Berapa Nilai Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026? Cek di Sini!

Ilustrasi: Pembukaan pendaftaran sekolah kedinasan. (Ist.)
Ilustrasi: Pembukaan pendaftaran sekolah kedinasan. (Ist.)
Sharing for Empowerment

Cek passing grade SKD sekolah kedinasan 2026 untuk jalur reguler, pembibitan, dan afirmasi kewilayahan, lengkap dengan sistem pemeringkatan.

JAKARTA, KalderaNews.com– Peserta yang lolos seleksi administrasi sekolah kedinasan 2026 akan melanjutkan ke tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, SKD sekolah kedinasan 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 September hingga 7 Oktober 2026.

Tes tersebut akan dilaksanakan menggunakan metode computer assisted test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Peserta tidak hanya perlu mengikuti seluruh tahapan SKD, tetapi juga harus memenuhi nilai ambang batas atau passing grade yang telah ditetapkan pemerintah.

BACA JUGA:

Ketentuan tersebut diatur melalui Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KepmenPANRB) Nomor 406 Tahun 2026 tentang Nilai Ambang Batas SKD Seleksi Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan Tahun Anggaran 2026.

Besaran Nilai Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026

Besaran passing grade berbeda berdasarkan jalur yang dipilih peserta. Lalu berapa nilai passing grade SKD Sekolah Kedinasan?

Passing Grade SKD Jalur Reguler dan Pembibitan

Peserta sekolah kedinasan yang mengikuti jalur reguler dan pembibitan harus memenuhi nilai minimum pada masing-masing subtes, yaitu:

  • Tes Karakteristik Pribadi (TKP): 156
  • Tes Intelegensia Umum (TIU): 80
  • Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): 65

Passing Grade SKD Jalur Afirmasi Daerah atau Kewilayahan

Ketentuan berbeda berlaku bagi peserta jalur afirmasi daerah atau kewilayahan. Nilai minimum yang ditetapkan adalah:

  • TIU: 55
  • Nilai kumulatif SKD: 281

Untuk jalur afirmasi kewilayahan, pemerintah tidak menetapkan nilai ambang batas khusus untuk TKP dan TWK. Namun, peserta tetap harus memenuhi nilai TIU dan nilai kumulatif SKD sebagai bagian dari persyaratan kelulusan.

SKD Sekolah Kedinasan 2026 Terdiri dari 110 Soal

SKD sekolah kedinasan 2026 terdiri atas total 110 soal yang terbagi menjadi tiga jenis tes. Rinciannya adalah 30 soal TWK, 35 soal TIU, dan 45 soal TKP. Setiap subtes memiliki sistem penilaian yang berbeda.

Untuk TIU dan TWK, jawaban yang benar mendapat nilai 5, sedangkan jawaban salah tidak mendapatkan nilai. Sementara itu, penilaian TKP berada pada rentang 1 hingga 5 untuk setiap jawaban, sedangkan soal yang tidak dijawab memperoleh nilai 0.

Dengan sistem tersebut, nilai maksimal yang dapat diperoleh peserta mencapai 550, dengan rincian:

  • TWK: maksimal 150
  • TIU: maksimal 175
  • TKP: maksimal 225

Memenuhi Passing Grade Saja Belum Cukup

Peserta juga perlu memperhatikan sistem pemeringkatan. Memenuhi nilai ambang batas tidak otomatis membuat peserta lolos SKD.

Peserta harus masuk dalam peringkat sesuai dengan jumlah kebutuhan akhir pada formasi yang dipilih. Berdasarkan ketentuan dalam pengumuman penerimaan mahasiswa baru PKN STAN 2026, peserta harus masuk dalam peringkat tiga kali jumlah kebutuhan akhir pada formasi yang dilamar.

Sebagai contoh, apabila suatu program studi sarjana terapan memiliki kebutuhan akhir 10 orang untuk formasi umum, peserta harus memenuhi passing grade sekaligus masuk dalam 30 besar hasil SKD.

Artinya, peserta perlu memperoleh nilai yang cukup tinggi untuk bersaing dalam pemeringkatan, bukan sekadar mencapai nilai ambang batas.

Materi SKD Sekolah Kedinasan 2026

Materi yang diujikan dalam SKD sekolah kedinasan juga telah diatur dalam KepmenPANRB Nomor 406 Tahun 2026.

1. Materi TWK

  • Nasionalisme
  • Integritas
  • Bela negara
  • Pilar negara, termasuk pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta NKRI
  • Bahasa negara

2. Materi TIU

Terdiri atas tiga kelompok kemampuan:

  • Pertama, kemampuan verbal yang mencakup analogi, silogisme, dan analitis. Analogi menguji kemampuan membandingkan dua konsep kata dengan hubungan tertentu dan menerapkannya dalam situasi lain. Silogisme berkaitan dengan penarikan kesimpulan dari dua pernyataan, sedangkan kemampuan analitis menguji kemampuan menganalisis informasi dan menarik kesimpulan.
  • Kedua, kemampuan numerik yang meliputi berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, serta soal cerita yang membutuhkan analisis kuantitatif.
  • Ketiga, kemampuan figural yang mencakup analogi, ketidaksamaan, dan serial untuk melihat pola hubungan dalam bentuk gambar.

3. Materi TKP

Sementara itu, materi TKP mencakup pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, serta antiradikalisme.

Pada aspek jejaring kerja, peserta akan diuji terkait kemampuan membina hubungan, bekerja sama, berbagi informasi, dan membangun kolaborasi secara efektif.

Materi sosial budaya berkaitan dengan kemampuan beradaptasi dan bekerja sama secara efektif dalam masyarakat yang memiliki keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang lainnya.

Untuk teknologi informasi dan komunikasi, materi diarahkan pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kinerja. Adapun aspek antiradikalisme mencakup pengetahuan mengenai antiradikalisme serta kecenderungan sikap dan tindakan peserta ketika menghadapi berbagai situasi.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


21 views