Ketika 20 Mahasiswa Korea Belajar di Rusunawa Muara Baru

Mahasiswa DCU mendapat keterangan mengenai fasilitas Rain Water Harvesting di Rususnawa Muara Baru. (Dok. Unika Atma Jaya)
Mahasiswa DCU mendapat keterangan mengenai fasilitas Rain Water Harvesting di Rususnawa Muara Baru. (Dok. Unika Atma Jaya)

JAKARTA, KalderaNews.com – Sebanyak 20 mahasiswa dari Daegu Catholic University (DCU), Korea Selatan mengikuti program singkat Winter Program yang digagas Biro Kerja Sama (BKS) Unika Atma Jaya Jakarta. Program ini untuk memberikan potret kehidupan sosial-budaya masyarakat urban di Jakarta.

BACA JUGA:

Dua puluh mahasiswa Korea Selatan ini diajak mengenal komunitas masyarakat Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Muara Baru yang menjadi komunitas binaan Unika Atma Jaya. Masyarakat yang sebelumnya bermukim di Waduk Pluit ini memiliki dinamika menarik untuk diteliti.

Beberapa tahun ini, Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Unika Atma Jaya mengembangkan program Green Rusunawa untuk memperbaiki kualitas hidup penghuni rumah susun, terutama kebutuhan air bersih. Program ini meliputi Rain Water Harvesting (RWH), Learning Center (Ceribel), dan pengolahan sampah (Bank Sampah).

“Rusunawa Muara Baru sudah menjadi daerah binaan Unika Atma Jaya. Komunitas Rusunawa ini amat menarik. Mereka tidak hanya berasal dari kalangan ekonomi menengah dan ke bawah, tapi juga berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Keragaman ini membuat Rusunawa memiliki dinamika sosial dan tantangan yang berbeda,” jelas Kepala Biro Kerja Sama Unika Atma Jaya, Agustina Nurcahyanti.

Dua puluh mahasiswa DCU itu dibagi lima kelompok dan ditantang merancang kampanye aksi sosial dengan isu kesehatan dan sanitasi. Agar dapat merancang program itu, mereka melihat lingkungan Rusunawa dan berinteraksi langsung dengan warga. Mereka diberi waktu selama tiga minggu untuk merancang program dibantu fasilitator dari Fakultas Pendidikan Bahasa, Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat, dan Pusat Pemberdayaan Masyarakat.

Mahasiswa DCU, Student Buddies dan Fasilitator dari Unika Atma Jaya berfoto bersama pada hari terakhir program. (Dok. Humas Unika Atma Jaya)

Ju Seong Eom bersama timnya merancang kampanye bagi anak-anak tentang membuang sampah sesuai dengan jenisnya. Mereka pun menciptakan karakter fiksi bernama Koko.

“I think this program is very useful for other people and us. (from this program) I feel I could make some social values for other people,” ujar Ju Seong Eom yang akrab disapa Mac.

Sementara, tim Lee Chae Eun merancang senam bagi ibu-ibu di Rusunawa. Mereka merancang beberapa gerakan senam yang bisa dilakukan di mana pun selama dua menit.

“I think it will be very proud to see people in Rusunawa exercising and stretching because of our team’ project, and it will mean a lot,” ujar Lee.

Kepala Biro Kerja Sama, Agustina Nurcahyanti, berharap, pengalaman yang diterima peserta dapat memperkaya pandangan mereka tentang komplekitas kehidupan perkotaan yang membutuhkan solusi efektif. “Kami berharap dengan mengunjungi dan melakukan aksi sosial di Rusunawa dapat memberi gambaran nyata tentang komunitas urban yang beragam budaya dengan aneka masalah sosial yang dihadapi, dan mencari solusi pemecahan sosial yang efektif dan menarik,” tegas Agustina. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*