Inilah Marga-marga Tionghoa di Indonesia dan Nama-nama Tionghoa yang Di-Indonesia-kan

Tahun Baru China (Imlek)
Gadis keturunan Tionghoa (KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Marga suku Tionghoa hingga kini sebenarnya masih eksis di Indonesia, kendati dari nama Tionghoanya telah berganti nama Indonesia karena kebijakan pemerintah di masa lalu.

Marga dan nama Tionghoa (China) masih dipertahankan dan digunakan di acara-acara tidak resmi atau yang bersifat kekeluargaan.

Data di PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) mencatat ada sekitar 160 marga Tionghoa di Jakarta dan kalau secara keseluruhan di Indonesia dikalkulasi ada sekitar 300-an marga Tionghoa.

BACA JUGA:

Nah, kalau di negara tetangga Singapura saja ada kurang lebih 320 marga Tionghoa maka secara kasar tentu bisa dikalkulasi bahwa marga Tionghoa di Indonesia sebenarnya melebihi angka di Singapura atau lebih dari 320 marga.

Marga Tionghoa di Indonesia

Pada dasarnya mayoritas marga Tionghoa di Indonesia dilafalkan dalam dialek Hokkian (Minnan). Pelafalan yang demikian ini tentu bukan sebuah kebetulan semata, tetapi karena secara historis mayoritas keturunan Tionghoa Indonesia memang berasal dari Provinsi Fujian (Provinsi Hokkian).

Lampion Tahun Baru Imlek (China)
Lampion Tahun Baru Imlek (China) (KalderaNews/JS de Britto)

Lantas marga Tionghoa apa saja yang saat ini ada di Indonesia? Berikut ini 10 marga yang lazim di kalangan Tionghoa di Indonesia dalam penelusuran KalderaNews dari berbagai sumber. Di luar 10 marga ini, tentu masih banyak lagi marga-marga lain yang ditemui:

• Cia/Tjia (Hanzi: 謝, hanyu pinyin: xie)
• Gouw/Goh (Hanzi: 吳, hanyu pinyin: wu)
• Kang/Kong (Hanzi: 江, hanyu pinyin: jiang)
• Lauw/Lau (Hanzi: 劉, hanyu pinyin: liu)
• Lee/Lie (Hanzi: 李, hanyu pinyin: li)
• Oey/Ng/Oei (Hanzi: 黃, hanyu pinyin: huang)
• Ong (Hanzi: 王, hanyu pinyin: wang)
• Tan (Hanzi: 陳, hanyu pinyin: chen)
• Tio/Thio/Theo/Teo (Hanzi: 張, hanyu pinyin: zhang)
• Lim (Hanzi: 林, hanyu pinyin: lin)

Nama-nama Tionghoa yang Di-Indonesia-kan

Pada masa Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, warga negara Indonesia keturunan Tionghoa dianjurkan untuk mengindonesiakan nama Tionghoa mereka. Nah, karena mayoritas orang Tionghoa di Indonesia adalah pendatang dari Hokkian maka jangan heran kalau nama-nama Tionghoa berdialek Hokkian lebih lazim.

Kendati nama-nama Tionghoa di-Indonenesiakan, toh di dalam acara berbasis keluarga nama Tionghoa masih sering digunakan. Sementara itu itu, untuk keperluan surat-menyurat resmi memang digunakan nama Indonesia.

Namun pada dasarnya kebijakan ganti nama ini memang merupakan satu kontroversi, karena tidak ada kaitan antara pembangunan karakter dan nasionalisme bangsa dengan nama seseorang, juga karena tidak ada sebuah nama yang merupakan nama Indonesia asli karena yang namanya Indonesia yang plural dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote.

