Empat Peneliti Perempuan Raih L’Oréal-UNESCO For Women in Science




Menteri Riset dan TeknologiKepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (MenristekBRIN) Bambang Brodjonegoro memberikan anugerah L’Oréal-UNESCO For Women in Science. (Dok.Kemenristek/BRIN)
Menteri Riset dan TeknologiKepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (MenristekBRIN) Bambang Brodjonegoro memberikan anugerah L’Oréal-UNESCO For Women in Science. (Dok.Kemenristek/BRIN)

JAKARTA, KalderaNews.com –  Empat peneliti perempuan meraih anugerah L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) National Fellowships ke-16. Sementara, 5 mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi mendapat beasiswa dari program L’Oréal Sorority in Science. Penganugerahan ini bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

BACA JUGA:

Empat peneliti tersebut dinilai telah mengembangkan inovasi ilmiah guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Ketua Harian KNIU Kemendikbud, Arief Rachman mengatakan, anugerah ini merupakan usaha L’Oréal dan UNESCO untuk memberdayakan kontribusi ilmuwan perempuan di dunia sains. “Berdasar data UNESCO Institute for Statistics, meskipun angka ilmuwan perempuan tergolong rendah, terdapat peningkatan jumlah ilmuwan perempuan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2017, ilmuwan perempuan Indonesia meningkat 15 persen dibandingkan 2015 yang hanya 30,6 persen,” ujar Arief Rachman.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro yang juga hadir dalam acara ini memberikan apresiasi kepada KNIU Kemendikbud dan L’Oreal atas penghargaan yang diberikan kepada ilmuwan perempuan Indonesia. “Ini adalah bentuk kepedulian sekaligus kontribusi dunia usaha terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi melalui riset,” ujar Bambang.

Nah, empat peneliti perempuan tersebut adalah:

  • Dr. Sc. Widiastuti Karim, M.Si dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana, dengan judul penelitian Studi Fungsi Biologi Green Fluorescent Proteins (GFP) Guna Mengatasi Pemutihan Pada Karang
  • Dr. rer.nat.Ayu Savitri Nurinsiyah, M.IL., M.Sc, dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan judul penelitian Eksplorasi Penemuan Keong Darat yang Tepat Dalam Mengungkap Potensi Biodiversitas Sebagai Solusi Masalah Kesehatan
  • Dr. Swasmi Puwajanti, M.Sc, dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan judul penelitian Eksplorasi Pengembangan Super Nanoadsorben Multi-fungsi Berbasis Magnesium Oxide dari Bittern Untuk Dekontaminasi Air yang Lebih Efisien
  • Dr. Eng. Osi Arutanti, M.Si, dari LIPI dengan judul penelitian Eksplorasi Alternatif Fotokotalis Material yang Efisien dan Dapat Diaktivasi Dengan Tenaga Surya Sebagai Solusi Permasalahan Lingkungan.

Selain itu, L’Oreal Indonesia juga mendukung para mahasiswi di bidang sains dengan Program L’Oreal Sorority In Science. Program beasiswa ini diperuntukkan bagi para mahasiswi di bidang sains untuk mendorong bakat-bakat peneliti muda Indonesia.

Berikut ini 5 mahasiswi yang menerima program L’Oréal Sorority in Science:

  • Zulfia Hafsah Firdiyani dari Universitas Gadjah Mada
  • Sandra Meiko Rosanne dari Institut Teknologi Bandung
  • Astika dari Universitas Andalas
  • Elizabeth Cristina Sitorus dari Universitas Padjadjaran
  • Lutfiana Rahmandari dari Universitas Brawijaya

Lima mahasiswi tersebut mendapatkan beasiswa sebesar Rp 20 juta untuk biaya hidup dan biaya kuliah. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*