BEI Siap Luncurkan Indeks Saham Syariah Hijau di 2026, Bidik 50 Ribu Investor Baru

Investasi Syariah
Investasi Syariah (EduFulus/Ist)
Sharing for Empowerment

The Path To Financial Freedom, EduFulus – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menyusun ulang jadwal peluncuran indeks saham syariah hijau (green shariah index).

Inovasi indeks baru yang menggabungkan prinsip syariah dan keberlanjutan lingkungan ini ditargetkan meluncur pada tahun 2026.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdullah, mengungkapkan bahwa peluncuran ini merupakan upaya menjawab kebutuhan investasi berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance).

SIMAK JUGA: Inilah 5 Indeks Saham Syariah di Pasar Modal Indonesia

Meski sempat tertunda karena hasil pengujian ulang (back testing) yang belum memuaskan, pihaknya optimis indeks ini akan hadir tahun ini.

“Timing-nya kemarin tidak pas, sehingga kita tunda. Mudah-mudahan tahun ini ada indeks syariah baru yang keluar berbasis green,” ujar Irwan dalam kegiatan Edukasi Pasar Modal Syariah, Jumat (27/2/2026).

Kinerja Moncer, ISSI Lampaui IHSG

Optimisme peluncuran indeks baru ini didorong oleh performa gemilang instrumen syariah sepanjang tahun 2025. Dari lima indeks syariah yang telah ada—seperti ISSI, JII, hingga IDX Sharia Growth—hampir seluruhnya mencatatkan rapor hijau.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI): Melesat tajam hingga 43,1%, jauh melampaui kenaikan IHSG yang berada di level 22,1%.

Jakarta Islamic Index (JII): Tumbuh 19,4%, mengamankan posisi ketiga sebagai indeks dengan peningkatan tertinggi tahun lalu.

Target Ambisius 2026: 50 Ribu Investor Baru

Melihat antusiasme pasar yang melonjak, BEI menetapkan target pertumbuhan yang jauh lebih agresif pada tahun 2026.

Bursa membidik penambahan 50.000 investor syariah baru, naik signifikan dibandingkan target tahun lalu yang hanya dipatok di angka 13.500.

Hingga Desember 2025, total investor syariah telah mencapai 217.157 orang, atau tumbuh 28,2% secara year to date (ytd).

Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi investor syariah pada 2025 mencapai Rp11,2 triliun, mendekati rekor tertinggi pada 2021 yang sebesar Rp12,4 triliun.

“Kalau target (2026) hanya 13.500 terlalu rendah. Akhirnya kita naikkan targetnya,” imbuh Irwan, merujuk pada realisasi pertumbuhan investor yang jauh melampaui ekspektasi di akhir 2025.

Dengan volume transaksi mencapai 30,6 miliar saham dan frekuensi hingga 2,7 juta kali, pasar modal syariah Indonesia kian mengukuhkan posisinya sebagai instrumen investasi yang tidak hanya aman secara prinsip agama, tetapi juga kompetitif secara imbal hasil.

SIMAK JUGA: Inilah Empat Indeks Saham Syariah: ISSI, JII 70, JII dan IDX-MES BUMN 17

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama di kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*