Laporan polisi dicuekin, ratusan siswa dan guru SMAN 8 Bungo nekat geruduk lokasi tambang emas ilegal di samping sekolah!
BUNGO, KalderaNewas.com – Gerah karena laporan tak kunjung digubris aparat kepolisian, keluarga besar SMAN 8 Bungo akhirnya mengambil langkah berani.
Puluhan guru dan pelajar Desa Rantau Pandan kompak melakukan aksi protes langsung ke lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi tepat di halaman sekolah mereka.
Meski harus berjibaku dengan jalanan berlumpur, semangat massa tak surut demi menyelamatkan masa depan pendidikan.
BACA JUGA:
- Gempar Tambang Ilegal Rusak Gunung Slamet, Warga Mengadukan Deforestasi!
- Bareskrim Bongkar Jaringan Tambang Pasir Ilegal Merapi, Kerugian Negara Diduga Capai Triliunan Rupiah
- Akademisi Timur Lawan Tambang, Kampus Jangan Mau Diadu Domba!
Hanya berjarak sekitar 10 hingga 15 meter dari gedung kelas, aktivitas alat berat terlihat jelas merusak lingkungan.
Kedatangan massa yang membawa spanduk penolakan ini sontak membuat empat pekerja tambang lari kocar-kacir meninggalkan lokasi.
Pendidikan terkepung alat berat dan ancaman banjir
Kepala SMAN 8 Bungo, Khoirul Hadi, menyatakan bahwa keberadaan PETI ini bukan sekadar gangguan suara, melainkan ancaman keselamatan jiwa.
“Sekolah kami sudah langganan banjir sebelum ada tambang. Sekarang ada PETI hanya 15 meter dari gedung, bayangkan betapa parahnya nanti,” keluh Khoirul.
Selain ancaman ekologis, deru mesin excavator yang memekakkan telinga telah menghancurkan konsentrasi belajar siswa sejak awal April lalu.
Pihak sekolah sebenarnya sudah mencoba jalur persuasif dengan menemui pekerja, namun imbauan tersebut dianggap angin lalu oleh para bos tambang.
Aparat lamban?
Kekecewaan pihak sekolah memuncak saat laporan ke Polsek Rantau Pandan tidak membuahkan hasil nyata.
“Katanya mau utus anggota, tapi ditunggu tidak ada yang datang,” ujar Khoirul kecewa.
Meski Kapolres Bungo, AKBP Zamri Alfino, belum memberikan pernyataan resmi, identitas pengelola tambang mulai menjadi buah bibir.
Khoirul menyebut inisial RZ dan RM diduga kuat sebagai aktor di balik aktivitas ilegal yang meresahkan tersebut.
Desakan publik menguat
Hingga kini, situasi di sekitar SMAN 8 Bungo masih terpantau tegang. Aktivitas tambang sempat terhenti pasca-aksi protes, namun warga khawatir para penambang akan kembali saat pengawasan mengendur.
Dukungan di media sosial mulai mengalir deras dengan tagar #SelamatkanSMAN8Bungo, mendesak Kapolda Jambi untuk segera turun tangan menindak tegas oknum di balik PETI tersebut dan mengevaluasi kinerja jajaran Polsek setempat yang dinilai abai.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply