Jangan Galau Saat Kuliah Jauh dari Rumah, Inilah Manfaat Kuliah Merantau




Ilustrasi: Kuliah di Luar Negeri

JAKARTA, KalderaNews.com – Memilih jurusan kuliah dan perguruan tinggi yang tepat memang perlu pertimbangan yang matang. Apalagi bila kampus dan jurusan impian berada di luar daerah dan jauh dari rumah. Selain kemampuan akademis, kita juga harus mempertimbangkan hal lain seperti dana misalnya. Meskipun kuliah merantau tampaknya merupakan hal yang biasa, kita tetap perlu mempersiapkannya dengan baik.

Selain masalah fisik, kesiapan mental juga diperlukan bila kita memutuskan untuk kuliah merantau. Kesiapan jauh dari orang tua dan kerabat demi belajar dan meraih cita-cita tentu bukan hal yang ringan. Misalnya kita telah menentukan dan memilih kampus dan jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan, tetapi lokasinya berada di luar kota, bahkan di luar negeri misalnya.

BACA JUGA:

Sayang sekali bila harus merelakan mimpi dan kesempatan untuk meraih ilmu yang telah ada di depan mata itu. Agar motivasi untuk kuliah merantai makin kuat, kamu perlu tahu manfaat dari kuliah merantau ini.

Mendapat teman dan keluarga baru

Tinggal di kota atau daerah lain bersama mahasiswa rantau akan mendorong kita untuk mengenal teman-teman baru. Kamu dapat juga mencari teman yang berasal dari daerah dan menjadikan mereka keluarga kedua. Mempunyai teman dan keluarga baru tentu akan memberimu banyak pengalaman baru.

Menjadi makin mandiri

Setiap keluarga memiliki kebiasaan yang berbeda. Bila selama ini kita dibantu oleh keluarga kita, maka saat kuliah merantai kita dapat belajar mengerjakan keperluan pribadi sendiri. Rutinitas ini dapat memberimu kesempatan untuk juga belajar mencari tambahan uang saku yang dapat menopang kebutuhan kuliah atau bahkan menghidupi dirimu sendiri di masa depan.

Cermat dalam mengatur keuangan

Saat kuliah merantau, selain kamu berkesempatan untuk mencari pekerjaan paruh waktu yang dapat menambah uang saku, kamu juga harus cermat dalam mengatur keuangan yang dikirimkan oleh orang tua. Keterampilan ini sangat penting saat kamu telah masuk ke dunia kerja kelak.

Jeli membaca peluang

Dengan kondisi terbatas yang berbeda dengan kondisi di rumah, anak kuliah yang meranta tentu akan terlatih jeli melihat setiap peluang dalam berhemat atau menambah uang saku. WiFi kampus selain dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas, tetapi juga dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas pekerjaan paruh waktu, misalnya.

Menghargai dan menerima perbedaan

Sebagai pendatang di tempa baru, sebagai anak rantau kita dapat belajar untuk menempatkan diri dengan baik agar dapat diterima atau berbaur dengan lingkungan sekitar. Seperti kata pepatah, ‘Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’.

Setiap tempat, sebagaimana pula setiap orang, memiliki karakter dan kebiasaan yang berbeda. Makin banyak mengenal tempat dan orang baru, makin mudah pula kita menerima bahwa memang tidak ada hal yang persis sama di muka bumi ini.

Ragam perbedaan yang kita jumpai di tanah rantau dapat mengajarkan pada kita sikap saling menghormati dan toleransi antar sesama.

Memiliki banyak pengalaman dan kisah seru

Setelah lulus, kamu akan kaya dengan pengalaman dan kisah seru selama menjadi mahasiswa rantau. Kisah bersama teman kos atau teman di asrama misalnya, dapat menjadi harta pengalaman yang berharga bagi masa depan dan pasti akan kamu rindukan kelak.

Bersyukur atas keluarga yang dimiliki

Terkadang kita perlu jauh dari orang yang kita sayangi agar dapat memahami betapa penting dan berartinya mereka. Tinggal di kota rantau berarti akan mengharuskan kita menjalani kehidupan sehari-hari yang berbeda dari tempat asal. Pada suatu titik, kamu pasti akan mengerti dan bersyukur atas keluarga dna kerabat yang kamu miliki yang ada di tanah asal.

Makin jauh kita kuliah merantai, makin banyak pula ragam pengalaman hidup yang dapat kita alami. Kita juga makin terlatih untuk melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, hal ini akan menjadikan kita makin bijak dalam menyikapi kehidupan.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*