Miris! Siswa SMP di Pemalang Tewas Diduga Jadi Korban Bullying

Jenasah, Kematian, Bunuh Diri, Mati, Pembunuhan
Jenasah (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Seorang siswa SMP Negeri 4 Randudongkal, Pemalang, meninggal dunia diduga akibat bullying. Simak selengkapnya di sini.

JAKARTA, KalderaNews.com– Kabar duka datang dari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Seorang siswa SMP Negeri 4 Randudongkal bernama Ahmad Al Fian atau AAF (13) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan (bullying).

Korban sempat menjalani perawatan di RS Mardhatillah Muhammadiyah Randudongkal pada Minggu (2/8/2026). Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada malam harinya.

Satreskrim Polres Pemalang kini menangani kasus tersebut dengan melakukan penyelidikan. Selain mengautopsi jenazah korban bersama tim Dokes Polda Jawa Tengah, polisi juga memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian AAF.

BACA JUGA:

Polisi telah tangani kasus kematian siswa

Penyidik saat ini telah meminta keterangan dari teman-teman korban, dokter yang menangani korban selama dirawat di rumah sakit, serta kedua orang tuanya.

“Kami masih dalam penyelidikan dan pendalaman terkait saksi-saksi yang ada dan saat ini kami sedang melaksanakan pemeriksaan kepada beberapa saksi dari teman korban dan dokter yang menangani dan dari orangtua korban,” ucap Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M Faizal Wildan Umar.

Kasus ini mulai ditangani aparat setelah Polsek Randudongkal menerima laporan mengenai meninggalnya korban pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Satreskrim Polres Pemalang bersama Polsek Randudongkal langsung mendatangi rumah duka di Desa Semingkir untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan awal dari keluarga korban.

“Begitu menerima aduan, anggota Sat Reskrim Polres Pemalang bersama Polsek Randudongkal langsung mendatangi rumah duka di Desa Semingkir untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan awal dari orang tua korban,” ujarnya.

Kronologi siswa SMP meninggal dunia

Dari hasil penyelidikan awal diketahui korban sempat dirawat selama satu hari di RS Mardhatillah Randudongkal sebelum akhirnya meninggal dunia. Polisi juga masih menunggu hasil rekam medis dari rumah sakit sebagai bagian dari proses penyidikan.

“Kami masih menunggu hasil rekam medis dari Rumah Sakit Mardhatillah Randudongkal, di mana korban sempat dirawat selama satu hari sebelum dinyatakan meninggal dunia,” kata Wildan.

Selain itu, Polres Pemalang turut berkoordinasi dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah serta instansi terkait untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Ayah korban, Saifudin, mengaku mengetahui kabar meninggalnya putranya saat sedang bekerja di Jakarta. Ia berharap proses hukum berjalan secara tuntas sehingga penyebab kematian anaknya dapat terungkap.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*