
BMKG rilis update gempa Flores M7,7: 2.119 gempa susulan tercatat, tsunami terjang 16 lokasi, dan 53 korban meninggal dunia.
JAKARTA, KalderaNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi telah mencatat sebanyak 2.119 gempa bumi susulan (aftershock) pascagempa tektonik magnitudo M7,7 yang mengguncang wilayah Flores. Data tersebut terakumulasi hingga Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 05.00 WIB.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan bahwa dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 24 kejadian memiliki magnitudo di atas M5,0, sementara 70 gempa di antaranya guncangannya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Penyebab Gempa dan Proyeksi Gempa Susulan
Gempa utama (mainshock) pertama kali terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. Berdasarkan hasil analisis parameter pemutakhiran, gempa berkekuatan M7,7 tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal.
BACA JUGA:
- Pasca-Gempa M 7,7 NTT: Listrik Pulih 99%, BNPB Pacu Distribusi Logistik
- Fasilitas Kampus Rusak Akibat Gempa M 7,7 NTT, Kuliah Diliburkan?
- Cincin Api Jadi Sorotan Usai Gempa NTT, Ini 5 Fakta yang Perlu Diketahui
“Gempa ini dipicu oleh aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelas Wijayanto di Jakarta.
Terkait dengan durasi gempa susulan, BMKG memproyeksikan pelepasan energi tektonik di wilayah tersebut masih akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan.
“Berdasarkan data sementara, gempa susulan ini diperkirakan akan berakhir dalam 3 hingga 4 minggu ke depan,” tambah Wijayanto.
Peringatan Dini dan Sebaran Dampak Tsunami
Pada saat gempa utama terjadi, sistem peringatan dini BMKG merespons secara cepat. Peringatan Dini 1 (PD-1) berhasil dikirimkan hanya dalam waktu 2 menit 16 detik setelah guncangan terjadi, menetapkan status ancaman:
- Status SIAGA (0,5 – 3 meter): Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, dan Jeneponto.
- Status WASPADA (< 0,5 meter): Flores Timur, Bima, Dompu, dan Wajo.
Peringatan dini tsunami kemudian resmi diakhiri pada pukul 07.30 WIB (2 jam 31 menit 37 detik pascagempa).
| Wilayah Terdampak Tsunami | Lokasi Gelombang Tertinggi | Ketinggian | Waktu Catatan Pasang Surut |
| NTT, NTB, Sulsel, Sulteng (16 Titik) | Pota, Manggarai Timur (NTT) | 1,605 Meter | Pukul 05.03 WIB |
| NTT | Bakalang, Alor (NTT) | 0,14 Meter | Pukul 05.41 WIB |
Dampak Bencana: Korban Jiwa dan Kerusakan
Berdasarkan laporan pemantauan sementara di lapangan, guncangan gempa M7,7 dan gelombang tsunami ini mengakibatkan dampak signifikan di sejumlah kabupaten, terutama Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka (Maumere).
- Korban Meninggal Dunia: 53 jiwa
- Korban Luka-Luka: 137 jiwa
- Kerusakan Fisik: Bangunan pemukiman dan fasilitas umum mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.
Langkah Mitigasi dan Survei Lapangan BMKG
Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan publik dan rekonstruksi pascabencana, BMKG menerjunkan tim gabungan dari kantor pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) ke lokasi kejadian.
Fokus Langkah Penanganan BMKG:
- Survei Kebencanaan: Meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor, serta Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) untuk memetakan karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan.
- Pemetaan Mikrozonasi: Menilai kondisi struktur tanah sebagai dasar rekomendasi rekonstruksi dan tata ruang wilayah yang aman bencana.
- Sosialisasi & Edukasi: Memberikan pendampingan pemahaman kebencanaan guna menenangkan masyarakat terdampak.
Menghadapi potensi gempa susulan yang masih terus terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.
- Hindari Bangunan Rawan: Jangan memasuki atau mendekati bangunan yang retak, miring, atau rusak akibat guncangan sebelumnya.
- Waspadai Informasi Hoaks: Pastikan seluruh informasi kebencanaan bersumber dari kanal resmi terverifikasi:
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply