Jangan Salah, Mahasiswa Kupang Juga Bisa Berprestasi dalam Inovasi, Ini Dua Buktinya

Universitas Karya Dharma (Undarma), Kota Kupang, NTT
Universitas Karya Dharma (Undarma), Kota Kupang, NTT (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

KUPANG, KalderaNews.com – Inovasi pengembangan Teknologi Tangkap Udara yang diciptakan oleh mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program Kedaireka.

Diketahui, pengembangan teknologi tangkap udara merupakan inovasi dengan melakukan konversi wujud dari molekul udara menjadi air menggunakan tenaga surya. Proyek ini melibatkan 20 mahasiswa dalam melakukan penelitian dan pengembangan alat. Penerapan teknologi tersebut diterapkan di desa untuk mengaliri lahan pertanian yang ada di sekitarnya. Hasil kolaborasi ini secara nyata memberikan manfaat yang signifikan, baik dalam meningkatkan pengetahuan, maupun kemampuan kepemimpinan (leadership) mahasiswa. Testimoni yang diberikan oleh mahasiswa juga sangat positif.

“Manfaat yang dihasilkan dari program ini, yaitu meningkatkan kemampuan dalam hal studi kasus. Kami belajar mengidentifikasi masalah sebelum terjun langsung mencari solusi,” ucap Deprison Arianto, Mahasiswa UNDANA yang terlibat dalam pengembangan teknologi Tangkap Udara.

BACA JUGA:

Inovasi teknologi juga datang dari Universitas Karya Dharma (Undarma), Kota Kupang, NTT yang berhasil mengembangkan Tunnel Fish Dryer berbasis kearifan lokal yang terinspirasi dari konsep bakar batu. Produk yang dihasilkan berupa alat pengering ikan dengan cara membakar batu. 

Artinya, ikan dikeringkan dengan uap panas yang dihasilkan dari batu. Teknologi “batu bakar” ini berhasil mendapat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Hak Cipta dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Praktisi dari Undarma, Piter Boimau menyampaikan bahwa inovasi yang diciptakan ini bukan hanya memberi manfaat bagi mahasiswa dan satuan pendidikan, namun juga dapat menjawab permasalahan di masyarakat, khususnya Nusa Tenggara Timur. 

“Munculnya inovasi Tunner Fish Dryer ini berawal dari inisiasi untuk membantu nelayan yang ikan mentah hasil tangkapannya tidak terjual, sehingga dapat dikeringkan dengan alat ini. Ikan yang sudah dikeringkan dapat langsung dikonsumsi,” tutur Piter minggu lalu dalam sebuah pertemuan di Undana.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*