
Bulan sabit dan Venus tampak berdekatan di langit Indonesia. Simak penjelasan konjungsi hingga fenomena okultasi Venus yang terjadi.
JAKARTA, KalderaNews.com – Langit Indonesia pada Senin (14/9/2026) petang dihiasi pemandangan menarik berupa Bulan sabit tipis yang tampak berdekatan dengan sebuah titik terang seperti bintang.
Fenomena tersebut membuat sejumlah warganet mengabadikannya dan membagikan foto maupun videonya di media sosial. Titik terang yang terlihat di dekat Bulan ternyata bukan bintang, melainkan planet Venus.
Fenomena ketika Bulan dan Venus tampak berdekatan jika diamati dari Bumi disebut sebagai konjungsi Bulan dan Venus. Pemandangan tersebut semakin menarik karena Bulan masih berada pada fase sabit muda.
BACA JUGA:
- Waspada! Potensi Erupsi Dahsyat Gunung Anak Krakatau Seperti 1883
- Misteri Dentuman dan Cahaya Terang di Gorontalo, Benarkah Meteor Jatuh?
- Analisis Ilmiah BMKG: Sebaran Abu Krakatau & Status Selat Sunda
Usianya sekitar tiga hari sehingga bagian permukaannya yang mendapatkan cahaya Matahari masih relatif sedikit. Di sisi lain, Venus menjadi salah satu objek paling terang di langit malam setelah Bulan.
Perpaduan Bulan sabit yang tipis dengan cahaya Venus yang terang membuat keduanya sekilas tampak seperti simbol bulan dan bintang.
Mengapa Bulan dan Venus Bisa Terlihat Berdekatan?
Konjungsi merupakan kondisi ketika dua atau lebih benda langit tampak berada dalam posisi yang berdekatan jika dilihat dari Bumi. Meski demikian, jarak sebenarnya antara benda-benda langit tersebut tetap sangat jauh.
Bulan diketahui mengorbit Bumi, sedangkan Venus mengelilingi Matahari. Karena jalur orbit keduanya jika diamati dari Bumi berada di sekitar bidang ekliptika, pada waktu tertentu posisi Bulan dapat terlihat mendekati Venus.
Pada 14 September 2026, Bulan berada dalam fase sabit muda dengan iluminasi sekitar 10-16 persen. Sementara itu, Venus tampak sangat terang dengan magnitudo sekitar -4,5 hingga -4,8.
Keduanya dapat terlihat di arah barat setelah Matahari terbenam. Venus yang dikenal sebagai evening star atau Bintang Kejora memang dapat terlihat terang di langit senja sebelum akhirnya ikut tenggelam.
Pemandangan Bulan juga dapat terlihat semakin indah karena adanya earthshine. Fenomena ini terjadi ketika cahaya Matahari yang dipantulkan oleh Bumi menerangi bagian Bulan yang sedang berada dalam bayangan secara samar. Akibatnya, keseluruhan bentuk Bulan seolah masih dapat terlihat.
Venus Sempat Terlihat Menghilang
Pemandangan langit pada Senin malam menjadi semakin menarik karena di sejumlah wilayah Indonesia terjadi okultasi Venus. Dalam fenomena tersebut, Venus seolah menghilang karena posisinya tertutup oleh Bulan.
Menurut Observatorium Bosscha ITB, okultasi Venus terjadi ketika Bulan melintas tepat di antara Bumi dan Venus. Posisi tersebut membuat piringan Bulan dari sudut pandang pengamat di Bumi menutupi Venus untuk sementara waktu. Setelah itu, Venus kembali terlihat.
Fenomena ini sekilas menyerupai gerhana. Perbedaannya, objek langit yang tertutup dalam peristiwa tersebut adalah Venus. NASA menjelaskan bahwa lunar occultation terjadi ketika Bulan bergerak tepat di depan objek langit lain jika dilihat dari Bumi sehingga objek tersebut untuk sementara tidak terlihat.
Namun, okultasi Venus tidak dapat disaksikan dengan cara yang sama dari seluruh wilayah Indonesia. Observatorium Bosscha menyebut okultasi secara penuh hanya bisa diamati dari wilayah tertentu, antara lain sebagian Sumatra, Jawa bagian barat, serta sebagian kecil Kalimantan Barat.
Sementara itu, masyarakat yang berada di luar jalur okultasi tetap dapat melihat konjungsi Bulan dan Venus. Dari wilayah tersebut, keduanya hanya tampak berdekatan tanpa Venus benar-benar tertutup oleh Bulan.
Perbedaan penampakan ini dipengaruhi oleh sudut pandang pengamat berdasarkan lokasi di permukaan Bumi. Bulan memiliki jarak yang jauh lebih dekat dengan Bumi dibandingkan Venus, perubahan lokasi pengamat dapat membuat posisi Bulan terlihat sedikit bergeser terhadap latar belakang langit.
Observatorium Bosscha mencatat fenomena tersebut berlangsung sekitar pukul 19.30 hingga 20.43 WIB. Waktu pengamatan dapat berbeda-beda tergantung lokasi. Fenomena ini berada di langit barat setelah Matahari terbenam dan dapat diamati dengan mata telanjang.
NASA menyebut peristiwa pada 14 September 2026 merupakan okultasi Venus kedua dari tiga kejadian yang berlangsung sepanjang tahun ini. Okultasi pertama terjadi pada 17 Juni dan dapat diamati dari sebagian wilayah Amerika Serikat serta Kanada.
Sementara itu, okultasi Venus berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026. Fenomena tersebut dapat diamati dari sebagian wilayah Amerika Selatan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply