
Francis Halzen raih Nobel Fisika 2026 atas penemuan neutrino astrofisika berenergi tinggi via Observatorium IceCube.
STOCKHOLM, KalderaNews.com – Royal Swedish Academy of Sciences (Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia) memutuskan untuk menganugerahi #NobelPrize Fisika 2026 kepada Francis Halzen “atas kontribusi penentu bagi Observatorium Neutrino IceCube dan penemuan neutrino berenergi tinggi asal astrofisika.”
Peraih Nobel Fisika 2026 Francis Halzen menyadari bahwa es di Kutub Selatan dapat digunakan untuk melacak partikel yang dikenal sebagai neutrino.
Visi dan kepemimpinan ilmiahnya sangat mendasar bagi Observatorium Neutrino IceCube—es seluas satu kilometer kubik yang dilengkapi dengan sensor cahaya.
BACA JUGA:
- John Clarke, Michel H. Devoret, dan John M. Martinis Raih Nobel Fisika 2025
- Karl Deisseroth, Peter Hegemann, dan Georg Nagel Raih Nobel Kedokteran 2026 Atas Penemuan Optogenetika
- Kapan Hadiah Nobel 2026 Diumumkan? Simak Jadwal Lengkap dan Waktunya
Menggunakan IceCube, para peneliti dapat menangkap neutrino dari proses yang sangat kaya energi di alam semesta yang jauh.
Francis Halzen adalah sosok ilmuwan yang pertama kali menyadari bahwa es murni di Kutub Selatan dapat dimanfaatkan untuk melacak partikel misterius yang dikenal sebagai neutrino.
Visi besar dan kepemimpinan ilmiahnya menjadi fondasi utama pembangunan Observatorium Neutrino IceCube—sebuah detektor raksasa seluas satu kilometer kubik es yang dilengkapi dengan sensor cahaya canggih.
Mengenal Partikel Misterius Neutrino
Neutrino ada di mana-mana, namun mereka sangat sulit dideteksi karena dapat menembus bumi dan tubuh manusia tanpa meninggalkan jejak atau disadari. Hanya pada momen yang sangat langka, sebuah neutrino berinteraksi dengan inti atom, memungkinkan para ilmuwan dengan peralatan khusus untuk menemukannya.
Selama ini, para ilmuwan mengetahui bahwa kosmos memiliki akselerator partikel alami yang mampu menembakkan energi hingga jutaan kali lebih besar daripada yang dapat dicapai di laboratorium bumi.
Namun, misteri mengenai asal-usul, lokasi, dan proses di dalam sumber-sumber kosmik tersebut masih belum terpecahkan. Keunggulan neutrino terletak pada kemampuannya menempuh perjalanan jauh tanpa kehilangan energi atau mengubah arah, sehingga menyajikan informasi unik yang tidak dapat diakses melalui partikel jenis lain.
Perjalanan Panjang Penemuan IceCube
Ide cemerlang ini pertama kali digagas oleh Francis Halzen pada tahun 1988. Ketika sebuah neutrino bertabrakan dengan inti atom di dalam es gletser yang sangat jernih, peristiwa tersebut menghasilkan kilatan cahaya (Cherenkov radiation) yang dapat dilacak oleh sensor. Wilayah Kutub Selatan dipilih karena memiliki es yang bersih dari gangguan serta kondisi geologis yang stabil tanpa ancaman gempa.
Setelah melalui tahap uji coba, pembangunan IceCube dengan volume satu kilometer kubik akhirnya rampung pada tahun 2011. Tidak butuh waktu lama bagi para peneliti untuk menemukan neutrino berenergi tinggi pertama, disusul dengan publikasi penemuan neutrino yang berasal dari luar tata surya kita.
“Francis Halzen telah memimpin tim internasional yang menyediakan instrumen luar biasa bagi kita. Ketekunan dan visinya telah membuka jalan bagi era baru astronomi,” ujar Mark Pearce, Ketua Komite Nobel untuk Fisika.
Kontribusi dan Profil Singkat Pemenang
Nama: Francis Halzen
Kelahiran: Tienen, Belgia (1944)
Pendidikan: Gelar Doktor (PhD) dari KU Leuven, Belgia (1969)
Afiliasi: Profesor di University of Wisconsin–Madison, Amerika Serikat
Hadiah: Sebesar 12 juta kronor Swedia.
Melalui data interaksi neutrino yang terus dikumpulkan oleh IceCube, para peneliti kini memiliki peluang besar untuk mengungkap fenomena kosmik baru serta memahami proses ekstrem di alam semesta yang sebelumnya tidak terjangkau.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply