Wow, 300 SD dan 30 SMP di Batang Sudah Tatap Muka, Begini Suasananya




Bupati Batang, Wihaji meninjau jalannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Randu 1, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Selasa, 9 Maret 2021
Bupati Batang, Wihaji meninjau jalannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Randu 1, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Selasa, 9 Maret 2021 (KalderaNews/Pemprov Jateng)

BATANG, KalderaNews.com – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah dijalankan di sejumlah SD dan SMP yang berada di wilayah Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang dengan protokol kesehatan yang ketat.

Bupati Batang, Wihaji menegaskan syarat diperbolehkannya PTM yakni Standar Operasional Prosedur (SOP) harus benar-benar dijalankan, harus ada surat pernyataan dari Komite Sekolah dan Paguyuban Kepala Sekolah.

Ia menjelaskan selama kegiatan pembelajaran berlangsung, seluruh peserta didik, guru, dan pengelola sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak interaksi.

BACA JUGA:

Uniknya, pembelajaran masih dilakukan secara singkat, yakni dengan penyampaian mata pelajaran prioritas saja.

“Ini tidak semua masuk maka separuh saja yang masuk, separuhnya tetap menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ),” katanya.

Menurut Wihaji, PTM dengan syarat yang ketat dipilih demi mengatasi kejenuhan yang dihadapi oleh anak didik karena terlalu lama mengikuti PJJ. Kejenuhan tersebut dapat berimbas pada suasana psikologi dan hasil pembelajaran para pelajar.

“Suasana kebatinan siswa sangat saya pahami, ini kebijakan yang mungkin dilakukan, namun SOP dan prokes harus ketat,” tegasnya saat meninjau jalannya PTM, di SDN Randu 1, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Selasa, 9 Maret 2021.

Yang pasti, lanjut dia, PTM belum bisa dilaksanakan di Kecamatan Batang dan Limpung, karena keduanya masih zona merah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, Achmad Taufiq menerangkan, sekolah-sekolah yang saat ini menjalankan PTM adalah sekolah yang berada di zona hijau. Dari 444 unit SD dan 71 unit SMP yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Batang, hanya 300 unit SD dan 30 unit SMP yang diizinkan untuk melaksanakan PTM.

“Untuk pengawasan sudah dilengkapi sarana prasarananya dan tetap akan dilakukan monitoring dan evaluasi,” tandasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*