Ribuan siswa SD dan SMP meraih “rapor merah” di TKA 2026. Agak kuat di literasi Bahasa, tapi lembek di numerasi. Kenapa ya?
JAKARTA, KalderaNews.com – Prestasi luar biasa sekaligus potret evaluasi mendalam mewarnai hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) terbaru di jenjang SD dan SMP sederajat.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat ribuan pelajar sukses menyabet nilai sempurna alias 100.
Namun, ada ketimpangan mencolok yang memicu tanda tanya besar: mengapa kemampuan literasi bahasa kita melesat jauh, sementara kemampuan numerasi masih tertatih-tatih?
BACA JUGA:
- Begini Cara Baca Skor TKA SD-SMA 2026, Simak!
- Terbaru! TKA SMA 2026 Kini Serentak Nasional, Ini Jadwalnya!
- TKA SD dan SMP 2027 Dirombak Total, Tambah Mapel, Durasi Dipangkas!
Bahasa Indonesia vs Matematika
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, mengungkapkan bahwa murid-murid peraih nilai 100 ini tersebar di berbagai daerah.
Menariknya, dominasi nilai sempurna ini dikuasai oleh mata pelajaran Bahasa Indonesia.
“Ada yang dapat nilai sempurna, betul semua di semua soal. Dan jumlahnya kalau untuk Bahasa Indonesia memang lebih banyak dibandingkan Matematika,” ujar Rahmawati.
Di tingkat SD/MI sederajat, sebanyak 4.509 murid berhasil mencetak nilai 100 di mapel Bahasa Indonesia. Bandingkan dengan Matematika yang hanya mampu meloloskan 814 anak ke podium nilai sempurna.
Ketimpangan ini semakin menganga di level SMP/MTs sederajat. Sebanyak 4.051 siswa meraih nilai 100 untuk Bahasa Indonesia, sedangkan untuk Matematika? Angkanya merosot tajam, hanya 271 anak yang sukses menjawab semua soal dengan benar.
Sebaran kategori nilai per pelajaran
Pada TKA SD-SMP, Kemendikdasmen menambahkan satu kategori baru, yakni istimewa untuk murid yang nilainya 95 atau lebih.
Adapun data sebaran kategori nilai per mata pelajaran, yakni:
SD/MI/sederajat
Bahasa Indonesia
- Kurang (nilai <50): 27,58% murid
- Memadai (>50 sampai <76,67): 49,16% murid
- Baik (nilai >76,67): 22,67% murid
- Baik-Istimewa (nilai >= 95): 0,59% murid
Matematika
- Kurang (nilai <50): 20,42% murid
- Memadai (>50 sampai <76,67): 60,64% murid
- Baik (nilai >76,67): 18,87% murid
- Baik-Istimewa (nilai >= 95): 0,07% murid
SMP/MTs/sederajat
Bahasa Indonesia
- Kurang (nilai <50): 25,25% murid
- Memadai (>50 sampai <76,67): 51,21% murid
- Baik (nilai >76,67): 22,97% murid
- Baik-Istimewa (nilai >= 95): 0,57% murid
Matematika
- Kurang (nilai <50): 23,24% murid
- Memadai (>50 sampai <76,67): 67,06% murid
- Baik (nilai >76,67): 9,67% murid
- Baik-Istimewa (nilai >= 95): 0,03% murid
Kategori capaian ini digunakan untuk memudahkan setiap murid merefleksikan kemampuannya.
Jika nilainya belum baik, maka guru dan orangtua bisa menyiapkan strategi dalam meningkatkan kemampuan murid ke depannya.
“Fokus utama dari TKA di mana hasil TKA tidak berhenti kepada nilai dan capaian, tetapi berujung kepada perbaikan dan refleksi strategi pembelajaran,” kata Rahmawati.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply