Mischka dan Devon Jadi Pembicara Termuda di Forum ASEAN, Begini Cara Berpikir Gen Z dan Gen Alpha

Mischka Aoki dan Devon Kei Enzo meraih Rekor MURI. (Dok.Pribadi)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Kakak beradik peraih lebih dari 100 medali Olimpiade Matematika dan Sains Internasional jadi pembicara dalam ASEAN Future Generation Business Forum.

Adalah Mischka Aoki dan Devon Kei Enzo yang menjadi termuda dalam acara side event KTT ke-43 ASEAN.

Mereka berdua adalah influencer muda yang memberikan pengaruh sangat positif dalam hal pendidikan, juga gaya hidup remaja berkualitas di masa modern.

BACA JUGA:

Keduanya pernah dinobatkan sebagai Ikon Prestasi Pancasila dan Tokoh Inspiratif Muda Indonesia tahun 2022.

Belum lama ini, Devon juga menjadi perwakilan Indonesia untuk menerima beasiswa dari National University of Singapre (NUS) School of Computing. Mereka juga terlibat dalam kegiatan sosial Sejuta Impian.

ASEAN Future Generation Business Forum merupakan forum diskusi interaktif dan berbagi pengetahuan, yang bertujuan membangun generasi muda ASEAN yang tangguh, dan memastikan masa depan yang lebih cerah bagi mereka.

Mischka dan Devon berdiri di tengah para pejabat negara, politisi, ilmuwan, pengusaha yang hadir, serta para pembicara berpengaruh ASEAN.

Cara berpikir Gen Z dan Gen Alpha

Mereka mengusung tema “Empowering Tomorrow: Youth as Future Leader, Paving The Path to a Brighter Future in ASEAN”

Kakak beradik ini memberikan semangat baru bagi generasi muda untuk menjadi pemimpin-pemimpin visoner masa depan melalui beragam talenta, inovasi dan karya.

“Cara berpikir Gen Z dan Gen Alpha berbeda dengan generasi sebelumnya, karena informasi dan digitalisasi telah mengubah cara pandang dan gaya hidup mereka secara mendasar. Lahir di era modern ini menjadikan generasi muda pengadopsi awal dalam inovasi dan teknologi, yang merupakan salah satu, dan bahkan faktor terpenting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara,” ujar Mischka.

“Mau tidak mau, jika ingin maju, serta menjadi yang terdepan di masa ini, kita harus bisa cepat beradaptasi,” tegas Devon.

“Ambil contoh kolaborasi fintech di negara-negara anggota ASEAN baru-baru ini. Pengembangan inisiatif fintech lintas batas di kawasan ASEAN menjanjikan peningkatan sentralitas, mendorong inovasi, dan mendorong inklusi,” imbuh Mischka.

Profesi paling dibutuhkan di masa mendatang

Mischka dan Devon juga berbagi tentang jenis pekerjaan atau profesi paling dibutuhkan di masa mendatang.

Salah satunya, menurut Devon yang memiliki “demand” tinggi adalah bidang teknologi.

“Pekerjaan di bidang teknologi ini misalnya seperti software development, data analysis, artifical intelegence. Selain itu pekerjaan lain yang juga akan sangat berpengaruh pada masa depan anak muda adalah di bidang healthcare dan sustainability,” kata Devon.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*