Kepala Daerah Beri Dukungan pada Program Sekolah Penggerak

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Program Sekolah Penggerak adalah penyempurnaan dari program transformasi sekolah yang sudah ada sebelumnya. Dalam peluncuran Program Sekolah Penggerak, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bahwa kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini.

BACA JUGA:

Mendikbud menjelaskan, program ini akan mempercepat transformasi pendidikan di daerah. Maka, sangat penting adanya tempat untuk saling berkonsultasi merujuk pada kearifan lokal masing-masing daerah, sehingga sekolah lebih terinspirasi dalam melakukan perubahan.

“Sekolah penggerak bisa mementor sekolah di sekitarnya dan Sekolah Penggerak akan diberikan sumber daya pendukung. Antardaerah akan saling belajar, karena semangat program ini bukan kompetisi, melainkan kolaborasi,” papar Mendikbud Nadiem.

Mewakili Mendagri, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri), Muhammad Hudori memberi dukungan terhadap program Sekolah Penggerak melalui kebijakan:

  • Pemda segera memahami konsep program Sekolah Penggerak secara menyeluruh
  • Membuat kebijakan daerah sebagai tindak lanjut untuk mendukung program Sekolah Penggerak dengan berpedoman pada norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) yang ditetapkan Kemendikbud
  • Dinas terkait segera memetakan kebutuhan untuk mendukung pelaksanaan program Sekolah Penggerak
  • Tidak merotasi kepala sekolah, guru, dan SDM lainnya selama minimal empat tahun, terutama untuk sekolah negeri di Sekolah Penggerak.

“Ini perlu kolaborasi, pembinaan, serta pengawasan di tingkat pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Maka, diharapkan Kemendikbud segera menetapkan kriteria sehingga daerah bisa segera menyesuaikan kebijakannya dengan program yang dimaksud,” kata Muhammad Hudori.

Sementara, beberapa kepala daerah memberi dukungan atas kebijakan ini. Seperti Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman yang berharap, Sekolah Penggerak akan membantu pemerataan mutu pendidikan, baik dari sarana prasarana maupun kualitas pendidik serta tenaga kependidikan di daerahnya.

Bupati Rote Ndao, NTT, Paulina Haning-Bullu juga berharap, dengan Sekolah Penggerak, kualitas SDM semakin meningkat. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru juga mendukung kebijakan ini yang berfokus pada kompetensi kognitif peserta didik secara holistik.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, optimistis program ini akan meningkatkan kualitas peserta didik mulai dari pendidikan usia dini sampai pada tingkat SMA. Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan pun menyatakan, pihaknya bersama seluruh jajaran berkomitmen untuk memperkuat dukungan anggaran serta akan mengawal agar tidak terjadi mutasi pada kepala sekolah dan guru yang ditunjuk sebagai Sekolah Penggerak.

Bupati Grobogan, Jawa Tengah, Sri Sumarni, menyambut gembira atas penetapan Kabupaten Grobogan sebagai sasaran program Sekolah Penggerak. Bahkan, Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin yakin, ke depan percepatan peningkatan SDM manusia, percepatan mutu pembelajaran dapat meningkat dengan melaksanakan program Sekolah Penggerak.

Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah optimistis program ini akan menghadirkan generasi emas di masa yang akan datang dan menghadirkan putra putri Indonesia yang memiliki jiwa dan semangat Pancasila.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga menyampaikan apresiasi atas peluncuran program Sekolah Penggerak. Ganjar menilai konsep ini akan mengoptimalkan kemampuan orangtua, guru, tokoh masyarakat, pengamat, atau tokoh pendidian dan lainnya. Mengingat banyak pihak di ekosistem pendidikan yang merasa kesulitan menjalankan proses pembelajaran di masa pandemi.

“Tapi konsep saja tidak cukup. Program sekolah penggerak ini mesti segera kita eksekusi bersama. Jawa Tengah siap merealisasikan dengan beberapa penyesuaian berdasar kearifan lokal,” tegas Ganjar.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*