Kerap Terjadi Kecelakaan di Tol Cipularang, Ini Kata Pakar dari ITB




Tol Cipularang
Ilustrasi: Tol Cipularang

JAKARTA, KalderaNews.com – Baru-baru ini, terjadi lagi kecelakaan di tol Cipularang. Ini bukan yang pertama kali terjadi di jalan bebas hambatan yang menghubungkan Jakarta-Bandung. Banyak fakto yang menyebabkan kecelakaan. Berdasarkan data, rata-rata faktor penyebab kecelakaan di lokasi tersebut disebabkan kelalaian manusia dan kondisi kendaraan yang tidak laik jalan.

Nah, pakar transportasi dari Fakultas Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono Wibowo mengatakan, kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di KM 90 – 91 Tol Cipularang arah Jakarta, dikarenakan beberapa faktor. Selain kondisi cuaca, ada juga faktor geometrik jalan, kelaikan kendaraan, dan kelalaian manusia dapat menjadi penyebab kecelakaan.

BACA JUGA:

Banyak wacana yang mengatakan bahwa kondisi geometrik jalan yang menjadi penyebab utama. Tapi, Sony membantah hal tersebut. Menurutnya, secara karakteristik jalan dan aspal di Tol Cipularang jauh lebih baik dibandingkan kondisi jalan tol di wilayah lain.

Geometrik di KM 90-91 tol Cipularang memang lurus dan menurun. Kondisi ini kadang membuat para sopir melajukan kendaraan di atas batas maksimum, dan mengabaikan keselamatan. Hal ini yang terkadang menjadi penyebab kecelakaan terjadi. Berdasar Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, batas kecepatan laju kendaraan di Tol Cipularang itu minimum 60 KM per jama dan maksimum 80 KM per jam.

So, kata Sony, banyaknya kecelakaan di tol Cipularang, berdasarkan data kepolisian, disebabkan kelaikan kendaraan dan kelalaian manusia.

“Jika melihat kebiasaan pengendara, akan sering ditemukan banyak yang melajukan kendaraan melebihi batas aman 80 KM, bahkan 100 KM per jam. Meskipun ini jalan tol, bukan berarti bebas ngebut-ngebutan tanpa memperhatikan keselamatan. Tetap ada batas aturan yang harus di patuhi,” tegas Sony. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*