Inilah Para Jawara Kompetisi Ilmiah LIPI dalam Indonesia Science Expo (ISE) 2020

Penganugerahan dan penutupan Indonesia Science Expo (ISE) 2020. (KalderaNews.com/Dok. LIPI)
Penganugerahan dan penutupan Indonesia Science Expo (ISE) 2020. (KalderaNews.com/Dok. LIPI)

JAKARTA, KalderaNews.com – Serangkaian kompetisi ilmiah LIPI pada Indonesia Science Expo (ISE) 2020, yang terdiri dari Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR), National Young Inventors Awards (NYIA), dan LIPI Young Scientist Award usai dijalankan. Acara Penganugerahan dan Penutupan ISE 2020 menjadi momen yang dinantikan oleh para finalis, terlebih bagi para pemenang.

BACA JUGA:

“Saya ucapkan selamat kepada para pemenang NYIA, LKIR dan LYSA. Saya berharap generasi muda Indonesia selalu semangat, produktif dan inovatif, memberikan sumbangsih melalui ide-ide orisinil dan karya nyata dengan ilmu pengetahuan serta menghasilkan riset-riset yang inovatif untuk Indonesia dan dunia. Saya juga mendukung penuh LIPI untuk tetap terus menjadi lembaga riset dan terus berkontribusi untuk kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan bangsa serta kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang PS Brodjonegoro.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko juga mengucapkan selamat bagi para pemenang. “Bagi saya seluruh peserta NYIA dan LKIR sudah menjadi juara. Lolos menjadi finalis merupakan upaya luar biasa karena harus bersaing dengan ribuan peserta. Saya sangat mengapresiasi semangat semua peserta meskipun di tengah keterbatasan yang ada,” ungkapnya.

Berikut juara pertama dalam ajang LKIR dan NYIA:

  • Bidang hayati: Christian Agung Novianto dan Steven Mathias Holme (SMA Regina Pacis Bogor) dengan karya “Sintesis Komposit Mikropartikel GO-CS (Grafena Oksida-Kitosan) sebagai Adsorben Logam Berat Pb(II), Zn(II), dan Mn(II)”.
  • Bidang sosial dan kemanusiaan: Kadek Januarta dan Wahyu Padma Baskara (SMA Negeri 4 Denpasar) dengan karya “Pengaruh Komunitas Pelayang Wanita Rare Angon Srikandi Terhadap Atensi Remaja Putri Mengenai Pendidikan Kesetaraan Gender di Kota Denpasar”.
  • Bidang teknik: Sona Regina Salsabila dan Azizah Auliani Rahma (SMA Negeri 1 Yogyakarta) dengan karya “Kecerdasan Buatan sebagai Deteksi Kanker Payudara Berbasis Algoritme Random Forest dan Convolutional Neural Network”.
  • Bidang kebumian dan kelautan: Muhammad Haikal Algifari dan Ridzik Malky Daniel (SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe) dengan karya “Evaluasi Model Konstruksi Façade Fotobioreaktor Chlorella pyrenoidosa terhadap Mikroklimat Ruangan dan Daya Tumbuh Jamur Aspergillus Niger”.
  • NYIA: Mukhammad Sholikhuddin dan Nabil Nasruddin Al Mutawakkil (SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo) dengan inovasi “SADFOREST (Smart Alert Detect for Deforestation)”.

LKIR merupakan kompetisi ilmiah bagi siswa SMP dan SMA/sederajat dengan batas maksimum duduk pada kelas 12. LKIR menjaring proposal terbaik seluruh Indonesia untuk dibimbing langsung oleh para peneliti LIPI. Tahun ini, terdapat total 41 finalis LKIR dari bidang hayati, teknik, kebumian, dan sosial yang lolos tahap seleksi.

Sementara, NYIA adalah kompetisi ilmiah bagi remaja dalam melakukan inovasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, memberikan apresiasi dan menggali potensi remaja di bidang inovasi teknologi. Peserta NYIA adalah Anak-anak dan Remaja (8 -18 tahun) setingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat. Tahun ini terdapat total 39 projek yang lolos sebagai finalis NYIA.

LIPI juga menggelar penganugerahan LIPI Young Scientis Award (LYSA) untuk para ilmuwan muda yang telah menunjukan prestasinya yang luar biasa di bidang ilmu pengetahuan dan teknoogi. Pemenang LYSA kali ini adalah Afriyanti Sumboja, dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Institute Teknologi Bandung.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*