BMKG deteksi Siklon Algupit picu hujan lebat dan angin kencang di Indonesia. Siapkan payung, waspada bencana hidrometeorologi!
JAKARTA, KalderaNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengidentifikasi kemunculan Siklon Tropis Algupit yang berputar di Samudra Pasifik, tepat di timur Filipina.
Dengan kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot dan tekanan udara minimum 998 hPa, siklon ini bergerak ke arah barat-barat laut.
Meski kekuatannya diprediksi akan menurun dalam 48 jam ke depan, sistem ini telah memicu low level jet dan menciptakan daerah konvergensi (pertemuan angin) yang memanjang dari utara Papua Barat Daya hingga Papua.
Kondisi ini membuat atmosfer menjadi sangat tidak stabil.
BACA JUGA:
- Mengapa Hujan Deras Masih Terjadi di Bulan April? Ini Penjelasan BMKG
- 6 Fenomena Langit Sepanjang Bulan Mei 2026, Cek Jadwalnya!
- Heboh Jonggol! Apa Itu Pelangi “Cloud Iridescence”? Tanda Bencana?
Waspada hujan lebat
Selain ancaman dari Samudra Pasifik, BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik di Laut Natuna Utara, Sarawak, dan Selat Kalimantan bagian selatan.
Fenomena ini menyebabkan terbentuknya sabuk awan hujan yang membentang dari Kalimantan Barat hingga Sulawesi Barat dan Kalimantan Timur.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi terhadap potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, khususnya bagi warga di:
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
Prediksi cuaca kota besar
Prakirawan BMKG, Massayu, juga menyoroti kondisi cuaca di sejumlah kota besar di Indonesia.
Bagi penduduk Pangkal Pinang dan Banjarmasin, harap berhati-hati karena diprediksi akan terjadi hujan yang disertai petir.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan akan mengguyur Tanjung Pinang, Padang, dan Mamuju.
Untuk wilayah pusat ekonomi seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bandar Lampung, cuaca diprediksi akan didominasi oleh awan tebal.
Di sisi lain, wilayah Denpasar, Mataram, Kupang, Ternate, dan Jayapura diprakirakan jauh lebih tenang dengan kondisi cerah berawan hingga berawan tebal.
Mengingat tingginya potensi pertumbuhan awan hujan, BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau kanal informasi resmi guna mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply