Demo Hardiknas 2 Mei 2026 di Jakarta Pusat berakhir ricuh. Cek kronologi bentrokan BEM SI vs Polisi & 10 tuntutan untuk Prabowo.
JAKARTA, KalderaNews.com – Aksi unjuk rasa memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, berakhir ricuh pada Sabtu (2/5/2026) sore.
Bentrokan fisik antara massa mahasiswa dan aparat kepolisian tak terhindarkan setelah tuntutan mereka untuk bertemu perwakilan pemerintah tidak terpenuhi.
BACA JUGA:
- Hardiknas Bukan Seremoni! BEM SI Gelar Aksi Gelap Gulita Pendidikan
- “Kado” Hardiknas? Nasib Ratusan Ribu Guru Honorer di Ujung Tanduk!
- Inilah Isi Lengkap Pidato Upacara Hardiknas dari Mendikdasmen
Kericuhan mulai memuncak sekitar pukul 17.55 WIB. Massa yang merasa kecewa karena ultimatum mereka diabaikan, mulai membentuk barisan barikade manusia dan merespons dengan aksi saling dorong melawan petugas.
Kronologi Kericuhan Demo Hardiknas di Medan Merdeka Selatan
Bentrokan bermula ketika mahasiswa memberikan waktu 30 menit bagi perwakilan pemerintah untuk hadir menemui massa aksi.
Namun, hingga batas waktu berakhir, tak kunjung ada pejabat yang datang menemui mereka di Jalan Medan Merdeka Selatan.
Massa kemudian memberikan aba-aba “Revolusi!” dari atas mobil komando dan mulai mendobrak barikade polisi. Berdasarkan pantauan di lapangan:
- Massa menarik dan menendang barikade besi kepolisian.
- Terjadi aksi saling dorong dan pelemparan botol plastik.
- Salah satu sisi barikade roboh, memicu bentrokan fisik langsung.
- Mahasiswa sempat memukul barikade menggunakan batang bambu.
Situasi baru mulai kondusif sekitar pukul 18.10 WIB setelah negosiasi dilakukan oleh petugas polisi tak berseragam yang meminta anggotanya untuk menahan diri dari provokasi.
Kritik Anggaran: “MBG Dikebut, Pendidikan Kalang Kabut”
Selain kericuhan fisik, substansi aksi BEM SI tahun ini menyoroti ketimpangan prioritas anggaran pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Anggaran MBG Dikebut, Pendidikan Kalang Kabut”.
Mereka menilai alokasi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh mengabaikan urgensi perbaikan infrastruktur pendidikan, terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), serta kesejahteraan guru honorer yang masih memprihatinkan.
10 Tuntutan Utama BEM SI kepada Presiden Prabowo
Sebelum membubarkan diri secara tertib, Aliansi BEM SI membacakan pernyataan sikap yang memuat 10 poin tuntutan utama bagi sektor pendidikan Indonesia:
- Reformasi Anggaran: Hentikan komersialisasi pendidikan dan benahi tata kelola anggaran.
- Perlindungan Kekerasan Seksual: Evaluasi Permendikbud No. 55 Tahun 2024.
- Prioritas Substantif: Pendidikan harus jadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas.
- Pemerataan Akses: Jamin kualitas pendidikan hingga ke daerah 3T.
- Kesejahteraan Guru: Tingkatkan gaji dan kepastian status guru honorer.
- Rehabilitasi Sekolah: Perbaiki ribuan bangunan sekolah yang rusak di seluruh RI.
- Kebijakan Berbasis Data: Konsistensi kebijakan pendidikan nasional.
- Pendidikan Karakter: Penguatan nilai berbasis kearifan lokal.
- Transparansi Anggaran: Pengawasan ketat pada distribusi dana pendidikan.
- Revisi UU Sisdiknas: Mendesak pelibatan masyarakat sipil dalam pembahasan undang-undang.
Akibat aksi unjuk rasa ini, pihak kepolisian sempat menutup total akses Jalan Medan Merdeka Selatan. Penutupan dilakukan menggunakan water barrier di persimpangan Tugu Patung Kuda Monas.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply