak mampu melunasinya. Namun beban utang itu sudah pernah kami cicil.”
Utang tersebut berasal dari iuran piknik sekolah sebesar Rp350 ribu per siswa untuk ongkos bus menuju lokasi rekreasi. Meski begitu, Intan sendiri tidak ikut dalam kegiatan tersebut karena tidak mampu membayar biaya tersebut.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply