28 Juli Hari Hepatitis Sedunia, Jenis dan Gejala Bahaya yang Harus Dikenali

Peringatan Hemofilia Sedunia
Ilustrasi: laboratorium darah (doc. KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Tidak banyak yang mengetahui bahwa setiap tanggal 28 Juli merupakan peringatan Hari Hepatitis Sedunia. Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang terjadi karena toxin, seperti kimia atau obat atau bahkan penyebab infeksi lainnya.

Hepatitis yang berlangsung kurang dari enam bulan disebut hepatitis akut sedangkan yang telah berlangsung lebih dari enam bulan disebut hepatitis kronis. Hepatitis kerap disebut sebagai silent killer karena penderita sering tidak menyadari telah terjangkit penyakit ini.

BACA JUGA:

Penetapan Hari Hepatitis Sedunia pada tanggal 28 Juli tersebut merupakan usulan dari delegasi Republik Indonesia dalam Sidang Badan Eksekutif WHO ke-126 pada tanggal 23 Januari 2010. Peringatan Hari Hepatitis Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global terhadap penyait hepatitis B dan C serta mendorong pencegahan, diagnosis, dan pengobatannya.

Hari Hepatitis Sedunia diperingati bersmaan dengan hari lahir Dr. Baruch Blumberg (1925-2011), penemu virus hepatitis B pada tahun 1967. Dr. Blumberg juga peraih Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1976.

Tahun ini, peringatan Hari Hepatitis Sedunia atau World Hepatitis Day 2021 mengambil tema “Hepatitis Can’t Wait”. Hal ini merupakan pengingat akan ancaman hepatitis terhadap kondisi kesehatan masyarakat dunia pada 2030. Keterangan dari WHO menyebutkan bahwa satu orang meninggal setiap 30 detik terkait penyakit hepatitis.

Jenis Hepatitis yang harus dikenali beserta gejalanya adalah sebagai berikut:

Hepatitis A

Hepatitis A pertama dikenali dengan nama penyakit kuning. Jenis ini sangat menular, disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). HAV ini dapat ditemukan di dalam darah dan feses atau tinja penderita hepatitis A.

Penyebaran hepatitis A dapat melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi atau kontak fisik dengan orang yang terinfeksi. Gejala hepatitis ini bertahan hingga 2 bulan seperti kelelahan, mual, sakit perut, dan badan berwarna kekuningan. Jenis ini dapat dicegah dengan menggunakan vaksinasi.

Hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B. Penularan hepatitis B ini melalui darah, air mani, cairan tubuh lain dari penderita. Penularan dapat terjadi melalui kontak seksual (termasuk berciuman), berbagi jarum suntik bagi pelaku penyalahgunaan obat telarang, penggunaan alat suntik yang tidak steril, kontak dari ibu ke bayi saat lahir.

Meskipun tidak selalu muncul gejala, tetapi secara umum tanda gejala yang muncul pada orang yang terinfeksi virus HBV adalah kelelahan, nafsu makan yang buruk, sakit perut, mual, dan tubuh berwarna kekuningan.

Hepatitis B merupakan penyakit jangka pendek bagi sebagian orang. Namun bagi kelompok orang laun, hepatitis B dapat berupa infeksi kronis jangka panjang yang dapat menyebabkan masalah kesehatan lain yang lebih serius seperti sirosis atau kanker hati. Pencegahan Hepatitis B ini dapat dilakukan dengan vaksinasi.

Hepatitis C

Virus hepatitis C (HCV) merupakan penyebab terinfeksinya hepatitis C ini. penularannya melalui kontak darah dengan orang yang terinfeksi. Infeksi hepatitis C ini kebanykan berasal dari berbagi jarum suntik atau peralatan lain yang digunakan untuk menyiapkan dan menyuntikkan narkoba.

Bagi sebagian orang, hepatitis C merupakan penyakit jangka pendek, tetapi ada juga yang menjadi kronis. Hepatitis C dapat mengakibatan terjadinya sirosis hati. Cara terbaik untuk mencegah penyebaran hepatitis C ini adalah dengan menghindari penggunaan alat suntik tidak steril.

Hepatitis D

Jenis ini disebut sebagai hepatitis delta, disebabkan oleh virus hepatitis D. Hepatitis D jarang terjadi pada penderita yang telah terinfeksi virus hepatitis B. Jenis hepatitis D ini menular melalui cairan tubuh dari orang yang terinfeksi virus dan masuk ke tubuh seseorang yang tidak terinfeksi.

Hepatitis Delta dapat menyebabkan gejala parah dan penyakit serius yang dapat menyebabkan kerusakan hati seumur hidup bahkan kematian. Pencegahannya sama dengan hepatitis B, karena vaksin hepatitis B juga melindungi terhadap infeksi hepatitis D.

Hepatitis E

Jenis hepatitis E ini dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Virus Heptitis E atau HEV dapat ditemukan dalam feses penderitanya. Di negara berkembang, orang dapat terkena hepatitis E dari air minum yang terkontaminasi feses dari orang yang terinfesi virus.

Sedangkan di negara maju, hepatitis E dapat terjadi setelah makan daging mentah atau setengah matang pada daging babi, daging rusa, daging babi hutan, atau kerang. Gejala yang muncul pada penderita hepatitis E adalah kelelahan, nafsu makan hilang, perut mual, dan tubuh berwarna kekuningan. Pada anak kecil, infeksi virus ini dapat tidak memunculkan gejala.

Hepatitis G

Jenis ini merupakan jenis terbaru, tetapi belum diketahui dengan jelas gejalanya.

Pada negara dengan kasus hepatitis B yang tinggi, WHO memberikan rekomendasi agar semua anak, terutama yang baru lahir diberikan vaksinasi hepatitis B untuk mencegah penularan secara vertical dari ibu ke anak yang dikandungnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan share pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*