Heboh Fenomena dan Alasan ASN Muda Resign: Pilih WFH & Bisnis dari Rumah

Sharing for Empowerment

Kisah nyata ASN 2021 resign demi bisnis. Intip alur birokrasi SILICA/MyASN dan risiko pengembalian gaji negara di sini!

JAKARTA, KalderaNews.com – Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) selama puluhan tahun dianggap sebagai pencapaian tertinggi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Jaminan masa tua, tunjangan, dan status sosial yang stabil membuat jutaan orang rela mengantre dan bertarung dalam seleksi CPNS setiap tahunnya.

Namun, beberapa tahun terakhir, sebuah tren baru mulai bergeser di kalangan generasi muda (Gen Z dan Milenial). Alih-alih bertahan di “kursi empuk” birokrasi, tidak sedikit ASN muda yang memutuskan untuk melepaskan status tersebut.

BACA JUGA:

Salah satu cerita nyata yang viral di media sosial datang dari akun @ceritakerjadarirumah, seorang ASN muda angkatan seleksi CPNS 2021 yang memutuskan untuk resign demi fokus membangun bisnis dari rumah.

Kronologi & Alur Proses Resign ASN yang Ternyata “Panjang”

Mengundurkan diri dari status ASN tidak semudah membalikkan telapak tangan atau sekadar mengirimkan surat one-month notice seperti di perusahaan swasta. Prosesnya melibatkan birokrasi berlapis dan integrasi sistem digital.

Melalui unggahannya, akun @ceritakerjadarirumah membagikan pengalamannya:

“Sudah mengajukan pengunduran diri dr ASN sejak awal maret & upload ke myasn sejak april, namun prosesnya ternyata cukup panjang.. bismillah lancar”

Ketika netizen dengan akun @mrtsshlhh11 bertanya, “Ka, spill dong gimana proses resign nyaa”, akun @azahrahf_ (yang merupakan representasi dari pembuat konten tersebut) merinci 5 tahapan krusial dalam proses pengunduran diri ASN:

  • Mengajukan undur diri ke dinas terkait (misal: dinas pendidikan).
  • Mendapatkan surat terusan, kemudian diteruskan ke BKPSDM dan melakukan upload data undur diri di sistem (seperti SILICA/MyASN).
  • Menunggu sekitar 1 minggu sampai data dikonfirmasi masuk.
  • Menunggu proses pembuatan SK (Surat Keputusan) pemberhentian sekitar kurang lebih 2 minggu hingga 1 bulan.
  • SK turun, resmi resign, dan wajib mengembalikan gaji yang terlanjur masih masuk selama proses administrasi berjalan.

Berapa Lama Proses Resign ASN Selesai?

Durasi proses ini sangat bervariasi antar instansi dan daerah. Akun @putriialawiyah sempat keheranan karena proses akun @ceritakerjadarirumah tergolong cepat, “kakkk itu april tahun ini juga? brrti cuma hitungan bulan yaa, soalnya temenku udah setahun masih proses2 aja.”

Menanggapi hal tersebut, @ceritakerjadarirumah menjelaskan kenyataan di lapangan:

“Waduhh.. prosesnya beda-beda kak, ada kenala saya yg cuma 1 bulan, 2-3 bulan juga ada, 1,5 tahun juga ada.. sungguh bermacam-macam kak 🥲”

Kuncinya, seperti yang disarankan oleh netizen @ilmanalkausar, “tetap harus berkomunikasi dengan kepegawaian agar diproses. Semangat!”, yang kemudian dibenarkan oleh pembuat konten, “Betul kak, sy tiap bulan komunikasi ke bkpsdm terkait update proses saya.”

Mengapa ASN Muda Memilih Resign?

Fenomena ini memicu perdebatan di kolom komentar. Netizen seperti @wulan_syntya mewakili pandangan masyarakat awam pada umumnya: “Kak bukan nya masuk ASN susah..knp kok malah amu risend bukan nya gaji nya ASN gede nya kak”. Akun @bynamood, @r1_ris, dan @liyonmaiden juga kompak menanyakan hal yang sama: “Kenapa resign kak?”