Dekorasi Tahun Baru Imlek 2020 di Kawasan SCBD Jakarta
Dekorasi Tahun Baru Imlek 2020 di Kawasan SCBD Jakarta (KalderaNews/JS de Britto)

Penasaran dengan nama-nama Tionghoa yang di-Indonesiakan? Berikut ini daftar lengkapnya 35 nama Tionghoa yang di-Indonesiakan dengan urutan Nama Tionghoa dengan Ejaan Latin, Ejaan Hokkian, Ejaan Kanton, Ejaan Khek atau Ejaan Lainnya baru Peng-Indonesiaan yang bisa menjadi beberapa nama-nama yang dikenal dalam keseharian di Indonesia:

  1. 歐陽/欧阳 (Oūyáng); Auwjong = Ojong.
  2. 安 (Ān); An = Anadra, Andy, Anita, Ananta.
  3. 蔡 (Cài); Tjae, Tjoa= Cahyo, Cahyadi, Tjohara.
  4. 程, 成 (Chéng); Seng = Sengani.
  5. 陳/陈 (Chen); Tan, Tjhin = Tanto, Tanoto, Tanu, Tanutama, Tanusaputra, Tanudisastro, Tandiono, Tanujaya, Tanuwijaya, Tanzil, Tansil, Tanasal, Tanadi, Tanusudibyo, Tanoesoedibjo, Tanamal, Tandy, Tantra, Tanata, Intan.
  6. 鄧/邓 (Deng); Teng = Tenggara, Tengger, Ateng.
  7. 徐 (Xú); Hsu, Djie, Tjhie, Chi (Hakka), Chee, Swee, Shui (Teochew, Hokkien), Tsui (Cantonese) = Dharmadjie, Christiadjie.
  8. 胡 (Hú); Hu, Hoo, Aw, Auw (Teochew, Hokkien), Wu (Cantonese) = ?
  9. 郭 (Guo); Kuo, Kwee, Kwik = Kartawiharja, Kusuma, Kusumo, Kumala.
  10. 韓/韩 (Han); Han = Handjojo, Handaya, Handoyo, Handojo, Hantoro.
  11. 何 (He); Ho = Honarto.
  12. 洪 (Hong); Hung, Ang = Anggawarsito, Anggakusuma, Angela, Angkiat, Anggoro, Anggodo, Angkasa, Angsana.
  13. 黄 (Huang); Oei, Oey, Oen, Bong = Wibowo, Wijaya, Winata, Widagdo, Winoto, Willys, Wirya, Wiraatmadja , Winarto, Witoelar, Widodo, Wijonarko, Wijanarko, Oentomo.
  14. 江 (Jiang); Ciang, Kang, Kong = Kangean.
  15. 李 (Li); Li, Lie, Lee = Lijanto, Liman, Liedarto, Lieva.
  16. 梁 (Liang); Nio = Liangani, Liando, Liandow, Liandouw, Niopo.
  17. 林 (Lin); Liem, Lim = Halim, Salim, Limanto, Limantoro, Limianto, Limijanto, Liemena, Alim, Limawan, Liemantika, Liman.
  18. 劉/刘 (Liu); Lau, Lauw = Mulawarman, Lawang, Lauwita, Lawanto, Lauwis.
  19. 陸 (Lu); Liok, Liuk = Loekito, Loekman, Loekali.
  20. 呂 (Lü); Loe, Lu = Loekito, Lukito, Lukita, Luna, Lukas, Loeksono.
  21. 羅 (Luo); Ro, Loe, Lou, Lo, Luo = Lolang, Louris, Robert, Rowi, Robin, Rosiana, Rowanto, Rohani, Rohana, Samalo, Susilo.
  22. 施 (Shi); Sie = Sidjaja, Sidharta, Sieputra.
  23. 司徒 (Situ); Sieto, Szeto, Seto, Siehu, Suhu = Lutansieto, Suhuyanli.
  24. 蘇/苏 (Su); Souw, So, Soe = Soekotjo, Soehadi, Sosro, Solihin, Soeganda, Suker, Suryo, Surya,Soerjo.
  25. 王 (Wang); Ong, Wong, Bong = Ongko, Wangsadinata, Wangsa, Radja, Wongsojoyo, Ongkowijaya, Wijaya.
  26. 温 (Wen); Oen, Boen, Woen = Benjamin, Bunjamin, Budiman, Gunawan, Basiroen, Bunda, Wendi, Unang, Wiguna.
  27. 吴, 武, 伍, 烏 (Wu); Goh, Go, Gho, Gouw, Ng = Gono, Gondo, Sugondo, Gozali, Gossidhy, Gunawan, Govino, Gotama, Utama, Widargo, Wurianto, Sumargo, Prayogo, Yoga.
  28. 許/许 (Xu); Kho, Khouw, Khoe = Kosasih, Komar, Kurnia, Kusnadi, Kholil, Kusumo, Komara, Koeswandi, Kodinata.
  29. 謝 (Xie); Cia, Tjia = Tjiawijaya, Tjahyadi, Sudarmadi, Ciawi.
  30. 楊/杨 (Yang); Njoo, Nyoo, Njio, Injo, Inyo, Jo, Yo, Yong = Yongki, Yoso, Yohan, Yuwana, Yudha, Yosadi.
  31. 葉/ 叶 (Ye); Yap, Jap = Japhar, Djapri, Yapari.
  32. 曾 (Zeng); Tjan, Tsang = Tjandra, Chandra, Tjandrakusuma, Candrakusuma.
  33. 張/张 (Zhang); Thio, Tio, Chang, Theo, Teo, Tjong = Canggih, Setyo, Setio, Sulistio, Sutiono, Santyoso.
  34. 鄭/郑 (Zheng); Te, The = Tjokrorahardjo, Cokroraharjo, Tjokrowidjokso, Cokrowijokso.
  35. 朱 (Zhū); Zhu = Zulkifri, Zuneng.

