Jangan Termakan Hoaks Daftar Mobil Yang Dilarang Isi Pertalite 1 Juni

Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di sebuah SPBU, Pertamina, Pertalite
Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di sebuah SPBU (KalderaNews/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

Viral hoaks daftar merek mobil yang dilarang isi Pertalite mulai 1 Juni 2026. Pertamina tegaskan aturan tersebut tidak benar!

JAKARTA, KalderaNews.com – Jagat media sosial baru-baru ini digegerkan oleh narasi yang menyebutkan adanya pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026.

Informasi tersebut bahkan mencantumkan daftar panjang merek kendaraan dan kapasitas mesin (di atas 1.400 cc) yang diklaim tidak boleh lagi membeli Pertalite.

Melihat keresahan yang timbul di tengah masyarakat, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga langsung bergerak cepat.

BACA JUGA:

Pertamina mengimbau agar masyarakat jangan termakan hoaks tersebut karena seluruh informasi yang beredar dipastikan tidak benar alias palsu.

Daftar Merek Mobil yang Dicatut dalam Informasi Palsu

Dalam unggahan yang viral di media sosial, terdapat sejumlah model mobil populer di Indonesia yang diklaim akan dilarang mengisi Pertalite per awal Juni mendatang. Merek-merek tersebut antara lain:

  • Toyota: Yaris dan Veloz
  • Daihatsu: Xenia, Terios, dan Luxio
  • Honda: City dan Mobilio
  • Mitsubishi: Xpander

Narasi hoax ini memanfaatkan isu kapasitas mesin kendaraan di atas 1.400 cc untuk meyakinkan warganet. Akibatnya, banyak pemilik kendaraan di atas yang merasa panik dan mempertanyakan kebenaran regulasi tersebut.

Pertamina Buka Suara: Tidak Ada Rencana Pembatasan Berdasarkan Merek

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan secara sepihak bahwa hingga saat ini pemerintah maupun regulator sama sekali belum mengeluarkan arahan ataupun aturan baru terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merek atau kapasitas mesin tertentu.

“Informasi mengenai daftar merek kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah dan regulator. Masyarakat kami imbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Roberth tegas.

Pertamina memastikan bahwa operasional di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap berjalan normal. Layanan distribusi dan penyaluran Pertalite dipastikan aman tanpa ada perubahan aturan per 1 Juni.

Program Subsidi Tepat Bukan Larangan Membeli

Masyarakat diminta untuk bisa membedakan antara isu pembatasan liar yang beredar di media sosial dengan program resmi Pertamina. Saat ini, Pertamina memang sedang menjalankan Program Subsidi Tepat.

Namun, program ini murni bertujuan untuk mendukung tata kelola distribusi energi nasional agar lebih transparan dan tepat sasaran secara sistem, bukan berupa daftar hitam (blacklist) yang melarang mobil-mobil tertentu seperti yang dinarasikan oleh akun-akun tidak bertanggung jawab.

Sebagai pelaksana mandat, Pertamina Patra Niaga menyatakan akan selalu patuh pada kebijakan resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah RI.

Saring Sebelum Sharing: Tips Menghindari Disinformasi BBM

Ruang digital yang cepat sering kali menjadi ladang subur bagi penyebaran berita bohong. Agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu miring seputar BBM subsidi, Pertamina meminta masyarakat melakukan langkah pencegahan berikut:

  • Cek Kanal Resmi: Selalu verifikasi kebenaran informasi melalui akun resmi atau situs web Pertamina, Kementerian ESDM, maupun regulator terkait.
  • Jangan Asal Bagikan: Hindari menyebarluaskan tangkapan layar atau narasi teks di grup percakapan sebelum mendapatkan konfirmasi resmi.
  • Abaikan Sumber Anonim: Informasi kebijakan negara yang valid tidak pernah dikeluarkan oleh akun-akun media sosial pribadi atau anonim yang tidak jelas kredibilitasnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*