Inilah Perbedaan Kuliah Sarjana Farmasi dan Profesi Apoteker

Ilustrasi: Kuliah Jurusan Farmasi. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Kuliah Jurusan Farmasi. (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Jurusan farmasi merupakan jurusan yang masih menjadi favorit dari waktu ke waktu. Jurusan ini diminati karena menawarkan karier yang bagus dan menjanjikan.

Bagi pelajar sekolah menengah yang ingin melanjutkan kuliah ke jurusan ini, kadang masih bingung dan belum bisa membedakan antara Sarjana Farmasi dan Profesi Apoteker. Agar kamu tidak bingung dan makin yakin dengan pilihan jurusan ini, simak penjelasan perbedaan kuliah sarjana farmasi dan profesi apoteker ini.

BACA JUGA:

Inilah perbedaan antara kuliah di program sarjana farmasi dengan program profesi apoteker yang harus kamu ketahui.

Tidak perlu mengalami ospek mahasiswa baru

Kuliah di program profesi apoteker tidak perlu mengalami ospek seperti mahasiswa baru pada umumnya. Pada awal pengenalan program, kamu hanya akan diberikan workshop atau training softskill.

Kuliah semester pendek

Berbeda dengan di farmasi yang mengalami kuliah semester panjang dengan durasi 5 bulan atau lebih, di program ini kamu akan mengikuti program kuliah semester pendek dengan durasi waktu 3 bulan saja dalam satu semester.

Tidak ada praktikum seharian

Bila kuliah farmasi identik dengan praktikum dengan waktu yang sangat lama, beda halnya dengan kuliah di program apoteker. Kuliah untuk menempuh sarjana farmasi akan penuh dengan laporan praktikum, hal ini tidak lagi terjadi saat kamu menempuh program apoteker. Di program apoteker, kamu akan banyak kuliah dengan kasus nyata di lapangan. Serta banyak belajara menganalisis kasus dan mencari permasalahannya.

Tidak wajib ikut ormawa

Kuliah di program apoteker, kamu tidak diwajibkan untuk ikut organisasi mahasiswa di kampus seperti saat kuliah di jurusan farmasi. Karena di program ini kamu akan sering mengikuti workshop yang tentunya penting buat bekal kerja nantinya.

Tidak ada kuliah tatap muka

Dalam perkuliahan di program profesi apoteker, kamu akan banya tertemu dengan praktisi yang memiliki beragam pengalaman praktik. Metode kuliah yang akan dijalani tidak lagi dengan slide-slide presentasi melainkan dengan kasus-kasus yang terjadi di rumah sakit dan industri farmasi. Jadi kamu tidak banyak mempelajari teori melainkan langsung terjun menganalisis kasus nyata.

Itulah lima perbedaan signifikan antara kuliah farmasi dengan program apoteker. Lulusan apoteker banyak dibutuhkan untuk mengisi kekosongan rumah sakit dan industri farmasi. Jadi, setelah lulus dan menyandang gelar apoteker, kamu berkesempatan untuk bekerja dan mendapatkan jenjang karier serta penghasilan yang lebih besar daripada sekadar bergelar sarjana farmasi.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*