Ada nama teman-teman atau kerabat keturunan Tionghoa yang bernama demikian? So, bisa tuh ditanyakan kebenarannya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




5 Comments

  1. Harus di Indonesia kan namanya.. Karna saya gk suka aja kalau misal ada pertandingan yg ada nama china yg keluar.. Jujur sy krang srek sama pebulu tangkis malaysia yg china karna namanya di anggap kayak bukan org malaysia.. Kayak mencoreng nama negara gtu di mata org asing.. Ya kali masa org Indonesia yg bermain org cina, mksudnya namanya kok china??.. Maka trjadilah bahan rasis di mana mana..

    • Wah masalah nama adalah urusan yang punya namalah. Tapi nyatanya banyak nama2 impor dari barat atau timur menjadi hal lumrah, misalnya Rony, Sony, Rohmatul, Achamd, Mohammad, dll yang nyata2 memang bukan nama asli Indonesia. Biasanya nama Indonesia yang kecina2an dimaksudkan meneruskan marga misalnya gw ada temen Hadiyanto Lee maksudnya dia bermarga Lee. Gak ada yang salah.

    • Dasar otal rasis.
      Kalau yg muncul namanya Muhammad, Achmad, Gazali,Rosyid kenapa ga merasa ga sreg secara itu nama Arab?
      Kalau yg muncul namanya Anthony, Benny, Alan kenapa kamu ga juga merasa ga sreg secara itu nama caucasian/bule.
      Otak rasis jangan dipiara.

  2. Yayan kalau mau jadi pribumi Asli boleh saja, tapi asal usul China tidak akan dianggap pribumi beneran oleh pribumi2 lain. Tetap saja bisik2nya “dia sebenarnya China Lho” … Rasisme gitu…
    Gimana kl turunan Belanda, Jerman, apa harus buang nama keluarga dari leluhur supaya keliatan sebagai malaysia atau indonesia Asli?
    Jadi warisan leluhur berupa nama keluarga dianggap sampah yg hina ??
    Kita lahir bukankah karena ada leluhur bukan? Seharusnya banggaakan leluhur kita

  3. Yayan, bahasa rasis ini jangan dipelihara, ngak ada manfaatnya, ini membuat Indonesia blunder, anak yang lahir sudah membawa takdirnya masing2. Mau pakai nama cina yang disudah dimodif ke Indonesia, itu usaha bagus menunjukan cinta Indonesia, dan menorehkan prestasi untuk bumi yang dia injak, apa masih kurang usaha untuk dapat hidup berdampingan, saya muslim dan tetangga saya 80% etnis tionghua… mereka sangat menghargai org.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*