5 Tanda Insecure yang Harus Dihempas di Tahun Baru




Ilustrasi: Siswa SMA

JAKARTA, KalderaNews.com – Istilah insecure rasanya sudah akrab sekali di telinga kita. Tidak hanya menjadi bahan obrolan, insecure juga menjadi topik yang tidak kunjung selesai dibahas di media sosial. Beragam tanda dan penyebab insecure yang melanda generasi milenial ini.

Insecure atau insecurity sebenarnya merupakan perasaan tidak aman yang mungkin saja pernah kamu alami. Ketidakamanan atau insecurity ini bisa terjadi saat kamu merasa malu, bersalah, kekurangan atau bahkan tidak mampu melakukan sesuatu.

BACA JUGA:

Saat merasa tidak aman, seseorang cenderung hidup dalam rasa penuh ketakutan. Selanjutnya, rasa yang muncul adalah rasa tidak percaya diri yang relatif berat. Rasa ini muncul karena menilai diri mereka sendiri terlalu rendah. Bisa karena bentuk tubuh atau hal-hal fisik lainnya (kulit yang gelap, jenis rambut, bentuk wajah, tinggi badan, berat badan, dan lain-lain) atau bisa juga terkait dengan kemampuan diri.

Waktu terus berlalu, tahun juga telah berganti. Kenali lima tanda insecure yang sudah harus hilang dan dihempas pergi pada awal tahun ini.

Tidak percaya diri

Rasa tidak percaya diri hampir selalu menghampiri setiap orang. Sebenarnya ini merupakan rasa yang wajar terjadi. Bila kita fokus pada kekurangan atau kelemahan kita, rasa ini pasti akan menghampiri. Namun, bila kita mampu switch fokus kita dari melihat kelemahan menjadi melihat kelebihan diri, rasa tersebut akan berangsur pergi.

Menghindari interaksi dengan lingkungan

Tanda berikutnya adalah bila kamu mulai mengindari interaksi dengan orang lain. Saat sedang insecure, orang akan merasa lebih down saat mendengar ada orang lain yang membicarakan pencapaiannya. Apalagi kalau ia sedang tidak memiliki prestasi apa-apa. Padahal, dengan berkomunikasi dan saling memebrikan masukan bisa membantu untuk mengurangi kegelisahan yang sedang dialami.

Tidak ingin keluar dari zona nyaman

Merasa tidak ingi keluar dari zona nyaman dan enggan untuk berpikir sedikit lebih kreatif dan inovatif merupakan salah satu tanda orang yang insecure. Hal ini biasanya dipngaruhi oleh pengalaman yang telah terjadi di masa lalu, seperti pengalaman ditolak, dikhianati atau pengalaman buruk lainnya yang mendatangkan ketakutan tersendiri bagi orang tersebut.

Rasa takut inilah yang menghambat mereka untuk berkembang. Peristiwa buruk di masa lalu, ambil pelajarannya, sisanya dibuang saja, agar tidak menghambat kemajuan.

Membandingkan diri dengan orang lain

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain kadang dapat menjadi stimulus untuk menjadi lebih baik. Tetapi bagi kaum insecure, kebiasaan ini justru merupakan hal buruk karena dengan membandingkan diri dengan orang lain akan menambah rasa tidak percaya diri mereka sendiri. Bila terlalu sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain, ini merupakan tanda nsecure yang berikutnya.

Haus akan pujian dan pengakuan

Saat seseorang merasa insecure, ia akan merasa minder dan rasa percaya diri turun. Ia akan cenderung merasa butuh pengakuan dan pujian atas apa yang dilakukan dari orang lain. Contoh paling sederhana adalah saat kita terus memperhatikan jumlah like dari foto atau postingan yang diunggah di media sosial. Meskipun terdengar sederhana, tetapi kebiasaan mengecek terus menerus jumlah likes pada media sosial merupakan kecenderuangan dari perasaan insecure.

Itulah lima tanda insecure yang umum terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Hal ini akan menjadi masalah psikologis yang cukup serius jika dibiarkan terus menerus. Bila hal ini terasa sangat mengganggu, mencari pertolongan ke psikolog atau psikiater sangat dianjurkan.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*