Dari kacamata manajemen karier modern, ada beberapa alasan kuat mengapa fenomena ini terjadi:

1). Kesiapan Backup Plan dan Kebebasan Waktu (WFH)

Bagi generasi muda saat ini, fleksibilitas kerja bernilai sangat tinggi. Akun @ceritakerjadarirumah mengungkapkan bahwa keputusannya diambil bukan secara gegabah, melainkan karena sudah memiliki pondasi bisnis yang kuat.

“Alhamdulillah sejak jauh-jauh hari ini ada back up usaha yg dirintis dan sudah running beberapa tahun terakhir kak, sekarang fokus usaha dari rumah.”

2). Ekspektasi Finansial vs Realitas

Meskipun ASN menawarkan stabilitas, bagi sebagian anak muda yang memiliki jiwa entrepreneurship, pertumbuhan pendapatan di luar birokrasi dinilai jauh lebih eksponensial.

Komentar dari @accprivateaja secara blak-blakan menyoroti aspek ini: “Ihhh najis kecik bangetttt… Sad…” yang merujuk pada realitas gaji pokok ASN golongan awal yang terkadang dinilai kurang kompetitif di kota-kota besar jika tanpa tunjangan kinerja yang besar.

Banyak ASN Lain yang Punya Cita-Cita Serupa?

Menariknya, unggahan ini justru menjadi ruang “curhat” bagi sesama ASN yang memiliki keinginan serupa namun belum berani melangkah.

Netizen @teralakeluli berkomentar, “Waah cita-citaku”. Ketika ditanya balik oleh @ceritakerjadarirumah apakah banyak pegawai lain yang ingin resign, @teralakeluli menjawab jujur: “Rencana sih ada kak tapi yaa itu back up plan-nya belum kuat 🤣 Doakan semoga bisa menyusul ya kak 😁”

Fenomena ini membuktikan bahwa gelombang Great Resignation atau pergeseran prioritas kerja dari kantoran konvensional menuju Work From Home (WFH) dan wirausaha juga mulai merambah sektor pemerintahan Indonesia.

Catatan Penting Soal Administrasi: Pengembalian Kelebihan Gaji

Satu hal teknis yang jarang diketahui publik dalam proses resign PNS adalah kewajiban mengembalikan uang negara. Karena proses birokrasi pemutusan gaji sering kali kalah cepat dengan tanggal efektif resign, sistem terkadang masih mentransfer gaji ke rekening yang bersangkutan.

Ketika @_anatasya_f bertanya, “Kalau gak dikembalikan gmn ka?”, realitasnya hal ini bisa menjadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) karena termasuk kerugian negara. Akun @hildaym369 membagikan pengalaman serupa yang menimpa keluarganya: “wkwk akupun pernah ngurusin punya ayahku krn tunjangannya masih masuk ke gaji pensiun ibuku. jadinya dipotong dr pensiunan ibu tiap bulan.”

So, keputusan untuk mundur dari ASN angkatan 2021 seperti yang dilakukan oleh @ceritakerjadarirumah memicu banyak dukungan.

Doa-doa baik mengalir dari netizen seperti @zulmi_kencang_kali (“Mantap semoga makin sukses”), @aammnn___ (“Alhamdulillah, semangat ya kak. Sukses untuk usahanya”), hingga @andi.artaa (“wah selamat yaa mas, semoga mas rejekinya bisa lebih lancar dan bahagia”).

Fenomena ASN muda resign memberikan kita satu pelajaran penting dalam manajemen karier modern: Stabilitas tidak lagi menjadi satu-satunya indikator kesuksesan.

Bagi generasi muda, keberanian mengambil risiko, kesiapan backup plan bisnis, dan kenyamanan bekerja dari rumah kini menjadi kemewahan baru yang layak diperjuangkan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*