JAKARTA, KalderaNews.com – Sidang Isbat puasa 2026 untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah akan digelar pada Selasa (17/2) hari ini.
Berdasarkan keterangan dari akun resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kemenag RI, sidang isbat penentuan 1 Ramadan akan dilaksanakan bertepatan dengan 29 Syaban 1447 Hijriah.
Agenda tersebut akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, dan direncanakan dimulai pukul 16.00 WIB.
BACA JUGA:
- 15 Link Twibbon Marhaban Ya Ramadan Gratis, Cocok untuk Media Sosial
- Link Download Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H Versi Muhammadiyah, Cek Kotamu!
- Waduh! Profesor Riset BRIN Prediksi Awal Ramadan akan Berbeda! Begini Penjelasannya!
Ada 37 lokasi pemantauan hilal
Sidang isbat nantinya dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta dihadiri Wakil Menteri Agama, pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua MUI, Tim Hisab Rukyat Kemenag, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, hingga para duta besar negara sahabat.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam Abu Rokhmad menyampaikan bahwa pemerintah menerapkan metode integrasi antara hisab dan rukyatulhilal dalam menetapkan awal bulan Hijriah.
Ia menjelaskan, terdapat tiga tahapan dalam sidang isbat, yakni pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, verifikasi laporan rukyatul hilal dari 37 lokasi pemantauan di seluruh Indonesia, serta tahap akhir berupa pengambilan keputusan.
“Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebagai tambahan informasi, sidang isbat rutin dilaksanakan setiap tahun untuk menentukan awal Ramadan, sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.
Kapan hasil Sidang Isbat puasa 2026 diumumkan?
Hasil Sidang Isbat diperkirakan akan diumumkan sekitar pukul 19.00 WIB atau setelahnya, berdekatan dengan waktu Salat Isya di Indonesia bagian barat.
Masyarakat di wilayah tengah dan timur dapat menyesuaikan pengumuman tersebut dengan zona waktunya masing-masing.
Penentuan 1 Ramadan akan didasarkan pada hasil rukyatul hilal serta perhitungan hisab. Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), maka 1 Ramadan 1447 H akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Namun, jika hilal belum memenuhi standar visibilitas MABIMS, maka bulan Syaban akan digenapkan 30 hari (istikmal) sehingga awal puasa berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply