Menakar Efektivitas Danamon Prasmul EduWealth: Solusi Nyata atau Sekadar Tren Kolaborasi?

Mahasiswa baru mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru di Universitas Multimedia Nusantara (OMB UMN) 2023
Mahasiswa baru mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru di Universitas Multimedia Nusantara (OMB UMN) 2023 (KalderaNews/Dok. OMB UMN)
Sharing for Empowerment

Rata-rata biaya pendidikan SMA melesat dari Rp 4,6 juta pada 2018 menjadi Rp 10,2 juta pada 2024. Perlu persiapan.

JAKARTA, KalderaNews.com – Kenaikan biaya pendidikan di Indonesia bukan lagi sekadar isu musiman, melainkan tantangan finansial riil yang menghantui para orang tua.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) merekam lonjakan yang signifikan: rata-rata biaya pendidikan SMA melesat dari Rp 4,6 juta pada 2018 menjadi Rp 10,2 juta pada 2024.

Sementara itu, biaya perguruan tinggi merangkak naik menyentuh angka Rp 19 juta di tahun yang sama.

BACA JUGA:

Merespons tekanan inflasi pendidikan ini, PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengambil langkah tak biasa.

Alih-alih meluncurkan produk tabungan konvensional, Danamon menggandeng Universitas Prasetiya Mulya dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia untuk meluncurkan Danamon Prasmul EduWealth.

Namun, seberapa efektifkah program tiga penjuru (bank, asuransi, dan universitas) ini dalam menyelesaikan akar masalah keuangan keluarga Indonesia?

Membedah Formula Tiga Penjuru: Mengapa Ekosistem Ini Menjanjikan?

Selama ini, masyarakat cenderung menyiapkan dana pendidikan secara terpisah-pisah. Mengumpulkan uang di bank, membeli polis asuransi di tempat lain, dan baru menghitung kecukupan dana saat anak mendaftar kuliah.

Hambatan terbesar dari pola ini adalah putusnya sinkronisasi antara target dana dan realitas biaya kampus yang terus melambung.

Di sinilah program Danamon Prasmul EduWealth mencoba menawarkan efektivitasnya melalui satu ekosistem terintegrasi:

  • Perencanaan & Pendanaan Terarah (Danamon): Bertindak sebagai motor pengelolaan dana secara bertahap agar orang tua dapat membangun disiplin finansial tanpa mengganggu arus kas bulanan.
  • Proteksi Risiko Jangka Panjang (Manulife): Menjadi jaring pengaman. Rencana pendidikan jangka panjang sangat rentan gagal jika pencari nafkah utama mengalami risiko tak terduga (sakit atau meninggal dunia). Kehadiran asuransi memastikan dana kuliah tetap tersedia apa pun yang terjadi.
  • Akses Langsung ke Dunia Akademik (Universitas Prasetiya Mulya): Ini yang membedakan. Keterlibatan institusi pendidikan membuat orang tua mendapatkan gambaran riil mengenai proyeksi biaya dan kompetensi masa depan yang dibutuhkan anak, sehingga perencanaan keuangan menjadi lebih presisi.

Menepis Keraguan: Efektifkah untuk Semua Keluarga?

Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, menegaskan bahwa kolaborasi holistik ini dirancang agar persiapan masa depan anak menjadi lebih terarah.

Senada dengan Ivan, Ketua Pengurus Yayasan Prasetiya Mulya, Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak, menyoroti pentingnya akses agar keputusan pendidikan anak tidak lagi didikte oleh kondisi finansial sesaat di masa depan.

Namun, efektivitas program ini di lapangan akan sangat bergantung pada dua hal: fleksibilitas produk dan edukasi ke masyarakat.

Jika program ini mampu memangkas birokrasi, menawarkan premi/setoran yang adaptif terhadap profil finansial nasabah menengah, serta memberikan kepastian proteksi yang transparan sebagaimana ditekankan oleh CEO Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati, maka EduWealth bisa menjadi cetak biru (blueprint) baru bagi produk finansial di IIndonesia

So, menghadapi inflasi pendidikan, menabung saja jelas sudah usang dan kalah cepat dengan laju inflasi. Program Danamon Prasmul EduWealth berpotensi menjadi solusi yang sangat efektif karena berani mendobrak sekat antara perbankan, asuransi, dan universitas.

Bagi orang tua, ekosistem satu pintu ini bukan lagi sekadar pilihan fasilitas perbankan, melainkan strategi bertahan hidup (survival strategy) demi mengamankan bangku kuliah anak di masa depan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*