KKP dan Kemendiktisaintek resmikan Institut Kelautan Indonesia, gabungkan 11 politeknik demi cetak SDM Ekonomi Biru.
JAKARTA, KalderaNews.com – Langkah transformatif dalam dunia pendidikan tinggi vokasi maritim resmi dimulai. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meresmikan pendirian Institut Kelautan Indonesia (IKI) atau Ocean Institute of Indonesia (OII) pada Selasa (21/7/2026).
Inisiatif strategis ini menandai penggabungan 11 perguruan tinggi dan politeknik di bawah naungan KKP menjadi satu entitas institusi pendidikan terpadu.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa pendirian IKI ditargetkan menjadi poros utama melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus pusat riset dan inovasi kelautan nasional.
BACA JUGA:
- Dirikan Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), 3 PTS Diakuisi
- Wujudkan Visi Lifelong Learner, Cikal Dirikan University College Indonesia
- Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Pemerintah akan Siapkan 10 Kampus
Menurutnya, potensi besar sektor kelautan Indonesia memerlukan pengolahan berbasis sains modern dan teknologi tepat guna.
“Kelautan adalah harta karun yang harus diangkat oleh orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Ocean Institute of Indonesia akan menjadi salah satu backbone lahirnya inovasi-inovasi dan karya-karya besar di bidang kelautan,” ujar Menteri Brian dalam sambutannya di Kantor KKP, Jakarta.
Pembaruan Vokasi Berbasis Spesialisasi Wilayah
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan bahwa peleburan 11 politeknik ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan perombakan menyeluruh pada sistem kurikulum, tata kelola organisasi, hingga orientasi lulusan.
Langkah konsolidasi ini diambil untuk menjawab tantangan metode pembelajaran dan fasilitas praktik vokasi agar sejalan dengan perkembangan teknologi serta industri maritim global.
Dalam strategi barunya, IKI akan menerapkan konsep spesialisasi kampus berbasis keunggulan potensi daerah. Pendekatan ini dirancang agar setiap unit kampus berfokus menciptakan tenaga ahli spesifik yang mendukung program Ekonomi Biru berkelanjutan.
“Ke depan, kalau mau mencari ahli budidaya lobster ada di kampus Dumai, atau ahli budidaya rumput laut ada di Kupang. Jadi ada spesifikasi khusus, tidak semua kampus seragam,” ungkap Trenggono.
Fondasi Hukum dan Pengakuan Internasional
Transformasi besar ini didukung oleh pilar regulasi yang kuat melalui penerbitan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 50 Tahun 2026 tentang penggunaan nomenklatur Institut Kelautan Indonesia (Ocean Institute of Indonesia).
Selain itu, KKP juga menerbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 51 Tahun 2026 terkait pembentukan Dewan IKI guna memperkuat sinergi pendidikan vokasi.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KKP, I Nyoman Radiarta, menambahkan bahwa reorientasi ini berfokus pada peningkatkan mutu, daya saing lulusan, serta pemenuhan standar pengakuan internasional (international recognition).
Sebaran 11 Kampus dan Fokus Program Unggulan IKI
Sebagai jaringan kampus vokasi maritim terpadu, IKI membagi fokus keahlian di 11 titik lokasi strategis seluruh Indonesia:
- Kampus Jakarta: Pusat Pengembangan Program Diploma 4 (D4)
- Kampus Karawang: Pusat Pengembangan Program Diploma 3 (D3)
- Kampus Dumai: Spesialisasi Perikanan Tangkap (termasuk komoditas unggulan seperti lobster)
- Kampus Pangandaran: Spesialisasi Teknologi Kelautan
- Kampus Sidoarjo: Satuan Kerja Badan Layanan Umum (Satker BLU)
- Kampus Jembrana: Spesialisasi Pengolahan Hasil Perikanan
- Kampus Kupang: Spesialisasi Budidaya Perikanan (termasuk rumput laut)
- Kampus Bone: Spesialisasi Budidaya Perikanan
- Kampus Bitung: Spesialisasi Perikanan Tangkap (Mekanisasi)
- Kampus Wakatobi: Spesialisasi Konservasi Kelautan
- Kampus Sorong: Spesialisasi Perikanan Tangkap
Melalui penguatan integrasi ini, Kemendiktisaintek dan KKP optimistis IKI tidak hanya melahirkan Center of Excellence di berbagai daerah, tetapi juga memicu lahirnya perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi kelautan yang siap memperkuat perekonomian nasional.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply