Presiden Prabowo luncurkan renovasi 71.744 sekolah & digitalisasi kelas. Cek target lengkap pendidikan Indonesia di sini!
JAKARTA, KalderaNews.com – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam merombak total kualitas pendidikan nasional.
Dalam pidato resminya pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto menyatakan tengah menjalankan program perbaikan sekolah terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
BACA JUGA:
- Heboh Paper Nobel Perdamaian MBG Cantumkan Nama Prabowo, Apa Isinya?
- Apa itu Londo Ireng? Istilah yang Dipakai Prabowo Saat Singgung Jurnalis dan LSM
- Heboh Arah IHSG Dikaitkan dengan Pidato Prabowo, Bos BEI Buka Suara
Langkah ini mencakup perbaikan infrastruktur fisik sekolah secara masif hingga modernisasi sistem pembelajaran berbasis digital di seluruh wilayah pelosok Tanah Air.
Lompatan Akselerasi: Renovasi 71 Ribu Sekolah hingga Wilayah Terluar
Presiden Prabowo memaparkan bahwa pada tahun kedua pemerintahannya berjalan, akselerasi perbaikan fasilitas pendidikan menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.
Jika pada tahun sebelumnya pemerintah memperbaiki sekitar 16.000 hingga 17.000 sekolah, angka tersebut melesat tajam di tahun ini hingga mencapai 71.744 sekolah.
“Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik. Karena itu kita jalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kita. Sampai tahun ini, kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah,” tegas Presiden Prabowo.
Peta Jalan (Roadmap) Renovasi Sekolah Nasional (2025–2029)
Pemerintah telah menyusun target bertahap agar seluruh fasilitas pendidikan di Indonesia layak dan aman digunakan:
- 2025: ~17.000 Sekolah
- 2026: 71.744 Sekolah
- 2027: Target 100.000 Sekolah
- 2028: Target 100.000 Sekolah
- 2029: Seluruh sekolah di Indonesia (SD, SMP, SMA, SMK, dan Pesantren) selesai direnovasi.
Presiden menegaskan bahwa perbaikan ini tidak terfokus di Pulau Jawa atau kawasan perkotaan saja, melainkan menyasar pulau-pulau terluar dan terpencil seperti Pulau Miangas di perbatasan utara, Sabang di ujung barat, hingga Merauke di ujung timur Indonesia melalui satgas khusus.
Transformasi Pembelajaran Digital: 4 Layar Pintar di Setiap Sekolah
Selain pembenahan fisik, modernisasi ruang kelas menjadi pilar utama reformasi pendidikan. Pemerintah mendorong digitalisasi sekolah melalui penyediaan fasilitas Interactive Flat Panel (IFP) atau layar pintar interaktif.
| Periode | Distribusi Layar Interaktif per Sekolah | Target Fasilitas |
| Tahun 2025 | 1 Layar Pintar / Sekolah | Ruang kelas utama terdigitalisasi |
| Akhir 2026 | Penambahan 3 Layar Pintar | 4 Ruang Kelas per sekolah dilengkapi layar pintar |
Dengan keberadaan layar pintar ini, para guru dan siswa di berbagai penjuru daerah memiliki akses langsung ke kurikulum nasional, konten edukasi modern, hingga materi pembelajaran standar internasional.
Terobosan Sistem Belajar: Studio Terpusat & Bahasa Asing Sejak 1 SD
Untuk mengatasi ketimpangan kualitas pengajar antarwilayah, pemerintah menyiapkan strategi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terintegrasi dengan membangun studio-studio terpusat.
1. Studio Terpusat dengan Guru Terbaik
Pemerintah mengumpulkan guru-guru terbaik di bidangnya untuk mengajar dari studio terpusat. Siaran pembelajaran dapat diakses secara langsung (real-time) oleh ribuan sekolah melalui layar pintar interaktif.
Siswa juga diberikan akses untuk mengulang materi dari rumah jika belum sepenuhnya menguasai pelajaran.
2. Penguasaan 7 Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD
Dalam menghadapi tantangan global, pemerintah memprioritaskan pengajaran bahasa asing sejak dini. Anak usia di bawah 11–12 tahun dinilai memiliki daya tangkap yang jauh lebih cepat dalam menyerap bahasa baru.
Pembelajaran bahasa asing akan dimulai sejak kelas 1 Sekolah Dasar (SD), meliputi:
- Bahasa Inggris & Bahasa Mandarin
- Bahasa Arab & Bahasa Prancis
- Bahasa Jepang, Korea, dan Spanyol
Melalui kombinasi perbaikan infrastruktur fisik masif, fasilitas layar pintar, siaran pengajaran terpusat, dan kurikulum bahasa asing sejak dini, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh anak Indonesia tanpa memandang lokasi geografis memiliki akses setara terhadap pendidikan berkualitas tinggi.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply