Jangan Asal Pilih! Ini Trik Ilmiah Pilih Hewan Kurban Sehat

Perayaan Idul Adha.(freepik)
Perayaan Idul Adha.(freepik)
Sharing for Empowerment

Iduladha 2026 di depan mata! Jangan sampai ibadah kurban kamu tidak sah hanya karena salah memilih hewan yang cacat atau sakit.

JAKARTA, KalderaNews.com – Jelang perayaan Iduladha 2026, aktivitas perburuan hewan kurban seperti kambing, domba, sapi, dan kerbau mulai melonjak tajam.

Sebagai momen sakral untuk memperingati keteladanan Nabi Ibrahim AS, ibadah kurban menuntut kesempurnaan.

Maka, masyarakat diimbau untuk ekstra selektif dan tidak asal beli, demi menghindari hewan ternak yang terinfeksi penyakit.

BACA JUGA:

Inilah trik ilmiah dalam memilih hewan kurban agar kamu mendapatkan kualitas daging terbaik:

Cek termoregulasi melalui kondisi cermin hidung

Secara fisiologis, kesehatan ruminansia (sapi, kambing, domba) dapat dilihat dari area moncong atau cermin hidung.

Hewan yang sehat akan memiliki cermin hidung yang lembab, basah, dan bersih. Jika area ini tampak sangat kering, itu bisa menjadi indikasi dehidrasi atau demam tinggi.

Sebaliknya, jika keluar lendir berlebih (ingus) yang kental atau keruh, ada kemungkinan hewan tersebut terinfeksi saluran pernapasan.

Inspeksi visual pada jaringan mukosa

Lakukan pengecekan pada selaput lendir mata dan gusi. Hewan yang sehat memiliki mukosa berwarna merah muda cerah.

  • Warna pucat mengindikasikan anemia atau infestasi parasit internal (cacingan).
  • Warna kuning (ikterus) menunjukkan adanya gangguan pada fungsi hati atau infeksi darah.
  • Perhatikan area mulut dan lidah; pastikan tidak ada luka lepuh atau air liur berlebih yang menggantung untuk menghindari risiko Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Cek kualitas bulu dan elastisitas kulit

Kondisi kulit dan bulu adalah cermin metabolisme tubuh. Hewan yang mendapatkan nutrisi cukup akan memiliki bulu yang mengkilap, halus, dan tidak rontok.

Bulu yang kusam, berdiri, atau jabrik sering kali menjadi tanda adanya malnutrisi atau penyakit kronis.

Selain itu, cobalah mencubit kulit hewan; jika kulit segera kembali ke posisi semula (turgor kulit baik), berarti hewan tersebut terhidrasi dengan baik.

Amati perilaku motorik dan respon lingkungan

Hewan kurban yang berkualitas tinggi harus menunjukkan perilaku yang lincah, aktif, dan responsif.

Secara ilmiah, hewan yang cenderung memisahkan diri dari kelompok, menundukkan kepala, atau terlihat sangat lesu (apatis) biasanya sedang dalam masa inkubasi penyakit.

Pastikan juga tumpuan kakinya simetris dan tidak pincang untuk memastikan tidak ada peradangan pada kuku atau sendi.

Verifikasi umur melalui rekam gigi

Syarat sah kurban berkaitan erat dengan kematangan usia, yang secara akurat bisa dicek melalui metode dentisi.

  1. Kambing/domba minimal telah berganti sepasang gigi seri permanen (sekitar usia 12-18 bulan).
  2. Sapi/kerbau minimal telah berganti sepasang gigi seri tetap (sekitar usia 22-24 bulan).

Gigi permanen memiliki ukuran yang lebih besar dan warna yang sedikit lebih kuning/gelap dibandingkan gigi susu yang kecil dan putih bersih.

Wajib kantongi dokumen SKKH

Selain pemeriksaan fisik, aspek administrasi menjadi penentu utama kelayakan.

Pastikan hewan kurban yang kamu pilih memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Dokumen resmi ini dikeluarkan oleh pihak berwenang setelah melalui proses pemeriksaan ketat.

Merujuk pada panduan Kementerian Pertanian, SKKH merupakan standar minimal jaminan hukum dan kesehatan agar daging kurban yang didistribusikan benar-benar aman dan higienis untuk dikonsumsi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*