PlasmaHub, Platform Plasma Konvalesen yang Menampung 600-an Pemohon dalam 3 Pekan, Wow!

plasmahub, donor plasma konvalensen
Tampilan PlasmaHub buatan ITS. (KalderaNews/doc. ITS)

SURABAYA, KalderaNews.com – PlasmaHub merupakan aplikasi buatan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang berfungsi menghubungkan pendohor plasma konvalesen dengan pasien yang membutuhkannya. Meskipun platform ini baru diluncurkan tiga pekan lalu, tetapi permohonan plasma konvalesen sudah mencapai angka 649.

Hal ini membuktikan keberadaan platform PlasmaHub ini sangat berguna bagi masyarakat Jawa Timur. Ketua Tim Teknis Pengembang PlasmaHub ITS, Agus Budi Raharjo, mengungkapkan pada Sabtu, 14 Agustus 2021, “Sejumlah pemohon yang telah mendapatkan pendonor sekitar 234 orang. Bahkan sekarang ini sudah ada 44 calon pendonor yang siap dipasangkan.”

BACA JUGA:

Fitur unggulan yang dimiliki PlasmaHub adalah menghubungkan calon pendonor dan pemohon donor plasma konvalensen yang dilengkapi dengan tiga fitur utama adalah Donor-Recipient Matching, Donor Stock, dan Screening Reminder.

Donor-Recipient Matching adalah fitur untuk mencocokkan permintaan donor dengan pendonor yang tersedia atau Donor Stock. Jika terdapat donor yang teredia, pemohon donor akan mendapatkan notifikasi. Meski dicocokkan, identitas kedua pihak tersebut akan tetap menjadi rahasia. Hal ini merupakan etika dan langkah kewaspadaan untuk mencegah adanya proses transaksional di kemudian hari, seperti mimsalnya adanya calon yang muncul dari adanya platform ini.

Sedangkan fitur Screening Reminder adalah fitur yang berfungsi untuk mengingatkan calon pendonor agar melakukan screening menjelang pelaksanaan donor plasma konvalesen. Alur kerjanya adalah calon pendonor akan mendapatkan notifkasi pengingat melalui aplikasi WhatsApp pada hari ke-14 pascakesembuhan dari Covid-19 atau pada saat donor terakhir.

Salah satu dampak yang diharapkan dari fitur Screening Reminder ini adalah juga untuk mendorong penyintas Covid-19 mau memberikan plasma konvalesennya ke Palang Merah Indonesia (PMI). Agus Budi Raharjo mengatakan, “Secara tidak langsung, PlasmaHub juga membantu PMI untuk meningkatkan stok plasma konvalensen.”

Ketua KOmunitas Ikatan Alumni Penyintas Covid-19 Jawa Timur, Edy Sukotjo, menambahkan bahwa saat ini ketersediaan plasma konvalensen di Jawa TImur, khususnya wilayah Surabaya sudah membaik disbanding beberapa pekan lalu, dan berharap PlasmaHub segera dikembangkan agar dapat merambah daerah-daerah lain.

Platform PlasmaHub sendiri merupakan aplikasi berbasis web yang dapat diakses di laman plasmahub.its.ac.id. Kehadiran platform PlasmaHub ini sendiri didukung oleh berbagai pihak stakeholder seperti mitra komunitas Ikatan Alumni Covid-19 Jawa Timur, Komunitas Sahabat Donor Darah, Pusat Unggulan Iptek – Artificial Intelligence for Healthcare and Society (PUI-AIHeS) ITS, dan kelompok pengusaha.

Terapi plasma konvalensen dalam pengobatan Covid-19 memiliki banyak manfaat bagi penderita Covid-19 dengan gejala berat, antara lain dapat mengurangi kematian serta mempercepat proses penyembuhan.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan share pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*